Bagaimana Bila Kematian Tidak Bisa Menghalangi Cinta? (Review Segitiga Cinta Dua Dunia karya Ratna DKS)

Cover belakang Segitiga Cinta Dua Dunia

Judul: Segitiga Cinta Dua Dunia

Penulis: Ratna DKS

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

Tahun: 2017

ISBN: 978 602 394 852 9

Blurb:

Tak ada yang bisa menebak takdir. Pun hanya takdir perkenalan kita. Hidup seseorang bukan bergantung pada seberapa hebat manusia itu melindungi raganya, melainkan pada takdirnya. Jika ia belum ditakdirkan mati, maka ia takkan pernah mati.

Bahkan ajal tidak mampu membuat Mada berhenti mencintai seorang perempuan.

Dalam sisa waktu empat puluh hari rohnya di dunia, ia terus memperjuangkan perasaannya.

Apa yang akan kamu lakukan jika sosok malaikat maut tiba-tiba menampakkan diri dan mengatakan hidupmu takkan lama lagi?

Mada, sosok figur idola para remaja, dalam suatu kesempatan dibisikkan sosok malaikat bahwa hidupnya takkan lama lagi. Karenanya dia mempersiapkan segalanya. Dari mulai dari masuk asuransi, mengadakan jumpa fans dan sebagainya.

Pelajaran tentang melupakan bisa kamu dapatkan di novel ini

Saat Mada ingin memesan tanah makam untuknya sendiri, tak diduga dia bertemu Okta, sosok manajer yang membuatnya jatuh cinta. Ini dikarenakan sikap ketusnya Okta yang tidak biasa didapatkan Mada. Dia sudah terbiasa dengan perhatian dan orang-orang yang memujanya.

Awal saya membaca novel ini, saya jadi teringat dengan sebuah webtoon 90 days. Namun tentu saja jalan ceritanya sangat berbeda.

Alur dalam novel ini termasuk cepat. Selain penggambarannya yang jelas, tersisip juga adegan action yang menegangkan. Makanya saya jadi tak sabar ingin segera menghabiskan novel ini, ingin tahu gimana sih kelanjutannya. Plot twist yang dihadirkan sangat menarik, trus dapet.

Segitiga Cinta Dua Dunia karya Ratna DKS

Sosok Okta yang ternyata mempunyai masa lalu kelam sehingga dia bersikap dingin dengan laki-laki manapun. Juga sosok Dhika, putra dari pemilik tanah makam, pun memiliki masa lalu yang tak terduga sehingga perlahan mengubahnya menjadi pribadi lebih dewasa, berkat jasa Mada juga.

Hikmahnya cerita ini tentu saja kembali lagi mengingatkan kita akan kematian yang bisa datang kapan saja. Sebaik-baiknya manusia adalah yang melakukan persiapan. Tak hanya persiapan untuk kematian, tapi juga persiapan kita dalam hidup, seperti hendaknya jangan menghambur-hamburkan uang, untuk persiapan suatu waktu ada kejadian mendadak.

Recommended untuk bacaanmu di saat nyantai. Saya baca melalui aplikasi ipunas. Download saja di ponselmu.

Novel karya Ken Terate satu ini juga saya baca di ipunas

Aplikasi Ipunas

Review The Miracle of Writing karya Deejay Supriyanto, Bahwa Siapapun Bisa Menulis

Judul: The Miracle of Writing
Penulis: Deejay Supriyanto
Penerbit: SBMB Media Kreatif
Cetakan: Februari 2016
ISBN: 978 602 6811 06 6
Jumlah Hal: 144 halaman

Cover belakang “The Miracle of Writing”

Saya sudah lama mengagumi sosok penulis buku ini, yang sudah 15 tahun mempunyai pengalaman menerbitkan buku di percetakan mayor. Beliau juga salah satu founder NuBar (Nulis Bareng) selain juga mentor pelatihan menulis “Sehari Bisa Menulis Buku”.

Pesan penulis untuk saya selaku pembeli buku ini

Jangan mengira karena kamu akan bosan membaca buku ini hanya karena termasuk buku non fiksi. Karena tulisan Pak DJ (panggilan saya terhadap Pak Deejay) begitu renyah, ringan, dan mudah dimengerti.

Di awal bab beliau buka dengan memberi ilmu tentang beragam kecerdasan manusia. Ternyata ada 10 macam tipe kecerdasan manusia, yaitu kecerdasan verbal linguistics/bahasa, logis/Matematika, ruang/visual, musikal, fisik, intrapersonal, interpersonal, naturalist, visi/intuitif, dan kecerdasan finansial.

