in Uncategorized

Pentingnya Seorang Ibu Memahami Hukum Alam Semesta

Hari ini, saya berkesempatan mengikuti acara bersama teman-teman anggota deMost. Yaitu para orangtua yang pernah berkonsultasi pada seorang pakar analisis sidik jari.

Apaan, tuh, analisis sidik jari? Kalau pingin tahu lebih lanjut soal analisis sidik jari, monggo klik ini .

Acara yang bertema “Woman in Rainbow” ini, diselenggarakan selama dua hari, Sabtu-Minggu, 27-28 April 2019, dengan berbagai pilihan jam, agar menyesuaikan kondisi peserta yang mau ikutan. Saya sendiri sengaja langsung mengambil kelas pertama, yaitu pada Sabtu pagi, jam 09.00 WIB.

Kenapa “woman”? Karena sebagai ibu, perempuan yang memegang kemudi dalam keluarga itu sendiri. Baik buruknya keluarga sangat bergantung dari sang ibu. Betapa dahsyatnya bukan, bila seorang ibu memahami hukum alam semesta?

Acara ini bertempat di RM Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, yang biasa menjadi tempat pertemuan beliau dengan para klien.

Siapakah dia yang saya maksud? Beliau adalah narasumbernya, pakar analisis sidik jarinya sendiri, Bapak Eko Chrismiyanto. Beliau juga seorang Trainer Motivator dan Konsultan Parenting, asal Bandar Lampung.

Bapak Eko Chrismiyanto, seorang pakar analisis sidik jari, trainer motivator dan konsultan parenting

Rangkuman ilmu dari acara ini akan coba saya bagikan sebagai berikut, supaya kita, khususnya para ibu lebih memahami hukum alam semesta dan penerapannya dalam kehidupan.

Permasalahan hidup manusia sebenarnya bersumber dari pikiran. Banyak dari kita yang masih mengkhawatirkan pendapat orang lain sehingga tidak mengoptimalkan kemampuan diri sendiri. Padahal, manusia layaknya diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna. Bahkan Iblis pun diperintah oleh-Nya untuk tunduk pada manusia. Dari sini saja hukum alam semesta sudah berjalan.

Mengecilkan manusia sama saja dengan tidak yakin pada ciptaan-Nya. Tidak selayaknya kita bersikap seperti itu. Apalagi sebenarnya kita hanya perlu ikhlas mengikuti hukum alam semesta. Nah, yang gimana itu maksudnya?

Sebelumnya, Pak Eko menyampaikan tiga tipe peserta seminar, sebagai berikut:
1. Peserta yang hanya melihat-lihat, bak turis yang sedang berwisata.

2. Peserta yang tidak sabaran, cenderung ingin acara lekas selesai.

3. Peserta yang seorang pembelajar. Mudahan kita termasuk yang ketiga ini. Kamu sendiri kalau menghadiri suatu acara biasanya masuk yang mana, nih?

Yang pertama kali harus disadari, sebelum mengetahui hukum alam semesta, bahwa EGO adalah virus. EGO di sini, singkatan dari Emosional, Galau dan Obsesif.

Emosional: sikap yg emosional ini akan menyerang hati sehingga sulit memahami nilai ketulusan.

Galau: kegalauan akan menghalangi nurani sehingga sulit mengerti nilai kehidupan.

Obsesif: terlalu mengejar kesempurnaan, obsesif ingin menjadi tanpa cacat, menyulitkan jiwa sehingga kita sulit memahami nilai keberkahan.

Maka kita harus menyingkirkan EGO. Caranya dengan mengaktifkan rasa, yaitu:

1. Menerima kenyataan

Ini sama seperti teknik acceptance yang saya kenal. Apapun kondisi kita, kita harus menerima. Dengan menerima kenyataan, setengah beban pikiran akan dilepaskan.

2. Memaafkan kejadian

Semua orang mempunyai masa lalu. Ada saja kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita, membuat sedih, kecewa, dan lainnya.
Maafkanlah semua kejadian di masa lalu, baik sejak kecil, remaja, serta yang baru-baru saja terjadi.

3. Memperbaiki keadaan

Kita terbiasa terbawa keadaan di masa lalu. Ketika usia bertambah tapi tidak ada perbaikan kualitas. Sebaiknya kita berperan aktif memperbaiki keadaan.

4. Tidak mengulangi kesalahan.

Manusia yang terluka, mengalami masalah berulangkali, bisa jadi karena selalu mengulangi kesalahan.
Terkadang kesalahan sengaja dilakukan, misalnya untuk membalaskan dendam atas perlakuan yg dia terima.

Dampak energi yang menguasai seorang manusia dari urutan terkecil hingga tertinggi, berdasarkan perilaku orangtuanya, yaitu:

Rasa malu: bila anak sering dipermalukan orangtuanya di depan umum. Hal ini akan berdampak sekitar 20.

Rasa bersalah: bila anak selalu dipersalahkan orangtuanya, akan berdampak sekitar 30.

