in life style, Review

Karena Seorang “Bad Guy” Belum Tentu “Bad” (Review Film Animasi “Wreck-It Ralph”)

Judul Film: Wreck-It Ralph
Diproduksi oleh: Walt Disney Animation
Sutradara: Rich Moore
Penulis skenario: Phil Johnston dan Jennifer Lee
Pengisi suara: John C. Reilly, Sarah Silverman, Jack McBrayer dan Jane Lynch
Rilis pada tahun: 2012 dan beredar di Indonesia pada tahun: 2015

Wreck-It Ralph (sumber: wikipedia)

Tahu nggak, rasanya jadi “bad guy” yang selalu terkucilkan? Adalah Ralph, nama panggilan dari “Wreck-it Ralph”, tokoh antagonis dalam sebuah mesin game. Sesuai namanya, Ralph mempunyai tugas sebagai “penghancur” dalam permainan tersebut. Dia mempunyai tangan besar yang memudahkan menjalankan misinya. Apapun yang disentuhnya bisa hancur dengan mudah. Bertolak belakang dengannya, “Fix-it Felix” yang bertugas memperbaiki apapun dihancurkan oleh Ralph. Berbekal sebuah palu emas, Felix bisa menjalankan misinya. Tentu saja hal ini sesuai dengan judul game tersebut; “Fix it, Felix!”.

30 tahun sudah, game “Fix it Felix” menjadi salah satu jenis permainan dalam sebuah toko (kalau di sini samalah seperti game di Time Zone) yang masih digemari anak-anak. Lama-lama Ralph mulai merasa jenuh dengan tugasnya. Dia mencurahkan isi hatinya dalam sebuah perkumpulan tokoh antagonis dari semua mesin permainan. Ralph ingin sekali merasakan peran sebagai “good guy”. Teman-teman sesama pemegang peran antagonis, seperti Zombie, Satan, dan lainnya berusaha menasihati Ralph, bahwa tak mungkin mengingkari peranan mereka sebagai antagonis. Bahkan mereka mempunyai motto yang sangat bagus lho, yaitu:

“I am bad, and that’s good. I will never be good man and it’s not bad. There’s no one I’d rather be than me.”

(sumber: Pinterest)

Dalam perjalanan pulang, Ralph menyadari bahwa ternyata dalam game-nya sedang merayakan pesta anniversary ke-30 tahun. Melihat itu Ralph menjadi geram dan berpikir, mengapa dia tak pernah diundang dalam acara pesta? Terlebih bahkan tokoh dalam game lain pun, seperti Packman, diundang dalam pesta tersebut.

Felix yang diminta warga mengusir Ralph, akhirnya memperbolehkan Ralph menghadiri acara pesta, hanya untuk mencicipi kue. Ralph yang awalnya senang menjadi tertegun saat dia melihat kue yang dibuat percis berupa miniatur gedung apartemen lengkap dengan penghuninya. Miniatur felix berada di puncak gedung dengan medalinya, sementara miniatur Ralph berada di bawah, sendirian, tercebur kolam cokelat.

Film drama komedi yang satu ini cocok untuk ditonton bersama pasangan.

Ralph menyatakan protesnya, mengapa hanya dirinya yang berada sendirian di bawah? Tanpa sengaja karena dipengaruhi amarahnya, Ralph pun menghancurkan kue tersebut. Ralph tersinggung dengan anggapan penduduk bahwa seorang antagonis seperti dirinya tidak akan pernah mendapatkan medali. Dari situ, Ralph pun bertekad, bahwa dia bisa mendapatkan medali, layaknya “good guy”.

Kemudian Ralph tanpa berpikir panjang berusaha mendapatkan medali dalam sebuah game lain. Dia menyamar menjadi salah seorang tentara dan memasuki game bernama “Hero’s Duty”. Ralph tak memahami bahwa perjuangan untuk mendapatkan medali begitu berat, para tentara harus membunuh cy-bug (cyber bug) yang begitu banyak.

Sementara itu, dalam game “Fix it Felix” terjadi kekacauan. Saat ada seorang anak yang ingin bermain di game ini, citizen pun kelabakan karena tak ada kehadiran Ralph di sana. Felix memutuskan untuk mencari Ralph. Dengan petunjuk dari Qybert, seorang tokoh game yang hidup menggelandang (karena mesin game-nya out of order), Felix mengetahui bahwa Ralph ada di “Hero’s Duty”. Ralph dianggap “menjadi Turbo”. Istilah ini berasal dari Turbo, seorang tokoh dalam game balapan mobil “Turbotastic” yang iri dengan mesin game balapan lainnya (Road Blaster) dan berusaha melintas memasuki game tersebut, yang kemudian berakibat kedua mesin dianggap rusak dan tidak dapat beroperasi atau “out of order”. Khawatir hal tersebut terjadi pada game mereka, Felix menyusul ke “Hero’s Duty”.

Ternyata saat itu, Ralph yang sedang mengambil medali secara diam-diam tanpa sengaja memecahkan salah satu telur cy-bug. Ralph yang panik dengan kejadian itu menaiki salah satu pesawat. Kejadian itu disaksikan oleh Sersan Calhoun, pemimpin dalam game “Hero’s Duty” dan Felix yang sedang mencari Ralph di sana.

Pesawat yang dikendarai Ralph terbang tanpa kendali dan tanpa sengaja jatuh dalam sebuah game lainnya yang berjudul “Sugar Rush”. Dari situ pengalaman sebenarnya Ralph dimulai. Di game tersebut, Ralph bertemu dengan Vanellope von Schweetz, seorang glitch/cacat gambar yang kemudian merebut medali Ralph. Awalnya Ralph tidak menyukai Vanellope, lama-lama dia pun tersadar bahwa ada persamaan antara dirinya dan Vanellope, yaitu sama-sama menjadi orang yang tersisih dari game-nya. Malangnya Vanellope tidak seberuntung Ralph. Gadis kecil itu tak bisa meninggalkan game-nya apapun yang terjadi.