Jangan Salah Pilih Pasangan, makanya baca buku ini!

Tak lupa Pak DJ juga memberikan kolom checklist yang bisa kita gunakan untuk menentukan tipe kecerdasan yang kita miliki.

Setelah itu, beliau mengupas berbagai alasan kenapa kita harus menulis, bermacam manfaat menulis hingga menghadirkan tokoh-tokoh penulis ternama baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini akan semakin membangkitkan semangat kita untuk menyegerakan diri mulai menulis.

Bakat hanya menyumbang 1% terhadap keberhasilan, sedangan 99% adalah sumbangan minat, latihan, usaha, kerja keras dan pengalaman.

Apalagi beliau mencontohkan kita boleh memulai menulis dari mana saja, bisa menulis buku harian, artikel di blog, bahkan membiasakan posting di sosmed pun bisa saja. Jadi, siapa saja pasti bisa menulis kan. Menulis kan sudah diajarkan dari SD, bahkan mereka yang sudah mencapai bangku kuliah pasti pernah menyusun karya tulis sebagai tugas akhir sebelum wisuda.

Buku ini juga banyak menghadirkan quote yang menginspirasi, seperti:

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah kreativitas ditimbang-timbang. (Seno Gumira Ajidarma)

Manfaat menulis sendiri antara lain: agar ilmu/ide tidak hilang, sebagai cara mengoptimalkan otak kanan, mengurangi stres, dll. Selanjutnya bisa kamu baca langsung di buku ini ya.

Karena ringannya buku ini, gak sampai sehari bisa langsung selesai baca kok. Sayapun melahapnya saat naik bus dalam perjalanan ke rumah teman.

James Pennebaker, Ph.D. dan Janet Seager, Ph.D. dalam jurnal Clinical Psychology mengatakan bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut.

The Miracle of Writing karya Deejay Supriyanto

Karena Selalu Ada Resiko dalam Setiap Keputusan yang Kau Ambil (Review Labirin karya Aci Baihaqie)

Labirin karya Aci Baihaqie

Judul Buku: Labirin

Penulis: Aci Baihaqie

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

Tahun: 2017

ISBN: 978-602-455-193-3

Jumlah: 358 hal

Blurb:

Berbagai episode hidup telah dilewati Ayla, hingga pada suatu saat, ia membuat satu keputusan yang membawanya pada penyesalan panjang dan menyeretnya menuju sebuah labirin yang rumit. Labirin masa lalu itu harus ia lewati satu per satu, sehingga pada akhirnya, ia bisa menemukan jalan keluar, dan dengan rela melepaskan bagian yang amat berharga dalam hidupnya.

Sejak kata pertama novel ini sudah berhasil membawa saya ke dunia Ayla. Penggambarannya yang jelas dari mulai karakter, penampilan, hingga setting-nya yang berpindah-pindah, dari dalam dan luar negeri.

Novel ini akan mengajarkan kamu bagaimana proses melupakan seseorang.

Cover belakang Labirin

Saya juga terpana tentang penggambaran pekerjaannya yang bener-bener klik. Jadi semacam pengetahuan tersendiri bagi saya seperti apa sih pekerjaan seorang arsitek itu. Ketegangannya saat memipin rapat dan meyakinkan pemegang saham sangat meyakinkan.

Jangan lupa juga dua sahabatnya yang juga bisa membuatmu jatuh cinta, Igo dan Emi. Duo sahabat yang top banget. Dan saya pun sempat terkecoh di awal cerita, salah menduga tentang siapa yang dicintai Ayla.

Selain itu, penulisan quote pada setiap permulaan babnya menjadikan novel ini lebih menarik dan bikin baper. Coba saja simak contoh quote yang dituliskan sebagai pembuka bab III:

You don’t get someone to fall in love with you, they fall in love with you because of who you are.

(Amy Raudenfeld, Faking It TV Series)

Tapi, hati-hati dengan alurnya yang maju mundur, mungkin itu juga mengapa novel ini dinamakan Labirin. Kamu harus menyingkap misterinya sehelai demi sehelai. Supaya terungkap alasan logis yang menjadikan Ayla mengambil keputusan terberat dalam hidupnya, menyangkut cinta dan cita-cita.

Kalo lo cinta sama seseorang, akan bosan enggak?