Apatis: bila anak hanya diperlakukan apatis, dampaknya sekitar 50

Rasa takut: bila anak dibuat takut dg orangtua. Hal ini berdampak energi sebesar 100.

Cinta: bila anak dibesarkan dengan penuh rasa cinta, hal ini akan memberikan dampak energi sebesar 500.

Bahagia: bila anak merasakan kebahagiaan akan berdampak energi sebesar 540

Damai: bila anak merasakan kedamaian, energi yang didapatkan adalah 600

Pencerahan: bila anak karena terinspirasi dari orangtua, sehingga dia jadi berusaha seperti orangtuanya, energi yang didapatkan adalah 700.

Luar biasa! Seperti inilah kondisi perlakuan orangtua kepada anaknya. Bandingkan antara orangtua yang menerapkan rasa takut pada anak dengan orangtua yang tak segan menunjukkan cinta pada anak, lebih besar mana energinya? Yup. Minimal sebagai orangtua, kita maksimal memberikan energi dengan memperlakukan anak dengan penuh cinta.

Syukur-syukur kalau kita bisa menjadi orangtua yang diidolakan anak, atau menjadi pencerahan bagi anak-anak kita, hingga ingin menjadi seperti kita.

Lantas, apa saja hukum yang berlaku di alam semesta?

1. Hukum sebab akibat
Kalau kita baik dengan anak, di masa depan anak akan baik dengan kita.
Begitu juga sebaliknya.

2. Hukum kompensasi
Segala apa yang kita lakukan di masa lalu akan terbayarkan di masa depan. Termasuk perbuatan kebaikan, meski tidak langsung dibalaskan saat itu juga, suatu hari akan kembali pada diri kita.

3. Hukum pengendalian
Yaitu mengendalikan diri sendiri. Dengan mengendalikan diri sendiri, pikiran, emosi, maka efeknya juga akan berpengaruh pada diri kita.

4. Hukum kepercayaan
Percaya pada diri sendiri bahwa kita bisa.
Dengan kepercayaan, maka Alloh akan menjadikan apa yg kita percayai itu menjadi kenyataan.

Maka, percaya diri itu sangat penting. Jangan malah mempercayai hal negatif yang dikatakan pengkritik pada kita. Ingat saja, hal ini:

Orang yg pengkritik adalah orang yg tidak bahagia.

5. Hukum konsentrasi

Kekuatan fokus menentukan juga hasil yang didapatkan.
Harus fokus di bidang tertentu untuk dapat meraih kesuksesan seutuhnya.

6. Hukum daya tarik

Kita mempunyai kecenderungan akan bersama-sama dengan mereka yang punya kesamaan dengan kita.
Orang positif akan kumpul dengan org yg positif.
Orang negatif akan kumpul dengan org yg negatif.

Maka semua tergantung dari diri kita mau jadi seperti apa. Sudah selayaknya kita menjauhi orang-orang yg slalu berpikir negatif karena akan membawa pengaruh buruk buat kita.

7. Hukum kesesuaian

Kita akan menyesuaikan dengan apa yang di dekat kita.
Contoh nyata, orangtua baik menghasilkan anak-anak baik, begitu juga sebaliknya. Namun, bila pun ada anak baik dari orangtua yg tidak baik, biasanya sang anak perlahan akan menjauh, atau menjaga jarak dari orangtuanya, disadari atau tidak.

8. Hukum pertumbuhan
Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Kita mendidik anak baik-baik, mereka pun akan bertumbuh dengan baik.

9. Hukum pengisian

Perhatikan hukum alam yg unik satu ini. Contoh: bila isi lemari penuh, maka tidak akan terisi lagi oleh pakaian baru. Namun saat kita mengosongkan separuh dari isi lemari, nanti akan datang lagi pakaian-pakaian lainnya, mungkin dari pemberian orang lain, dsb.

Ada contoh yang unik, yang ingin saya bagikan kepada teman-teman, hal yang baru-baru ini terjadi pada saya. Sebagian teman mungkin sudah tahu, bahwa saya seorang penulis. Namun, karena memang saya masih terbilang baru berkecimpung di dunia literasi, apalagi buku saya juga belum ada di toko buku, maka wajarlah bila baru sedikit buku saya yang laku terjual.

Jika kondisi itu, saya perparah dengan berpikir negatif, ingin menyerah menulis, negative thinking pada orang yang bertanya-tanya ttg buku saya (misal berpikir, “alah, nanya doang, paling gak beli“). Alhasil, yang terjadi kemudian, sampai menumpuk buku-buku itu di rumah, tidak akan laku terjual.

Saya sempat coba mengubah pikiran. Fokus pada menulis dengan cinta. Menulis sebagai passion, tanpa memikirkan untung rugi. Saking cintanya saya, saya hanya ingin menginspirasi sesama melalui buku saya. Saya niatkan memberi beberapa buku saya pada orang-orang pilihan. Saya hadiahkan secara cuma-cuma, gak peduli bahkan seorang penulis pun kudu membeli untuk mendapatkan bukunya sendiri. Artinya saya sendiri juga tidak mendapatkan buku yg saya tulis secara cuma-cuma.

