in Uncategorized

Kupas Tuntas Penyakit Malaria (Indonesia Menuju Zero Malaria)

Ada yang tahu tentang penyakit malaria? Bukan malarindu tropikangen, bukaaan. Ini serius! Ternyata, penyakit Malaria ini ternyata termasuk berbahaya, lho.

Berdasarkan Laporan Word
Malaria Report (WMR) tahun 2018 melaporkan bahwa terjadi penurunan insiden penyakit malaria di dunia sebanyak 8% antara tahun 20102017, yaitu 239 juta kasus tahun 2010 menjadi 219 juta kasus tahun 2017.
Penurunan kasus di Indonesia lebih tinggi yaitu sebanyak 44% dari tahun 2010-2017, kasus tahun 2010 sebanyak 465 ribu menjadi 261 ribu kasus tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018 total terdapat 222 ribu kasus malaria di Indonesia.

Pada akhir tahun 2018 diketahui sebanyak 198 juta atau 75 % penduduk Indonesia telah hidup di daerah bebas malaria dan 285 Kabupaten/Kota telah mencapai status eliminasi penyakit malaria.

Nah, makanya baca artikel ini sampai selesai ya. Kita kupas tuntas penyakit Malaria karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Apa sih, Malaria itu?

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina.

Malaria dapat menyerang semua orang, laki – laki, perempuan, dan semua golongan umur, termasuk bayi dan anak- anak.

Jenis-jenis malaria yang umumnya dikenal adalah sebagai berikut:

a. Malaria falsiparum

Yaitu malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, dengan gejala demam. Jenis malaria ini sering berkembang menjadi malaria dengan komplikasi yang menyebabkan kematian.

b. Malaria vivaks, yaitu disebabkan oleh Plasmodium vivax. Malaria vivax dapat menyebabkan anemia kronik dan juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi.

c. Malaria ovale, yaitu malaria yang disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinisnya bersifat ringan.

d. Malaria malariae. Kalau yang ini, disebabkan oleh Plasmodium malariae.

e. Terakhir, ada malaria knowlesi, disebabkan oleh Plasmodium knowlesi. Malaria knowlesi juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi.

Ternyata nggak hanya parasitnya yang bermacam-macam, juga nyamuk Anopheles yang merupakan perantara penyebar penyakit ini. Di Indonesia sendiri, sudah ditemukan sebanyak 26 spesies nyamuk Anopheles, luar biasa.

Gejala penyakit malaria seperti apa, sih?

Ini dia. Gejala penyakit malaria berupa demam, menggigil berkeringat dan dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal–pegal (gejala lokal spesifik).

Lantas, apa saja bahaya penyakit Malaria?

Tadi, kan, seperti yang saya ungkapkan di awal, bahwa penyakit ini cukup berbahaya.

Antara lain, bisa menyebabkan: anemia, yaitu terjadinya kekurangan darah pada penderita penyakit malaria karena sel – sel darah merah banyak yang hancur dirusak oleh plasmodium.

Anemia juga menyebabkan
daya tahan tubuh menurun, sehingga:
– Mudah terkena infeksi penyakit lain
– Daya kerja menurun
– Dapat menjadi bodoh karena pertumbuhan otak terganggu.

Apabila penyakit malaria terjadi pada ibu hamil, ternyata efeknya lebih berbahaya. Antara lain:

– Bayi bisa meninggal dunia

– bayinya akan lahir dengan berat badan rendah
– Bayi lahir dengan anemia
– Ibu hamil dapat meninggal dunia.

Manifestasi penyakit Malaria berat dapat berupa demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ sampai menyebabkan kematian.

Kemudian, bagaimana mengobati penyakit malaria ?

• Setiap orang dengan gejala malaria yang datang ke pelayanan kesehatan
(Puskesmas, Pustu, rumah sakit) dilakukan pemeriksaan sediaan darah tepi untuk memastikan apakah di dalam darahnya terdapat parasit malaria (plasmodium). Di daerah terpencil dapat dilakukan diagnosis dengan RDT.

• Setiap orang yang sediaan darahnya positif parasit malaria diberikan pengobatan Obat Anti Malaria (OAM) gratis yaitu Artemisinin based Combination Therapy (ACT).

• ACT yang digunakan oleh program saat ini adalah DHP (kombinasi Dihidroartemisinin dan piperakuin dalam satu dosis.

• Pengobatan diberikan sesuai dengan jenis malaria yang diderita kemudian dilakukan pemantauan perkembangan penyakit melalui pemeriksaan mikroskopis. Maka, pengobatan ini dilakukan dua tahap, ya. Tidak cukup diobati ketika timbul gejala saja. Namun harus berlanjut ke tahapan pengobatan selanjutnya supaya parasit tidak menyebar.

Bagaimana dengan penularan penyakit Malaria?

Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria (Anopheles sp) betina yang mengandung parasit
malaria kepada orang yang sehat.

Siapa saja yang berisiko terkena malaria ?

