in Uncategorized

Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan yang Kerap Disepelekan

Gangguan kecemasan atau disebut juga anxiety disorder, ternyata merupakan salah satu penyakit mental yang kadang tidak diduga.

Bagaimana tidak? Memang wajar untuk merasa cemas sesekali karena hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan setiap manusia. Namun, jika kecemasan yang Anda alami terjadi terlalu sering, berlebihan, dan tanpa alasan yang kuat, Anda mungkin mengidap gangguan kecemasan.

Kondisi ini tentu berbeda dengan cemas biasa. Orang dengan gangguan cemas akan merasa sangat khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika dirinya sedang berada dalam situasi normal. Berbahaya sekali ya, ternyata?

Ada berbagai jenis anxiety disorder, yaitu:

1. Generalized anxiety disorder (GAD)

Generalized anxiety disorder adalah kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis gangguan kecemasan ini berlangsung secara persisten dan cenderung tidak terkendali.

Penderita GAD biasanya hanya bisa merasakan kecemasannya sendiri tanpa bisa mengungkapkannya pada siapapun.

2. Gangguan kecemasan sosial (Social anxiety disorder)

Social anxiety disorder, alias kecemasan sosial adalah rasa ketakutan ekstrem yang muncul ketika berada di tengah-tengah banyak orang. Saking gugupnya, penderita bisa berkeringat dan merasa mual ketika berada dalam situasi ini.

Berbeda dengan rasa malu atau gugup yang umumnya dialami hanya sebentar saja, kondisi ini justru berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama. Sumber dari kecemasan ini adalah karena mereka takut akan diamati, dihakimi, atau dinilai di depan orang lain.

Tanda dan gejala fobia sosial di antaranya:

  • Gugup berlebihan ketika melakukan interaksi sosial
  • Mengalami kecemasan intens selama berhari-hari, minggu, atau bahkan bulanan
  • Ketakutan yang amat sangat akan rasa diamati atau dinilai oleh orang lain, terutama orang-orang yang tidak Anda kenal
  • Menghindari tatap mata dengan lawan bicara
  • Memilih berdiam diri atau bersembunyi untuk menghindari orang lain
  • Menarik diri dari aktivitas sosial
  • Wajah memerah ketika diminta bicara di depan banyak orang
  • Napas pendek-pendek
  • Sakit perut
  • Mual
  • Gemetar, termasuk suara juga jadi gemetar
  • Jantung berdebar-debar atau dada terasa sesak
  • Berkeringat
  • Merasa pusing atau ingin pingsan

Hmm, kenapa saya jadi teringat masa lalu saya, ya.

3. Gangguan Panik (Panic Disorder)

Tidak seperti kecemasan biasa, gangguan panik bisa muncul secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya alasan yang jelas. Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya juga menunjukkan gejala-gejala fisik seperti keluar keringat berlebih, nyeri dada, sakit kepala, napas memburu, dan detak jantung yang tidak teratur. Kadangkala dia mengira dirinya terkena serangan jantung akibat panik yang berlebihan.

4. Fobia Spesifik

Fobia spesifik juga masuk dalam jenis anxiety disorder. Kondisi ini merupakan ketakutan yang berlebihan dan terus-terusan terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya.
Misalnya: takut darah atau takut jarum. Berbeda dengan ketakutan biasa, orang dengan fobia akan merasakan efek dahsyat akibat ketakutannya. Tidak hanya jantung yang berdetak lebih cepat. Dalam kondisi ini dia akan berkeringat hebat dan tidak sadarkan diri.

Umumnya penderita gangguan kecemasan ini mengalami beberapa gejala seperti:

  • Mudah merasa lelah
  • Gelisah terus-terusan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mudah tersinggung
  • Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir
  • Kram otot
  • Mengalami gangguan tidur, termasuk kesulitan untuk tidur atau selalu merasa kurang tidur

Beberapa faktor risiko umum untuk semua jenis anxiety disorder meliputi:

Trauma. Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual atau menyaksikan peristiwa traumatis di masa kecil berisiko lebih tinggi mengalami anxiety disorder ketika mereka dewasa.

Riwayat genetik. Memiliki kerabat sedarah, terutama orangtua dan saudara kandung, dapat meningkatkan risiko Anda terkena kondisi ini juga.

Kepribadian tertentu. Orang dengan tipe kepribadian tertentu lebih rentan terhadap gangguan kecemasan daripada yang lain.

Mengalami gangguan mental. Orang dengan gangguan mental, seperti depresi, sering kali juga mengalami gangguan kecemasan.

Penggunaan obat-obatan atau alkohol. Penyalahgunaan alkohol dan narkoba dapat menyebabkan atau bahkan memperburuk gangguan kecemasan yang Anda alami.

Stres karena suatu penyakit, masalah pekerjaan, kehilangan seseorang. Memiliki kondisi kesehatan atau penyakit serius dapat memicu perasaan takut dan cemas berlebih. Begitu pula menghadapi masalah hidup lainnya.

Dua perawatan utama untuk gangguan kecemasan adalah psikoterapi dan obat-obatan. Psikoterapi adalah berkonsultasi dengan pakar (psikolog atau dokter).

Dalam kondisi tertentu dokter bisa meresepkan beberapa obat apabila diperlukan.

Namun, Anda bisa mencoba untuk mengatasi sendiri dengan cara:

  • Beribadah
  • Melakukan hobi
  • Berolahraga
  • Memakai minyak esensial
  • Berendam air hangat
  • Beryoga
  • Bercerita dengan teman

Namun jangan ragu untuk segera temui dokter jika:

  1. Anda terus-terusan dirundung rasa khawatir hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
  2. Rasa takut, khawatir, dan cemas yang Anda alami sulit untuk dikendalikan
  3. Mengalami stres kronis, kecanduan alkohol, menggunakan narkoba, atau memiliki masalah kesehatan mental lainnya
  4. Memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri

SALAM SEHAT JIWA!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

  1. Kecemasan ternyata dampaknya cukup serous juga kalau dibiarkan. Semoga sekarang di tiap tiap pusat kesehatan terkecil di pedesaan ada juga ahli specialist jiwa

  2. berarti harus bisa antisipasi sebelum terjadi dengan bersosialisasi, berteman dan berkumpul dengan orang baik juga mendekatkan diri pada Yang Mahakuasa dengan beribadah

    • Berbeda dengan Kecemasan biasa, anxiety disorder meski tanpa alasan pun penderita selalu cemas. Kalau masih ada alasan masih wajar. Jadi jangan rancu