in Uncategorized

Bagaimana Bila Kematian Tidak Bisa Menghalangi Cinta? (Review Segitiga Cinta Dua Dunia karya Ratna DKS)

Cover belakang Segitiga Cinta Dua Dunia

Judul: Segitiga Cinta Dua Dunia

Penulis: Ratna DKS

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

Tahun: 2017

ISBN: 978 602 394 852 9

Blurb:

Tak ada yang bisa menebak takdir. Pun hanya takdir perkenalan kita. Hidup seseorang bukan bergantung pada seberapa hebat manusia itu melindungi raganya, melainkan pada takdirnya. Jika ia belum ditakdirkan mati, maka ia takkan pernah mati.

Bahkan ajal tidak mampu membuat Mada berhenti mencintai seorang perempuan.

Dalam sisa waktu empat puluh hari rohnya di dunia, ia terus memperjuangkan perasaannya.

Apa yang akan kamu lakukan jika sosok malaikat maut tiba-tiba menampakkan diri dan mengatakan hidupmu takkan lama lagi?

Mada, sosok figur idola para remaja, dalam suatu kesempatan dibisikkan sosok malaikat bahwa hidupnya takkan lama lagi. Karenanya dia mempersiapkan segalanya. Dari mulai dari masuk asuransi, mengadakan jumpa fans dan sebagainya.

Pelajaran tentang melupakan bisa kamu dapatkan di novel ini

Saat Mada ingin memesan tanah makam untuknya sendiri, tak diduga dia bertemu Okta, sosok manajer yang membuatnya jatuh cinta. Ini dikarenakan sikap ketusnya Okta yang tidak biasa didapatkan Mada. Dia sudah terbiasa dengan perhatian dan orang-orang yang memujanya.

Awal saya membaca novel ini, saya jadi teringat dengan sebuah webtoon 90 days. Namun tentu saja jalan ceritanya sangat berbeda.

Alur dalam novel ini termasuk cepat. Selain penggambarannya yang jelas, tersisip juga adegan action yang menegangkan. Makanya saya jadi tak sabar ingin segera menghabiskan novel ini, ingin tahu gimana sih kelanjutannya. Plot twist yang dihadirkan sangat menarik, trus dapet.

Segitiga Cinta Dua Dunia karya Ratna DKS

Sosok Okta yang ternyata mempunyai masa lalu kelam sehingga dia bersikap dingin dengan laki-laki manapun. Juga sosok Dhika, putra dari pemilik tanah makam, pun memiliki masa lalu yang tak terduga sehingga perlahan mengubahnya menjadi pribadi lebih dewasa, berkat jasa Mada juga.

Hikmahnya cerita ini tentu saja kembali lagi mengingatkan kita akan kematian yang bisa datang kapan saja. Sebaik-baiknya manusia adalah yang melakukan persiapan. Tak hanya persiapan untuk kematian, tapi juga persiapan kita dalam hidup, seperti hendaknya jangan menghambur-hamburkan uang, untuk persiapan suatu waktu ada kejadian mendadak.

Recommended untuk bacaanmu di saat nyantai. Saya baca melalui aplikasi ipunas. Download saja di ponselmu.

Novel karya Ken Terate satu ini juga saya baca di ipunas

Aplikasi Ipunas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Webmentions

  • Ketika Sebuah Usaha Mengatasi KDRT Dipadukan Kisah Romance Remaja (Review “Insecure” Karya Seplia) – Emmy's site

    […] Cinta segitiga antara manusia dan hantu? Baca review salah satu novel yang kubaca di ipusnas ini! […]