Penyakit malaria menyerang orang yang tinggal/pernah bermalam di daerah endemis malaria, baik itu karena pekerjaan dan kebiasaan berpindah (Wisatawan, TNI, Polri, pekerja tambang, perambah hutan dll)

Apa yang dimaksud dengan daerah endemis malaria?

Adalah daerah yang terdapat penularan malaria atau daerah yang selalu ditemukan kasus malaria.

Daerah endemis dibagi menjadi 3, berdasarkan insiden malarianya, yaitu endemis tinggi, endemis sedang dan endemis rendah.

Pada tahun 2018 terdapat 28 kabupaten endemis tinggi yang ditemukan di 4 (empat) provinsi yaitu: Papua, Papua Barat, NTT, dan Kalimantan Timur. Sedangkan daerah yang sudah tidak terdapat penularan setempat malaria disebut dengan
daerah pemeliharaan

Lingkungan yang berisiko menjadi tempat perindukan nyamuk Malaria adalah pada daerah endemis malaria terdapat nyamuk vektor malaria (Anopheles sp.).

Nyamuk Anopheles umumnya berkembang biak di lingkungan yang terdapat genangan air seperti rawa-rawa, lagun, muara sungai, tambak dan kolam terbengkalai, saluran irigasi, persawahan dan mata air.

Lingkungan harus dikelola dan dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk dengan cara bersama menggerakkan masyarakat untuk :
• Membersihkan lingkungan
• Melancarkan saluran air agar tidak tergenang
• Mengeringkan air yang tergenang

• Membersihkan lumut pada mata air dan danau
• Menebarkan/memelihara ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.) di lagun, kali, kolam dan air tergenang lainnya
• Menebarkan larvasida/racun jentik

Bagaimana cara yang paling aman untuk terhindar dari malaria ?

a. Menghindari gigitan nyamuk malaria dengan :
– Tidur di dalam kelambu anti nyamuk
– Pada malam hari berada di dalam rumah.
– Apabila keluar rumah pada malam hari hendaknya memakai pakaian yang dapat menutup badan seperti celana panjang, baju tangan panjang, sarung dan lain-lain
– Mengolesi tubuh dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).
– Memakai obat nyamuk bakar atau menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk.
– Memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi ruangan.
– Menjauhkan kandang ternak dari tempat tinggal
– Perilaku gigitan nyamuk adalah antara pukul 6 sore
sampai dengan pukul 6 pagi. Sudah jelas ya, bahwa nyamuk Malaria adalah nyamuk malam.

b. Mencegah adanya tempat-tempat hinggap/ istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk malaria, dengan
– Mengalirkan genangan-genangan air
– Membersihkan rumput dan semak di tepi saluran air
– Membersihkan semak-semak di sekitar rumah
– Menimbun dengan tanah atau pasir semua genangan air di sekitar rumah
c. Membunuh nyamuk dewasa dengan penyemprotan rumah menggunakan racun serangga
(insektisida)
d. Membunuh jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik atau menebarkan larvasida/obat anti larva (jentik) pada genangan air
e. Melestarikan hutan bakau di
rawa-rawa sepanjang pantai

Nah, makanya penting banget kita ikut berpartisipasi melakukan Eliminasi Malaria.

Apa yang dimaksud dengan Eliminasi Malaria ?

Eliminasi penyakit malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu. Setelah eliminasi tercapai tetap ada risiko terjadinya kasus malaria impor, karena vektor malaria masih ada di wilayah tersebut. Oleh karena itu kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali malaria harus dilaksanakan secara intensif.

Apa saja tantangan dalam proses pengendalian penyakit malaria di Indonesia ?

• Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria termasuk terhadap wisatawan dan pelaku perjalanan dari dan ke daerah endemis

• Sinergi peran multi sektoral dalam pengelolaan lingkungan khususnya terkait dengan tempat potensial perindukan nyamuk malaria

• akses layanan kesehatan masyarakat di daerah lemot

Salah satu yang kita sadari, ternyata ada loh hari peringatan penyakit malaria sedunia.

Apa maksud peringatan Hari Malaria Sedunia?

Simak cerita selanjutnya:

Pada Sidang Majelis Kesehatan Sedunia atau World Health
Assambly – WHA ke 60 tanggal 1823 Mei 2007 telah disepakati komitmen global tentang eliminasi malaria. Selain itu, disepakati untuk memperingati Hari Malaria Sedunia setiap tanggal 25 April.

Peringatan Hari Malaria Sedunia dimaksudkan untuk meningkatkan awareness dan komitmen semua komponen bangsa tentang pencegahan dan pengendalian malaria menuju eliminasi.

Makanya, jadilah masyarakat cerdas dan memegang andil dalam memberantas penyakit berbahaya, khususnya malaria. Mari kita turut berpartisipasi menuju zero Malaria. Bebas Malaria Prestasi Bangsa!

Sumber artikel: Fact Sheet 2019 Bebas Malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sumber gambar: Wikipedia, idsehat, thenationonline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Ngeri ternyata ya mbak Em penyakit endemis satu ini, aku jarang dapet meliput kasus ini karena aku perhatikan sekarang yang lagi sexy dibahas itu stunting, dan di Lampung juga saat ini belum bebas bebas amat