in parenting

Tips Manajemen Waktu Ala Emak-Emak, Nomor 5 Paling Sering Diabaikan

Bagi seorang ibu, mengurus rumah tangga, suami dan anak-anak sudah menjadi kesehariannya. Namun adakala karena begitu banyak hal yang harus dikerjakan, waktu terasa tidak pernah cukup. Pekerjaan terasa tak pernah ada habisnya. Apalagi bagi mereka yang tidak mempunyai ART atau asisten rumah tangga. Namun emak-emak zaman now tentunya sudah lebih up to date dan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan kesehariannya. Apa saja sih tips manajemen waktu ala emak-emak?

 

Sumber gambar: Ibu profesional Yogyakarta

1. Tentukan mana yang paling prioritas. Karena begitu banyaknya kegiatan sehari-hari yang harus dikerjakan emak-emak, terkadang waktu 24 jam sehari menjadi tidak cukup. Padahal ada cara untuk menyiasatinya lho, yaitu dengan menentukan skala prioritas.

Coba Emak tuliskan kegiatan yang biasa dilakukan setiap harinya lalu pilih dan kelompokkan. Tentukan mana aktivitas yang termasuk penting dan segera, mana yang termasuk penting namun bisa ditunda, mana pekerjaan yang tidak terlalu penting. Selain itu, Emak juga harus menentukan yang mana dari aktivitas itu yang ternyata sangat tidak penting atau bisa dikatakan membuang-buang waktu saja. Nah, kelihatan kan aktivitas yang layak diprioritaskan?

 

2. Ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan sekaligus dalam satu waktu. Coba Emak lihat kembali dari data kegiatan keseharian yang termasuk skala prioritas. Adakah aktivitas yang bisa dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu? Biasanya emak-emak itu punya keahlian melakukan banyak aktivitas dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking

Hanya saja masing-masing emak mempunyai ritme aktivitas yang berbeda. Sebagai contoh, Emak bisa memasak sambil mencuci pakaian menggunakan mesin cuci. Atau juga memasak sambil mengajak anak bermain masak-masakan. Simple, kan?

 

Sumber gambar: order go-food

3. Coba dilihat kembali, adakah aktivitas yang bisa dialihkan kepada orang lain? Jangan memaksakan diri menjadi Super-Emak yang harus mengerjakan segala sesuatunya secara sempurna. Ingat, Emak juga manusia biasa lho. Adakalanya pekerjaan Emak ternyata bisa dialihkan kepada orang lain. 

Misalnya, Emak bisa meminta bantuan anggota keluarga untuk ikut serta membereskan rumah. Anak-anak usia balita pun bisa dilatih untuk merapikan mainannya sendiri. Tidak mempunyai waktu untuk memasak karena sibuk mengurusi si kecil yang sedang rewel? Sekarang sudah ada jasa go-food loh. Boleh-boleh saja Emak memanfaatkan teknologi masa kini. Tentunya dengan persetujuan suami ya!

 

4. Cari tahu, adakah hal yang ingin Emak lakukan tapi tidak pernah terwujud dengan alasan tidak sempat? Kali ini Emak coba jujur dengan diri sendiri, apa sih yang menjadi passion selama ini? 

Setelah membuat daftar aktivitas, menentukan skala prioritas, ternyata Emak bisa lho menyelipkan aktivitas yang disenangi di antara kegiatan keseharian. Dan passion ini sifatnya sangat personal. Ada yang hobi memasak, membaca buku bahkan ada juga yang hobi menulis di blog. Dengan memasukkan kegiatan yang Emak senangi, alhasil keseharian Emak akan menjadi lebih ceria. Yuk, dicoba!

 

5. Berilah nyawa pada setiap aktivitas Emak. Apapun yang sedang dilakukan, usahakan untuk hadir secara penuh, baik jiwa maupun raga. Adakalanya karena terlalu banyak aktivitas justru menjadikan Emak sulit berkonsentrasi. Padahal dengan berkonsentrasi secara penuh maka Emak bisa menyempurnakan hasil pekerjaan. 

