in life style, Review

Dari Ruwetnya Mengurus Sebuah Pernikahan hingga Datangnya Hidayah (Review “Insya Allah, Sah!” Karya Achi TM)

Judul Buku: Insya Allah, Sah!

Penulis: Achi TM

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun: 2017 (cetakan kedua)

ISBN:

978-602-03-1465-5

Jumlah halaman: 328

Blurb:

Kenapa sih semesta ini seperti berkonspirasi mengacaukan persiapan pernikahan, Silvi?

Silvi terjebak dalam lift bersama Raka. Karena panik, Silvi bernazar akan memakai jilbab kalau bisa keluar dari lift. Masalahnya, bagaimana mungkin ia -desainer sekaligus pemilik Silviana Sexy Boutique yang beromzet miliaran- bisa memenuhi nazar untuk berjilbab? Gila aja, kan?! Tapi, menurut Raka nazar harus dipenuhi, kalau tidak, kesialan beruntun akan terus menimpanya.

Kekacauan urusan pernikahan Silvi ternyata tak kunjung kelar. Ketika Silvi rela mencoba berjilbab demi kelancaran urusan pernikahannya, ia mendapati kenyataan yang mengejutkan. Dion, calon suami Silvi, ternyata tak suka perempuan berjilbab dan mengancam akan membatalkan pernikahan mereka!

Kalau buku yang satu ini sangat bermanfaat bagi anda yang sedang mencari Soulmate sejati.

Waktu saya membaca novel ini, saya seperti terbawa dalam dunia Silvia yang cocok sekali dengan figur chicklit zaman now, yaitu perempuan sukses, single, mandiri, dan punya 3B banget-lah, Brain, Beauty, Behavior.

Cara penceritaan yang baik buat kita masuk ke karakter tokoh-tokohnya. Dari mulai Silviana, lalu Kiara; sahabatnya yang alim, Raka yang sifatnya selalu mengingatkan Silvi pada Kiara, serta Gina, adik Silvi yang karakternya mengingatkanku pada film-film “blondie“.

Kamu gak cuma bisa dapetin unsur komedi dan love story yang bikin deg-degan di sini. Tapi juga ada banyak nasihat-nasihat Islami yang diberikan sangat mulus. Santai tapi: jleb!

Contohnya pada potongan dialog ini:

“…kapan aku ada waktu buat shalat? I’m really busy, Kia.”

“Malaikat Izrail juga busy lho, Sil.”

Novel ini adalah salah satu bacaan yang bikin saya betah melek demi penasaran ending-nya bagaimana. Apalagi beneran deh, saya belum sempet nonton filmnya. Dan meskipun dapat sedikit spoiler dari seorang teman, tapi saya tetap penasaran dengan novelnya. Walau kamu udah nonton, saya tetap sarankan kamu untuk baca novelnya. Soalnya beda banget! Terutama penggambaran tokoh Raka.

Saya pribadi yang sempat senyum-senyum sendiri waktu baca cerita ini, tak urung sempat meneteskan air mata saat membaca bab-bab terakhir, khususnya Bab 26: Penentuan.

Sumber gambar: koleksi pribadi

Hikmah yang saya ambil dari novel ini antara lain:

Pertama, jodoh mengikuti siapa diri kita sebenarnya, jika ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka pantaskan dulu diri menjadi orang baik-baik.

Kedua, berdakwah itu bisa dilakukan berbagai cara. Kadang-kadang cara nyantai dan slow seperti yang dilakukan Raka maupun Kiara itu akan lebih mudah memasuki hati dan membuka pintu hidayah seseorang. Tanpa harus pakai acara tarik urat dan berdebat.

Ketiga, kekuatan tulisan itu ternyata mempunyai dampak yang begitu besar. Hidup Silvi sempat hancur karena berita infotainment. Begitu dia bangkit kembali dibantu tulisan seseorang di blog yang menceritakan dirinya. So, hati-hati sama penulis ya. Hohoho!

7 hal yang akan membuat anda berpikir ulang untuk menjadi seorang penulis

Dua buku novel favorit dari penulis yang sama

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

33 Comments

      • Iya ya mba Emmy.. bener banget. Satu2 dulu deh. Belajar nulis non fiksi baru baca novel. Mba Emmy suka buku2 Tere Liye?

      • Suka sih tapi belum banyak yg aku baca huhuhu

      • Aku belum pernah baca. Cuma orang2 bilang bagus. Nanti klo mba udah baca, aku tunggu review-nya ya πŸ˜‰

      • Baik mba Emmy, nanti klo udah longgar aku mau liat2 ah πŸ˜‰. Terima kasih πŸ™πŸ»

  1. Wah menarik banget mbak bukunya jadi pingin. Setuju banget jodoh kita ya seperti diri kita. Mau dapat jodoh baik ya harus jadi baik dong.mantap review nya mbak.