in bisnis, life style, Review, Uncategorized

Pastikan Anda Tidak Miskin, Belajar jadi Enterpreneur, yuk! (Review Seminar Enterpreneur dari Dus-Dusan)

Pada hari Sabtu, tanggal 8 September 2018 lalu saya bersama teman-teman dari Tapis Blogger berkesempatan mengikuti Seminar Enterpreneur dengan tema Mengubah Mindset menjadi Omset yang Terus Meroket. Bertempat di Aula IIB Darmajaya, lantai tiga, acara ini disponsori oleh Dus-Dusan, Medina juga Al Mitry Indo.

Dibuka oleh sepasang MC, acara ini pun diawali dengan sambutan dari Mas Edo, suami dari Mbak Ivo, yang keduanya ini merupakan pemilik Al Mitry Indo. Mbak Ivo menceritakan, awal mula beliau bisa menjadi reseller dus-dusan, pertamanya tahu dari Facebook. Kemudian Mbak Ivo jualan di arisan. Dari yang awalnya pesanan bisa diatasi sendiri, lama-lama tambah banyak pesanan sehingga Mbak Ivo membutuhkan modal yang lebih besar. Dari situ Mbak Ivo curhat ke suaminya, Mas Edo. Akhirnya mereka pun mendapatkan pinjaman dana sebesar 3 juta dari adiknya Mas Edo.
Itulah awalnya hingga bisnis mereka bertambah besar kemudian bisa membuka 11 toko cabang di Lampung. (Bahkan pada saat acara ini diadakan sudah bertambah 2 cabang lagi, jadi 13 cabang)

Pesan Mbak Ivo yang terngiang di telinga saya, apa yang kita lakukan harus dengan ridho suami, maka jalan kesuksesan akan terbuka. Pesan Mas Edo sendiri adalah bahwa bisnis dus-dusan ini cocok buat emak-emak berdaster untuk bisa punya penghasilan di atas manajer.

Mau belajar manajemen waktu untuk mom zaman now? Baca di sini

Kemudian, datanglah pembicara materi pertama, langsung dari dus dusan pusat di Jakarta. Beliau adalah Christian Kustedi (co-founder PT. Dus-dusan). Mas Christ menjelaskan dus-dusan memiliki visi untuk memajukan perekonomian Indonesia. Saat ini cabang dus-dusan lebih dari 60000 se-Indonesia. Dus-dusan berfungsi sebagai supplier yang menyediakan barang untuk dijual kembali oleh reseller.

Berawal dari permasalahan yang umum ada dan kita semua alami yaitu pengeluaran lebih banyak dari pendapatan. Salah satunya karena inflasi pendidikan naik 15-20%, apa solusi yang bisa kita raih?

Jualan online? Itu ide bagus. Tapi sayangnya gak semua bisa langsung fasih memanfaatkan platform.
Ikut MLM? Sebenarnya bagus. Tapi gak semua cocok rekrut orang.
Kalau direct selling? Bagus sih, tapi gak semua kuat dengan kewajiban target. Apalagi nantinya jadi stock barang yang tidak terjual.
Mau belajar investasi? takut kejebak money game.

Nah, kalau di dus-dusan, anda diajarkan merintis bisnis anda, bukan bisnis orang lain. Karena setiap reseller diizinkan memakai brand sendiri. Bahkan tidak ada kata dus dusan pada produknya. Reseller bebas menggunakan brand sendiri. Hal ini dilakukan untuk melindungi resellernya agar melakukan repeat order kembali ke reseller masing-masing, bukan dus-dusan.

Awal anda menjadi reseller, jangan terburu-buru melakukan stok barang. Penjualan bisa dilakukan dropship. Saat anda mendaftar di dus-dusan, anda akan diminta upload logo toko anda (brand anda). Logo ini akan otomatis dicetak pada setiap produk dus-dusan yang anda pesan dan hendak dikirimkan ke pembeli. Menarik sekali kan?

Brosur dus dusan

Di dus-dusan nantinya anda juga akan diajarkan berjualan. Sebagai contoh, untuk emak-emak nih, bisa jualan dengan memakai sistem arisan. Tak perlu mencari banyak orang sekaligus, cukup cari satu ketua arisan, satu orang emak yang paling vokal yang bisa mencari teman-teman lain untuk diajak arisan bersama-sama. Nah, buat ketuanya ini nanti, bisa kita kasih fee atau produk gratis.