Bahkan aktivitas pun bisa menjadi lebih cepat selesai. Usahakan jangan dulu memikirkan langkah selanjutnya bila Emak belum menuntaskan satu kegiatan. Fokus itu penting ya, Mak! Terlebih lagi saat menemani anak bermain. Kehadiran Emak secara penuh akan menciptakan quality time yang dibutuhkan anak.

Sumber gambar: emoticon pixabay

6. Berhati-hati dengan gangguan mood. Adakalanya rutinitas tidak bisa dilakukan dengan sempurna karena adanya gangguan mood. Maka agar tidak berlarut-larut, baiknya Emak berusaha mengenali diri sendiri dan bertanya, β€œapa sih yang bisa memperbaiki mood saya?”. 

Biasanya bagi Emak yang sudah menemukan passion-nya bisa dengan mudah menjawab pertanyaan tadi. Tapi ingat, jangan sampai karena keasyikan menjalani passion, jadi melupakan tugas utama, ya. Tetaplah sadari pentingnya peran Emak bagi keluarga dengan tanpa melupakan kebahagiaan diri sendiri. Okay. Tetap semangat!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

47 Comments

  1. Kalo yg no. 5 aku punya jawabannya mbak. Nonton drakor. Yeeay! Hahaha. Tp ini beneran lho. Moodbooster itu perlu banget utk menjaga kewarasan ibu rmh tangga.

  2. AkhirΒ² ini engga mood masak. Males banget, sekarang tinggal berdua. Enggak abisΒ² dimakan, bosen. Akhirnya gofood. Deh…suami yaa mau aja…Hehe…

  3. Mbak, nomor 5 nya ada dua..:D
    Kalau ngasih nyawa, iya juga, kalau dekat anak kadang enggak bernyawa sayaa..hahaha…pikiran kemana-mana hahaha

    • Eh iya mbak, makasih sudah diingatkan ya. Udah sy edit. Maksud saya yg nomor 5 yang beri nyawa pada pekerjaan πŸ˜€ Intinya fokus. Kayak sholat kan harus khusyuk. Eaa

  4. Thanks sharingnya mba.. saya kadang suka terlewatkan dan suka lupa.
    Saya working mom, jadi pastinya, sharing ini amat sangat bermanfaat.
    Salam Kenal.. Saya nana

    • Hehehe, makanya perlu menemukan passion itu tadi mbak. Jadi jalani hobi, biar mood lagi deh πŸ˜€

    • Nah, iya itu mbak. Kita masing-masing harus sempatkan diri me-time ya. Disesuaikan dengan hobi masing-masing dan juga bujet πŸ˜€

    • Hihihi, iya bener mbak. Jadi memang bagusnya dibatasi sesuai kemampuan kita. KAlau kita mampu ambil job banyak kenapa nggak. KAlau nggak,jangan dipaksa. Yang pasti harus tetep waras πŸ™‚

  5. Aku banget itu mbak Emmy, suka banget Kalau ada acara untuk pecah pecah konsentrasi jiwa di mana raga di mana Jadi emang harus ke manajemen hati dan pikiran juga ya kalau ngikutin acara biar semuanya dapat secara penuh.

    • Iya Mbak. Memang penting banget untuk menjaga fokus itu tadi ya πŸ˜€ MAkasih udah mampir dua kali πŸ˜€

  6. Setuju mba, sering kali karena harus ngerjain banyak hal sekaligus, jadi nggak bisa menikmatinya. Tapi aku punya me time khusus kalau pas bener-bener sendiri, yaitu nonton DraKor atau nyalon. It’s really me banget deh pokoknya wkwkwkwk

  7. Nomor 5 itulah yang paling sering saya alami. Susah benar konsentrasi pada satu jenis kerjaan,seringnya merasa terganggu oleh medsos. hihihi..