Bagaimana akhirnya perjalanan mereka? Dapatkah Ralph mendapatkan medali yang diambil Vanellope? Bisakah Felix membawa Ralph kembali dan menyelamatkan game mereka? Lalu bagaimana dengan cy-bug yang sudah terlanjur masuk dalam game Sugar Rush? Tonton saja di film ini.

Film animasi berdurasi dua jam ini memiliki plot twist yang menarik. Alurnya tidak mudah ditebak, menarik, mempunyai unsur komedi, drama dan juga roman. Selain itu film ini juga mengajarkan banyak hal. Yang pertama kita harus menerima diri sendiri, menerima apapun peranan diri kita. Bila memang kita diposisikan sebagai bad guy, buktikan bahwa kita tak benar-benar bad. Itu hanyalah suatu peranan yang harus dijalani. Toh, terbukti bahwa good guy maupun bad guy memiliki peranan yang sama pentingnya dalam sebuah game. Begitulah kehidupan, semua peranan sama pentingnya agar hidup dapat berjalan seimbang.

Begitu pula nasihat tersirat lainnya dalam film ini, bahwa jangan lantas men-judge seseorang hanya karena peranan yang dia jalani. Alasan utama timbulnya masalah adalah karena ketidakadilan perlakuan warga yang dirasakan Ralph. Sementara yang lain bisa tidur nyenyak dalam gedung apartemen, Ralph tersisih di samping sebuah pohon besar bersama runtuhan bangunan, seperti seorang gelandangan.

Pelajaran tentang men-judge seseorang juga bisa anda lihat di film animasi satu ini.

Hikmah lainnya adalah “you don’t need a medal to be a hero”. Bukan ada tidaknya medali yang menjadikan seseorang pantas disebut pahlawan namun bagaimana attitude-nya secara keseluruhan.

Wah, seru banget kan! Apalagi katanya sebentar lagi, tepatnya November 2018, akan ditayangkan lanjutan film ini, yaitu Wreck It Ralph 2. Jadi tidak sabar ingin menonton lanjutannya juga, seperti apa ya. Tengok saja trailernya di sini:

Trailer “Wreck-It Ralph 2”

“Wreck-It Ralph 2” (sumber otakukart)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

43 Comments

  1. Aku jarang banget nonton film mbak ya gimana di metro enggak ada bioskop. Baca review mbak nih bikin kepingin juga nonton bawa anak-anak, tapi kapan ya hehehehe.
    Btw makasih ya mbak infonya keren banget.

    • Aku juga jarang banget ke bioskop Mbak. Mana bisa, ninggalin anak dalam waktu lama. Hehe. Ini karena suamiku yg nyari filmnya, buat anak. Aku cuma ikutan nonton. Buat nemenin anak juga kan, hehe

  2. Aku suka banget dengan ini: “you don’t need a medal to be a hero”. Bukan ada tidaknya medali yang menjadikan seseorang pantas disebut pahlawan namun bagaimana attitude-nya secara keseluruhan.

    Setujuuuu…! Lagi kutunggu juga sekuelnya!

  3. Nah, aku ngikutin ceritanya dari ulasannya Mbak aja, deh. Di rumah tak ada yang nonton animasi. Jadi saat habis baca ini terus ada teman yang bahas kan aku jadi nggak ndeso-ndeso amat gitu hahaha … Tapi ini seru lho, ya. Pengen nonton tapi sama siapa yak?

    • Yup. Saat menjalani peran harus sungguh-sungguh. Tapi bukan berarti harus beneran jadi bad guy kan

  4. Wow ternyata fiosofinya dalem juga ya mba, padahal “cuma” film animasi. Tapi kayaknya emang bisa dipakai untuk mendiidk anak agar mencintai diri sendiri. Thanks for sharing!

  5. Saya sukaa film inii, anak-anak sukaaa. Saya lebih tertarik sam si malfunction Venelloppe. Di tengah kesendiriannya, ketidaknormalannya, dia tetap mewujudkan mimpi meski harus dihina. Hidup Venellopeeee hidup Raaalllpp

  6. Setuju kalau attitude yang membuat seseorang bisa mendapatkan perlakuan yang baik dari orang-orang disekitarnya. Animasi yg oke kesukaan anak-anakku…thx mb ulasannya..

  7. Aku suka banget film ini. Meskipun hatus lihat dari awal karena kalo langsung di tengah gak paham. Haha… Secara lihatnya cuman di tivi

  8. Pesan moralnya dlm film ini ada, suka sama film animasi2 yg mengandung pesan moral kaya ice age juga, aku suka ga da info animasi2, mbak Emmi up date ya.. maaf mba baru muncullah🙏😊 salam dari Betty

    • Hehe, kebetulan aja Mbak, krn nemenin anak2 nonton kan. Kan orgtua harus mendampingi. Okay Mbak 😁

  9. Baru sempat nonton Wreck it Ralph yang 1, emang cukup mengesankan bagaimana seorang karakter Game Antagonis memerankan alur cerita sebagai Protagonis.

    btw kalau dari sejarah game Fix It Felix kayaknya game yang udah sangat jadul banget, tapi beberapa game Nitendo jadul dapat dikenang dengan nonton Movie yang satu ini

Webmentions

  • Mencermati Hikmah dalam Film “Dear Nathan Hello Salma” dari Sudut Pandang Orangtua – Emmy's site 2018-11-02

    […] Film animasi pun juga banyak mengandung hikmah loh, salah satunya ini […]