Kira-kira itu juga yang menjadikan hikmah dalam novel ini. Bijaksanalah dalam mengambil keputusan. Kamu tahu ada hal yang prinsipal yang tak boleh dilanggar dalam hidup ini. Kamu juga tahu membangkang pada kedua orangtua itu betul-betul tidak boleh. Dan point terpenting: setiap keputusan PASTI ada resikonya. Kamu harus siap. Kamu harus kuat.

Ini adalah satu dari beberapa novel yang berhasil membuatku menangis saat membaca episode-episode terakhirnya. Membayangkan saya sendiri yang mengalami apa yang Ayla alami. Perih. Benar-benar salut untuk penulisnya.

Kenapa aku yang menangis paling hebat? Padahal akulah si penyebab luka itu sendiri.

Baca buku ini jika anda sedang dalam pencaharian soulmate sejati.

Labirin karya Aci Baihaqie

Antara Hujan dan Proses Melupakan di Masa Depan (Review “Hujan” karya Tere Liye)

Cover belakang Hujan karya Tere Liye

Judul: Hujan
Penulis: Tere Liye
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: Januari 2016
Cetakan kedua puluh enam: Juli 2017
ISBN: 978 602 03 2478 4
Jumlah: 320 halaman

Blurb:
Buku ini mengisahkan tentang Lail, seorang gadis yang harus menyaksikan kematian ibunya dengan mata kepala sendiri, karena gempa vulkanik, meletusnya gunung berapi yang terjadi ketika dia dan ibunya berada dalam sebuah kereta. Bencana alam yang sangat mengerikan itu memakan banyak korban bahkan termasuk Bapaknya yang saat kejadian sedang berada di kantornya.

Hujan sudah lama memenuhi rak buku saya, sejak tahun lalu, tapi baru terbaca dalam seminggu terakhir ini. Saya memilih novel ini dari covernya yang tampak teduh dan menarik, sangat sesuai dengan judulnya: Hujan. Tidak ada blurb yang ditampilkan di buku ini, baik di halaman belakang maupun di dalam buku. Daftar isi pun tidak ada.

Hujan karya Tere Liye

Awalnya saya mengira novel ini akan berkisah tentang romansa biasa dengan hujan sebagai latar belakangnya. Ternyata selain gambaran bencana alam yang seolah nyata juga pilihan setting-nya yang mengambil tema “masa depan”, terasa sekali. Sama seperti buku beliau yang sudah difilmkan: Hafalan Shalat Delisa, novel ini memang berpusat tentang bencana alam. Ada cerita mereka selama di tenda pengungsian, bertahan dengan udara yang dipenuhi abu vulkanik, dan sebagainya.

Lail menangis. Dia ingin tetap berada di sini. Dia ingin menangis saat hujan turun, ketika orang lain tidak tahu bahwa dia sedang menangis.

Novel ini juga berlatarbelakang gempa, simak dulu review-nya di sini

Sudah saya akui teknik showing-nya om Tere benar-benar tak diragukan. Saya seolah menyaksikan sendiri di depan mata, baik adegan bencana alam maupun penggambaran futuristic yang oke. Saya tersayat sendiri menyaksikan Lail dan juga seorang teman laki-laki yang harus kehilangan keluarga dalam usia begitu muda. Tentu saja jangan lupakan sisipan kisah romansa mereka juga yang buat pembaca ikut jadi deg-degan.

Oya, hati-hati dengan alurnya yang maju mundur cantik. Pastikan kamu konsentrasi saat membacanya. Apalagi setting masa depannya yang buat berkerut kening. Zamannya sudah jauh lebih canggih dari sekarang.

Koleksi buku tentang Hujan. Di bawahnya merupakan antologi karanganku

Berbicara tentang hikmah dalam novel ini, antara lain:

Percayalah pada keajaiban yang akan hadir meskipun usai bencana sekalipun. Pengalaman mereka di tenda pengungsian justru menjadikan Lail dan kawannya lulus dan menjadi relawan.

Novel ini akan mengajarkanmu bagaimana proses melupakan seseorang.

Di antara lain keajaiban itu akan kita dapatkan saat memutuskan untuk acceptance. Yaitu menerima semua kenangan dalam hidup. Mengubahnya dalam pikiran sebagai kenangan manis dan bukannya pahit. Karena baik buruknya kenangan itu kita sendiri yang menentukan.

Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.

