Drama Komedi tentang Cinta, Persahabatan, dan Keluarga (Review Film “How I Met Your Mother”)

Judul: “How I Met Your Mother”

Genre: romantic comedy

Umur: young adult

POV 1

Alur: campuran

Tokoh : Ted Mosby (Josh Radnor), Marshall Eriksen (Jason Segel), Robin Scherbatsky (Cobie Smulders), Lily Aldrin (Alyson Hannigan) dan Barney Stinson (Neil Patrick Harris) serta tokoh kejutan πŸ˜‰

How I Met Your Mother adalah sebuah drama komedi romantis situasi yang mulai ditayangkan di pada tanggal 19 September 2005, dituliskan oleh Craig Thomas dan Carter Bays, dan disutradarai oleh Pamela Fryman.

Film yang bersetting di Manhattan ini telah memenangkan enam Emmy Awards, termasuk nominasi untuk “Outstanding Comedy Series” (2009), juga People Choice Awards 2012 untuk Komedi TV Terbaik, dan Neil Patrick Harris memenangkan Aktor Komedi Terbaik.

Pelajaran tentang nge-judge seseorang bisa kalian lihat dari film ini loh!

Bercerita tentang Ted, seorang lajang yang mencari pasangan hidup. Tidak seperti sahabatnya Marshal yang begitu awet hubungan cintanya dengan Lily sejak kuliah, Ted mengalami begitu banyak aral rintangan dalam pencaharian soulmate. Selain pernah ditinggalkan calon istrinya tepat di hari pernikahannya, Ted juga pernah merasakan jatuh cinta dengan Robin, lalu putus dan kemudian menjadi sahabat. Kemudian Barney yang akhirnya bergabung dengan geng mereka pun jatuh cinta dengan Robin. Dan setelah mereka berdua juga putus, Ted dan gengnya selalu bersama-sama.

Selain menceritakan soal percintaan masing-masing tokoh, film ini juga menghadirkan berbagai masalah kehidupan yang muncul silih berganti. Konflik yang dihadirkan begitu beragam dan sulit untuk ditebak endingnya. Makanya saya selalu tak sabar untuk menanti kelanjutannya dan mengetahui siapa perempuan beruntung yang akhirnya menjadi ibu dari anak-anaknya Ted kelak?

Apakah  kisah  ini selesai setelah Ted menemukan soulmate-nya? Oo, ternyata tidak juga. Penonton sukses diberi kejutan selanjutnya di akhir-akhir drama ini. Wah, jadi penasaran, kan?

Nilai-nilai yang didapatkan dari film ini antara lain persahabatan sejati, terutama antara Ted dan Marshall yang sudah bersahabat sejak mereka masih sama-sama di universitas. Juga persahabatan yang sempat retak setelah Marshal dan Lily sibuk mengasuh bayi mereka. Dan persahabatan dua perempuan, Lily dan Robin yang sempat terancam bubar juga, ketika Lily mengandung di saat Robin masih single.

Baca juga yuk Review Film “Trolls” yang akan mengajarkan tentang makna kebahagiaan.

Ada juga konflik rumah tangga, yang diwakili cerita Marshall dan Lily (FYI, saya sangat terharu oleh kata-kata Marshall pada Lily ketika mengetahui istrinya terjerat hutang karena sifat shopaholic-nya; “Ketika aku memutuskan menikahimu, itu juga berarti aku menikahi masalah-masalahmu.”) Selain menghadirkan hubungan mereka dengan orangtuanya masing-masing. 

Lalu bagaimana dengan pelajaran mencari pasangan hidup? Saya lebih suka bercermin pada pasangan terawet: Marshal dan Lily. Dan karena film ini ber-setting di Amerika, jadi tidak semua pure bisa kita adopsi. Tetaplah bijak dalam menonton film apapun. Over all, drama komedi romantis yang satu ini sukses menempati hati saya. Mantappphhh!! πŸ€—πŸ€—πŸ˜

Saksikan juga: Best Moment “How I Met Your Mother”

Sumber: Google, wikipedia

Published by emmy

Seorang working mom yang juga mempunyai hobi menulis. Anggota Pasukan Blogger Joeragan Artikel, Tapis Blogger dan komunitas menulis lainnya.

Join the Conversation

24 Comments

    1. Iya mbak, pas sama drama satu ini. Natural banget. Apalagi berdasarkan kisah nyata salah satu penulisnya 😁😁

    1. Wah, jangan digantung Mbak 😁 Hayo diselesaikan nontonnya. Seru loh. Endingnya gak ketebak. 😊😊

  1. Aku penggemar film. Tapi ga tau film ini. Sepertinya asik ini buat mengisi waktu liburan nanti

    1. Iya mbak, bagus filmnya. BAgus lagi untuk yang sudah berkeluarga mbak. kereen

  2. Bener mba kita kudu bijak soal tonton menonton. btw. Aku ga penah lho nonton serial drama selain Korea wkwk. Eh paling Meteor Garden sama sesekali kepo liat india (walau ya ga maksd) kapan2 aku coba deh nonton yg ini wkwk. tengs ulasannya mba

    1. Hehehe. kalo meteor garden malah sekarang aku nonton lagi mbak yang versi korea nya πŸ˜€

    1. Hihihi. Gakpapa mbak. Justru nonton bagus juga untuk mendatangkan ide nulis kita. Kalau mentor fiksiku malah mewajibkan ada jadwal nonton. Selain baca buku yang memang wajib

Leave a comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.