Nah, ada beberapa judul buku yang rencananya ingin sy hadiahkan pada seseorang. Entah kenapa, belum juga niatan itu saya laksanakan, kemudian berdatanganlah beberapa yang ingin membeli buku saya. Masya Alloh.

Bahkan, yang terbaru, buku saya dibeli seorang dokter saat saya datang ke tempat praktiknya untuk memeriksakan anak sy. Luar biasa. Inilah contoh hukum alam semesta yang saya alami sendiri.

Perhatikan gambar berikut ini, yang akan menambah pengetahuan teman-teman mengenai hukum alam semesta:

Maha dahsyat kemampuan pikiran manusia, namun lebih dahsyat lagi kekuatan detak jantung dan emosi

Pikiran manusia memberikan kekuatan elektrik sebesar 6.270.000 setiap harinya.

Namun, lebih kuat lagi adalah detak jantung kita, memberikan medan elektrik sebesar 6000 kali lebih besar dari pikiran.

Detak jantung manusia yang tidak beraturan dapat mengalahkan logika untuk dapat berpikir jernih. Maka dari itu, kita harus menjaga agar diri tetap tenang, detak jantung tetap stabil.

Jangan lupa, peran emosi yang berpengaruh besar. Yaitu memberikan medan elektrik sebesar 5000 kali daripada pikiran manusia.

Tapi, gimana caranya mempertahankan kestabilan detak jantung serta kondisi emosi?

Caranya adalah diam.

Untuk mampu menemukan solusi, kita harus menyempatkan berdiam diri

Biarkan mulut kita, pikiran kita, semua beristirahat. Saat kita punya masalah, emosi tidak stabil, detak jantung tidak tenang, saat itulah, kita harus mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Ambil waktu untuk bermeditasi supaya hati tenang dan terbuka jalan keluar. Dengan begini, kita juga akan menyadari ada hukum alam semesta yang sedang berlaku.

Dan tahukah kamu, apa meditasi yang paling baik? Jawabannya adalah sholat.

Sholat dengan sebenar-benarnya sholat, dalam artian khusyuk. Bahkan lebih baik lagi bila kita dapat memahami semua bacaan dalam sholat, dan mendalami maknanya.

Saat melakukan sholat yang benar-benar khusyuk, kita tidak hanya menenangkan diri, pikiran, detak jantung. Tapi juga ditambah gerakan-gerakan yang akan mengalirkan energi seluruh tubuh kita.

Di akhir acara ini, Pak Eko mengajak semua peserta untuk langsung mempraktikkan kekuatan pikiran, release emosi, dan juga afirmasi diri sendiri.

Kekuatan pikiran yaitu dengan memfokuskan pikiran pada satu hal yang kita inginkan. Benar-benar fokus dan tidak teralih hal lain. Maka hal itu akan menjadi kenyataan dan datang pada diri kita. Syaratnya, jangan ada sekecil apapun keraguan dari diri kita. Bahkan bila ada pihak luar yang meremehkan, segera abaikan, jangan masukkan ke dalam hati. Percayalah pada hukum alam semesta.

Release emosi, yaitu membuang semua energi negatif dalam tubuh kita. Pejamkan mata dan rasakan dalam tubuh sendiri. Kita akan segera menemukan ketidaknyamanan pada bagian tubuh tertentu bila kita mempunyai masalah.

Terakhir adalah yang paling saya sukai, afirmasi diri sendiri. Pak Eko mengajak kita seolah-olah berbicara pada diri sendiri, agar mengikhlaskan masa lalu yang terjadi pada diri kita.

Bahwa kita semua adalah manusia diciptakan Tuhan mempunyai tujuan, bukan sekedar kebetulan, sesuai hukum alam semesta. Karena memang tidak ada kebetulan di dunia ini.

Bahwa kita selayaknya menghargai diri sendiri, bangga pada diri sendiri yang menjalani hidup hingga detik ini, yang sudah mencapai perjalanan sejauh ini.

Jujur saja, saat proses afirmasi ini, saya pribadi tak dapat menahan air mata. Terutama saat mengatakan pada diri sendiri, “saya bangga sama kamu.” Juga ketika Pak Eko mengajak kita memaafkan semua orang yang pernah melakukan kesalahan pada diri kita di masa lalu.

Ikhlaskanlah. Karena dengan itu kamu bisa melangkah.

Ikhlaskanlah. Karena itu kunci bahagia.

Ikhlaskanlah. Karena masa depan kamu jauh lebih berharga.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

12 Comments

  1. Ikhlaskanlah. Karena dengan itu kamu bisa melangkah.

    Ikhlaskanlah. Karena itu kunci bahagia.

    Ikhlaskanlah. Karena masa depan kamu jauh lebih berharga.

    Masya Allah bacanya saja bikin merinding saya, apalagi yang ada di acara ya
    Terima kasih sudah sharing ini ya Mbak Emmy
    Manfaat banget ini. Memotivasi sekaliii!