Bukan tentang melupakan, melainkan menerima kenangan

Kalau buku yang satu ini akan membuatmu lebih menghargai hidup. Penasaran? Klik ini ya!

Dari Ruwetnya Mengurus Sebuah Pernikahan hingga Datangnya Hidayah (Review “Insya Allah, Sah!” Karya Achi TM)

Judul Buku: Insya Allah, Sah!

Penulis: Achi TM

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun: 2017 (cetakan kedua)

ISBN:

978-602-03-1465-5

Jumlah halaman: 328

Blurb:

Kenapa sih semesta ini seperti berkonspirasi mengacaukan persiapan pernikahan, Silvi?

Silvi terjebak dalam lift bersama Raka. Karena panik, Silvi bernazar akan memakai jilbab kalau bisa keluar dari lift. Masalahnya, bagaimana mungkin ia -desainer sekaligus pemilik Silviana Sexy Boutique yang beromzet miliaran- bisa memenuhi nazar untuk berjilbab? Gila aja, kan?! Tapi, menurut Raka nazar harus dipenuhi, kalau tidak, kesialan beruntun akan terus menimpanya.

Kekacauan urusan pernikahan Silvi ternyata tak kunjung kelar. Ketika Silvi rela mencoba berjilbab demi kelancaran urusan pernikahannya, ia mendapati kenyataan yang mengejutkan. Dion, calon suami Silvi, ternyata tak suka perempuan berjilbab dan mengancam akan membatalkan pernikahan mereka!

Kalau buku yang satu ini sangat bermanfaat bagi anda yang sedang mencari Soulmate sejati.

Waktu saya membaca novel ini, saya seperti terbawa dalam dunia Silvia yang cocok sekali dengan figur chicklit zaman now, yaitu perempuan sukses, single, mandiri, dan punya 3B banget-lah, Brain, Beauty, Behavior.

Cara penceritaan yang baik buat kita masuk ke karakter tokoh-tokohnya. Dari mulai Silviana, lalu Kiara; sahabatnya yang alim, Raka yang sifatnya selalu mengingatkan Silvi pada Kiara, serta Gina, adik Silvi yang karakternya mengingatkanku pada film-film “blondie“.

Kamu gak cuma bisa dapetin unsur komedi dan love story yang bikin deg-degan di sini. Tapi juga ada banyak nasihat-nasihat Islami yang diberikan sangat mulus. Santai tapi: jleb!

Contohnya pada potongan dialog ini:

“…kapan aku ada waktu buat shalat? I’m really busy, Kia.”

“Malaikat Izrail juga busy lho, Sil.”

Novel ini adalah salah satu bacaan yang bikin saya betah melek demi penasaran ending-nya bagaimana. Apalagi beneran deh, saya belum sempet nonton filmnya. Dan meskipun dapat sedikit spoiler dari seorang teman, tapi saya tetap penasaran dengan novelnya. Walau kamu udah nonton, saya tetap sarankan kamu untuk baca novelnya. Soalnya beda banget! Terutama penggambaran tokoh Raka.

Saya pribadi yang sempat senyum-senyum sendiri waktu baca cerita ini, tak urung sempat meneteskan air mata saat membaca bab-bab terakhir, khususnya Bab 26: Penentuan.

Sumber gambar: koleksi pribadi

Hikmah yang saya ambil dari novel ini antara lain:

Pertama, jodoh mengikuti siapa diri kita sebenarnya, jika ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka pantaskan dulu diri menjadi orang baik-baik.

Kedua, berdakwah itu bisa dilakukan berbagai cara. Kadang-kadang cara nyantai dan slow seperti yang dilakukan Raka maupun Kiara itu akan lebih mudah memasuki hati dan membuka pintu hidayah seseorang. Tanpa harus pakai acara tarik urat dan berdebat.

Ketiga, kekuatan tulisan itu ternyata mempunyai dampak yang begitu besar. Hidup Silvi sempat hancur karena berita infotainment. Begitu dia bangkit kembali dibantu tulisan seseorang di blog yang menceritakan dirinya. So, hati-hati sama penulis ya. Hohoho!

