in Uncategorized

Merdeka Berarti Bukan Budak (Cinta)

Pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu, negara Indonesia merayakan kemerdekaan-nya yang ke-74. Merdeka itu sebenarnya apa, sih? Ada yang bilang, merdeka itu adalah bebas melakukan sesuatu. Ada juga yang menyatakan kemerdekaan setelah berhasil melawan diri sendiri. Bagaimana menurut Anda?

Jika diartikan berdasarkan KBBI, merdeka bisa berarti:
1. bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri,
2. tidak terkena atau lepas dari tuntutan,
3. tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa.
(sumber: KBBI)

Lantas bagaimana dengan “bucin”? Pernah dengar istilah “bucin”, nggak?

“Bucin” adalah bahasa anak jaman sekarang yang merupakan kepanjangan dari kata budak cinta. Dalam KBBI, istilah bucin ini tidak ada artinya, karena merupakan bahasa prokem saja, untuk arti bucin sendiri berarti orang yang tergila-gila akan cinta, orang tersebut mau melakukan apapun demi orang yang dia cinta. (Sumber: Kompasiana)

Saya runut dari beberapa tahun sebelum istilah ini ada. Dulu saya sudah mengenal istilah “Love Addicted“. Nah, apalagi tuh?

Bersumber dari seorang praktisi kesehatan mental, Bapak Supri Yatno, berikut ciri-ciri seorang yang terkena “Love Addicted“:

1. Tidak memiliki kekuatan dan pengendalian atas seseorang. Perasaan cinta terlalu menguasai dan mengendalikan hidup Anda sehingga Anda sulit sekali melepaskan diri darinya.

2. Sebagian besar waktu Anda diisi oleh pikiran-pikiran seputar seseorang yang menjadikan hidup Anda tidak seimbang dan di luar kendali. Aktivitas lainnya dalam kehidupan Anda seolah seperti di belakang layar.

3. Aktivitas berkaitan dengan seseorang menjadi sentral kehidupan Anda. Bahkan bisa jadi anak dan kebahagiaan Anda lainnya menjadi tidak penting karena Anda tetap berada dalam sebuah hubungan yang tidak sehat dengan resiko yang Anda sadari.

4. Anda sadar bahwa seseorang sedang memanfaatkan diri Anda tetapi Anda tidak bisa meninggalkannya sehingga dengan begitu Anda menyakiti diri sendiri. Nah lho!

5. Seiring berjalannya waktu, kecanduan Anda mengalami peningkatan dan kronis. Semakin lama Anda sangat bergantung pada pasangan. Ketergantungan Anda membuat Anda takut kehilangan dirinya.
Dengan kata lain, “aku tak dapat hidup tanpamu”.

Secara sederhana, seorang addict adalah orang yang tidak bisa mengatakan TIDAK pada hubungan yang tidak sehat. Bukankah berkaitan dengan istilah “bucin” yang saya singgung tadi?

Nah, coba deh dicermati ciri-cirinya. Apakah ada pada diri Anda? Semoga tidak, ya.

Apakah seseorang yang terkena Love Addicted sudah merdeka. Absolutely not!

Seorang yang merdeka bisa mengendalikan dirinya. Bukannya dikendalikan cinta, namun dia akan bisa mengendalikan cinta.

Seorang yang merdeka akan mampu melihat apakah hubungan yang sedang dijalaninya sehat atau tidak. Bila ditemukan bahwa ternyata hubungan yang dijalani tidak sehat, segera dia ambil langkah untuk meninggalkannya.

Ingat, mencintai diri sendiri harus lebih didahulukan sebelum mencintai orang lain.

Seorang yang merdeka mampu mencintai pasangannya dengan wajar, sesuai aturan. Dia tidak akan memaksakan kehendak dan tidak mengambil keputusan yang akan merugikan dirinya sendiri.

“Bucin” dari kepanjangannya saja sudah budak cinta. Bukankah budak adalah seseorang yang belum merdeka?

Jadi jelas sekali, Saudara-Saudara. Kalau gejala “bucin” ada pada Anda, maka berarti Anda belum merdeka.

Mari kita kembali pada makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.