Berlanjut materi selanjutnya yaitu oleh Mas Hasan Ashari (founder Claire, Master Trainer Dan Terapis). Ini merupakan materi yang paling menarik menurut saya. Coba saja lihat prestasi beliau:

Awal mula Mas Hasan mengajak hadirin menjawab pertanyaan, hal apa yang paling mengurangi kemiskinan di Indonesia. Jawabannya adalah pastikan dulu kalo anda tidak miskin.

Mas Hasan mengambil contoh seorang pendaki gunung Everest yang terkenal yaitu Sir Edmund Hillary. Sudah tahu kan puncak Everest merupakan gunung tertinggi di dunia. Untuk mencapainya bukanlah hal yang mudah. Apalagi di puncaknya suhu bisa mencapai minus 23 derajat celcius.

Mr. Hillary sendiri hanya mencapai sekitar 15 menit setelah di puncak, sebelum akhirnya turun kembali. Ketika berhasil turun beliau sempat diwawancara, apa sih yang menjadikan Mr. Hillary semangat mendaki gunung. Beliau hanya singkat menjawab: “Because it’s there.” Sampai sekarang tidak ada yang tahu, apa yang dia maksud “it”.

Intinya adalah, rumus mencapai kesuksesan, mudah saja: RxPxM

R adalah Reason atau alasan.
Apa alasan anda sehingga harus sukses? Apa alasan anda gabung dus-dusan? Alasan ini sebisa mungkin rinci. Jangan cuma sebutkan ingin kaya. Tapi juga rinci, ingin uang nominal berapa?

P adalah Purpose atau tujuan.
Setelah menemukan alasan, gandengkan dengan tujuan. Tujuannya ingin uang sekian itu untuk apa? Untuk naik hajikah? Untuk pengobatan kah? Untuk kuliah lagikah? Harus rinci.

M adalah Massive Action.
Setelah alasan dan tujuan kita temukan, langkah berikutnya adalah tindakan massive, atau terus menerus. Tindakan nyatanya apa yang harus kita lakukan agar sukses gak cuma sekedar mimpi?

Lalu setelah itu, Mas Hasan mengajak hadirin menonton sebuah video yang membuktikan bahwa input sangat mempengaruhi output. Adalah sepasang kembar identik yang sebenarnya memiliki persamaan karakter. Namun ketika keduanya diberikan perlakuan yang berbeda maka hasilnya terlihat sekali perbedaan yang jelas pada keduanya.

Sebut saja pasangan ini, A dan B. Ketika A diberikan musik pengantar pagi yang enerjik, tontonan komedi, buku bacaan yang memotivasi, di sisi lain, B, kembarannya diberikan musik mellow, tontonan drama, buku bacaan yang sad ending, lalu keduanya diminta untuk berbelanja di sebuah toko. A menunjukkan kepercayaan diri yang baik, dia sangat nyaman dengan dirinya sendiri dan berbelanja sesuai keinginan hatinya. Sementara B menunjukkan keminderannya, dia menjadi tidak percaya diri dengan keputusannya sendiri, akhirnya B hanya berbelanja satu item saja, itupun setelah meyakinkan pada penjualnya bahwa dia boleh mengembalikan barang bila dia merasa tidak cocok, B merasa pada hari itu, dia seolah tidak bebas menjadi dirinya sendiri.

So, yang punya hobi nonton atau baca yang galau-galau, hati-hati ya bisa mempengaruhi mood anda. Bukan gak mungkin mengubah karakter kita di kemudian hari. (Tunjuk diri sendiri 😀 )

Tonton film komedi romantis saja yuk. Contohnya yang satu ini

Rukun sukses berbisnis adalah: 3 C
Care adalah peduli. Alasan orang membeli adalah karena kebutuhannya. Kita peduli pada apa yang dia butuhkan.

