in Review

Mendongeng Sebagai Salah Satu Penyampaian Cerita yang Efektif (Review Kelas Online “Story Telling” Joeragan Artikel)

Sabtu lalu, tanggal 14 Juli 2018, saya berkesempatan mengikuti kelas story telling yg diadakan oleh Joeragan Artikel. Acara ini diadakan di Braga Punya Cerita di Bandung. Pinginnya sih datang langsung ke acara offline-nya ya. Apa boleh buat, acaranya jauh di pulau seberang, huhuhu.
Tapi lumayan deh, saya bisa mengikuti lewat tayangan video, jadi brasa lebih dekat. Walaupun hanya secara online, tapi karena disampaikan Mbak Nurlaela dengan cara yang menarik, jadinya mudah dipahami.
Tengok deh videonya di sini:

https://youtu.be/_dsYXOhaGGI

Pertama tahu ada kelas ini, saya sempat salah mengira. Kupikir story telling itu cara membuat cerita atau cara menuliskan cerita. Ternyata yang dimaksud story telling itu, yaitu cara membacakan cerita atau menyuarakan cerita tertulis. Contohnya seperti pendongeng atau stand up comedy.

Tentunya pembacaannya nggak bisa sembarangan, harus tetap memperhatikan intonasi suara dan bagaimana caranya agar pesan yang hendak disampaikan bisa sampai kepada penonton. 

Jadi, sebelum mulai story telling, tentunya kita harus lebih dulu memahami isi naskah tersebut, menyelami karakter yang termuat dalam cerita, hingga mengambil peran (berakting) seperti para tokoh dalam tulisan.

Hmm, menarik sekali! Apalagi untuk saya yang kurang begitu suka bersuara (introvert mode-on), jadi dapat tambahan ilmu, deh. 

Sebenarnya saya sering sih membacakan cerita dongeng untuk anak sebelum tidur. Tapi sejak melihat contoh yang diberikan di training ini, saya jadi ingin mencoba story telling agar lebih baik lagi. Agar cerita yang saya sampaikan bisa lebih dinikmati anak-anak saya. Wih, keren banget dah!

Penasaran saya jadi ingin belajar praktek langsung deh. Cek di sini ya. Mohon maaf masih banyak kekurangan di sana-sini πŸ™πŸ™

https://youtu.be/HyFPtyTO8bQ

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

27 Comments

  1. Saya biasanya di depan kelas. Story telling sama nggak dengan mendongeng dengan teknik pe ndongeng berganti suara?