    • Hehe, makanya itu, emang bagusnya ada jadwal online sendiri ya. menyesuaikan keseharian kita πŸ™‚

  8. Hehehe…..saya ga pernah mau melewatkan pekerjaan krn malas. Jd pokoknya jam sekian semua harus selesai urusan rt & lanjut dg urusan nulis atau lainnya. Biar ga bertumpuk2..

    • Hehe, harus dicari hobinya apa, terus sempatkan lakukan hobi di sela rutinitas. Misal seminggu sekali, disesuaikan aja dengan keseharian kita

  9. Cakep nih tipsnya bisa diterapkan. Apalagi yang sibuk kayak Mbak Emi, kerja sambil nulis, sambil ngeblog, sambil ngurus anak. WOW

    • hehehe, saya masih belajar mbak. Salah satunya, saya membatasi aktivitas. Gak bisa semua job saya ambil kan πŸ˜€

  10. Om mumuth percaya kalo emak-emak emang multi tasking. Bisa melakukan seabrek pekerjaan dalam satu waktu. Makanya salut bagi ibu rumah tangga yg bisa mengatur waktunya dengan luar biasa. Beda kalo sama bapak bapak. Fokus pada satu activitas .

    • Hehe. Sebenarnya tergantung masing-masing orang juga. Katanya kalo orangnya condong otak kanan, bisa lebih mudah untuk urusan ini. Saya pribadi sebenarnya lebih suka fokus satu kerjaan dulu, baru nyelesain yang lain. Tapi kadang emang tuntutan hidup sih πŸ˜€

  11. Kalau aktivitasnya bisa dilihkan ke orang2 lain serumah tapi merekanya pemalas gimana? Nunggu2 akhirnya tetap nggak dikerjakan, sakit hati dan kesalnya berkali2 lipat nah

    • Hehe, makanya perlu ada kerjasama yang baik antar keluarga. Seorang ibu kan juga leader di keluarga. Apalagi ibu yang sering berinteraksi dengan anak-anak. Dan lagipula kalau pengalihan ke orang lain, misal alih-alih masak jadi pesan go-food, pake duit kan gak mungkin tertolak πŸ˜€ Yang pasti segala sesuatu ada konsekuensinya. Apakah mau ngerjain sendiri atau dialihkan ke orang lain

    • eaaa, ada yang pengen jadi emak-emak, hehe. Gakpapa mbak, nikmatin dulu sesuai dengan masanya πŸ˜€

  12. Kadang, cape ga ketahuan sebabnya apa. Bener, memberi nyawa pada aetiap aktivitas, dimulai dari meluruskan niat, paham apa yang akan dicapai dan menikmati prosesnya.

    • Iya Mbak, Di Islam sendiri sudah mengajarkan kita kalau sholat itu khusyuk. Tiap aktivitas bagusnya kita khusyuk, full konsentrasi. Makasi udah mampir mbak πŸ˜€

  13. Saya masih susah tuh memanage waktu.. antara keluarga, ngeblog dan nonton drakor, kebanyakan nontonnya kali ya.. sampe-sampe papinya TJ (Leantoro) sering Nyindir tuh, kalo saya kelewatan lama nonton drakornya, “Maminez.com gak bisa gede kalo cuman nonton Drakor” hikhik

    • Hihihi. Memang mesti ada pengaturan waktu, Kapan me- time dan kapan melaksanakan kewajiban ya. πŸ˜€

  14. Keren nih, kalau saya kadang gak bisa fokfokus gegara harus mengerjakan 2 hal yang berbeda, misal..
    Ngurus rumah, tapi ada deadline kerjaan hahaha

Webmentions

  • Pastikan Anda Tidak Miskin, Belajar jadi Enterpreneur, yuk! (Review Seminar Enterpreneur dari Dus-Dusan) – Emmy's site 2018-09-16

    […] Mau belajar manajemen waktu untuk mom zaman now? Baca di sini […]