Connection adalah hubungan antara kita ke konsumen. Percaya deh, orang membeli sesuatu pada anda, karena mereka suka dengan anda! Itu yang akan membuat konsumen akan kembali dan kembali lagi ke anda.
Gimana caranya supaya kita disukai? Kembalikan pertanyaan itu kepada diri sendiri. Anda sukanya belanja dengan penjual yang seperti apa? Maka jadilah penjual yang seperti itu.

Competency adalah jadilah orang yang kompeten. Bisa kita lihat pada gambar berikut ini:

Hal penting untuk menjadi sukses: Attitude, Skill, Knowledge. Jadilah seorang yang berbeda dengan cara milikilah ilmu. Itu yang akan menjadikan kita sukses berbisnis.

Apa sih perbedaan orang sukses dengan tidak sukses? Padahal keduanya memiliki waktu yang sama, 24 jam dalam sehari.
Mas Hasan memberi contoh seorang CEO. berdasarkan penelitian; CEO rata-rata membaca 60 buku per tahun. Warbyasaahhhh!! Pantas mereka bisa menjadi sukses, karena mempunyai kebiasaan baik yang berbeda dari orang kebanyakan. Duh, lagi-lagi saya ngerasa ketonjok 😀

Ilmu lainnya yang di-share Mas Hasan; “20% pembeli adalah mereka yang pernah membeli pada anda” (Tum Desem Waringin)

Jadi, sangat penting ya untuk melakukan follow up. Hukum follow up ini sendiri ada aturan 1/7/30.
Pertama, lakukan follow up pada 24 jam pertama dari anda menawarkan produk anda, bila anda masih ditolak, lanjutkan langkah kedua.
Yaitu, lakukan lagi follow up seminggu kemudian. Bila seminggu kemudian, anda masih ditolak, maka cukup sampai di situ, jangan dilanjutkan lagi langkah ketiga. Tapi bila penawaran anda diterima, lanjutkan langkah berikut ini.
Ketiga, lakukanlah follow up sebulan kemudian.

Tentunya tindakan ini pun harus kita lakukan secara konsisten, atau terus menerus. Ingat hal ini: 80% penjualan tercipta pada usaha ke-5 sampai dengan 12. Jadi kalau sekali saja mencoba sudah mau menyerah, gimana mau sukses ya.

Nah, menarik sekali bukan Seminar Enterprenur yang saya ikuti ini. Lagi-lagi ini merupakan berkah saya menjadi bagian dari Tapis Blogger. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat 🙂

Baca juga 7 Manfaat Bergabung dengan Tapis Blogger

Aku bersama Tapis Blogger dalam acara Seminar Enterpreneur

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

46 Comments

  1. Keren banget…step-step entepreneur diuraikan dengan teliti. Wah…kayaknya saya udah terlambat niih mau mulai bisnis. Saya yg belanja aja deh. Amiiin…Hehe…

  2. sekali saja mencoba sudah mau menyerah, gimana mau sukses ya.

    jleb rasanya..
    bener banget nih, kita seringkali sudah menyerah pad diri padahal usaha belum maskimal.
    Keren ini dus-dusan..
    Ulasannya juga lengkaaap Mbka, terima kasih sharingnya yaa:)

  3. Ini belajar menjadi entrepreneur dengan cara asyik, ya. Tapi bener banget sih, Mbak. Orang berbisnis itu mesti isi tangki ilmu dulu. Duh, kebiasaan baca bukunya bikin mupeng banget, yaaa. Itu boleh dipinjam nggak, ya? Hihihi …

  4. Huwaaa… Mau jdi enterpreneur juga doong. Duh enaknya ada komunitas blogger yg aktif gini. Anggotanya jadi kebanjiran info deh. Asli ngiri gue. Hehe

  5. Cuman satu, saya harus belalakan mata saya kalo liat foto2 nya.. kenapa gak di normal size aja mbak. ini kritikan yah. saya gak mau comen, ngritik aja.. hehehe.

    • Haha, emang ini bukan comment? 😅 okay makasih. Nanti digedein. Soalnya tadinya takut gak muat kalo gede2 semua 😁

  6. Mengenai tips follow up,ternyata perlu kesabaran extra ya dalam berbisnis.kalo aku seringnya nyerah duluan hihihi😁
    Bermanfaat banget nih sharingnya,bisa membuka wawasan bagi pemula