7 hal yang akan membuat anda berpikir ulang untuk menjadi seorang penulis

Dua buku novel favorit dari penulis yang sama

Still 17 (Thirty but Seventeen) Satu Lagi Drakor yang Dijamin Bikin Nangis

Sumber: Wikipedia

Judul: Thirty but Seventeen atau Still 17
Jumlah episode: 32

30 but 17 (Thirty but Seventeen) atau biasa dikenal dengan Still 17 adalah serial televisi Korea Selatan tahun 2018 yang dibintangi oleh Shin Hye-sun, Yang Se-jong dan Ahn Hyo-seop. Serial televisi ini mulai ditayangkan di SBS pada Juli 2018.
Sumber: Wikipedia

Still 17 berkisah tentang sosok Woo Seo Ri, seorang gadis berusia 17 tahun yang mengalami kecelakaan hebat dia mengalami koma sampai berusia 30 tahun. Maka tak heran setelah terbangun, Seo Ri masih bersikap seolah dia berusia 17 tahun.

Sementara itu Goong Wo Jin, seorang pria cuek dan hidup semaunya tenyata tak bisa terlepas dari trauma, dikarenakan dia begitu merasa bersalah telah menyebabkan gadis yang dicintainya (disangkanya) meninggal akibat kecelakaan. Yang ternyata hal ini salah besar.

Awal menonton ini saya jadi mengerutkan kening, masa sih ada orang yang bisa bangun setelah koma belasan tahun? Dan ketika bangun dia seolah tidak apa-apa?

Tapi, seperti drama Korea lainnya, meski ada hal yang tampak tidak masuk akal, namun pengarangnya pintar membumbuinya sehingga alurnya menarik hingga bisa diterima dengan baik.

Misal: setelah bangun dari koma panjang, Seo Ri gak langsung bisa berjalan, dia perlu menjalani proses fisioterapi dulu.

Karakter-karakter tokoh di drama ini juga bisa membuatmu jatuh cinta lho. Soalnya gak ada orang jahat. Semuanya tampak benar-benar manusia. Dan punya latar belakang yang jelas hingga menjadikan sikap tokohnya jadi seperti sekarang.

Tengok trailer Still 17 di sini yuk!

Contoh: karakter Jennifer, yang awalnya bikin saya geleng-geleng kepala dan merasa, gak mungkin deh ada asisten rumah tangga sepinter dia, eh ternyata ada alasan yang jelas kenapa dia memilih pekerjaan itu, dan ada latar belakang yang menjadikan dia sosok cerdas dan berkata-kata bijak.

Selain itu, ada hikmah yang menjadikan saya merenung saat menonton Drakor ini, sikap Seo Ri dalam membuat keputusan. Betapa dirinya sangat mencintai biola, mencintai musik dan bercita-cita untuk tampil di atas panggung dengan kebanggaan hingga hampir melupakan hal terpenting: menikmati musik itu sendiri.

Ya, hampir sama-lah dengan saya dan hobi saya (menulis). Jangan sampai dikarenakan tuntutan ego dalam diri, lalu memaksakan diri ingin lekas meraih impian hingga melupakan bahwa hobi seharusnya sesuatu yang kita nikmati bukan dilakukan di bawah tekanan.

Yang pasti Still 17 adalah satu dari sekian banyak drama Korea yang berhasil membuatku menitikkan air mata. Terutama saat sudah memasuki episode-episode terakhir. (Saat misteri tokoh-tokohnya sudah mulai terungkap)

Pingin nonton film lokal yang romantis? Dear Nathan Hello Salma aja!

Pokoknya saya jatuh cinta pada drakor ini. Gak keberatan kalau diajak nonton ulang. Dan saya, penggemar romance, sangat puas dengan plot twist-nya yang tidak disangka-sangka.

Sumber video: YouTube My K-song

Koleksi album sound track drakor Still 17

Swissvita Travel Kit, Serum Praktis Agar Kecantikan Tak Pudar oleh Usia

Aku di usia 30-an


Saya sadar, di usia yang sudah memasuki kepala tiga sudah saatnya saya lebih concern memperhatikan kebutuhan kulit, terutama wajah. Kenapa? Karena wajah adalah yang pertama kali dilihat saat bertemu orang lain.

Nah, kalau di usia 20-an, perempuan umumnya cemas dengan kemunculan jerawat. Lain halnya saat memasuki usia 30-an seperti saya, garis-garis halus di kulit akan mulai terlihat, bisa terjadi hiperpigmentasi, pori-pori membesar dan tak jarang kulit pun akan terlihat mudah kusam. Whaat?

Tenang, Ladies! Nggak usah panik! Semua masalah kulit itu bisa kita atasi kok, caranya begini:
1. Rajin bersihkan wajah setiap pagi setelah bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.
2. Wajib menggunakan skincare. Usia 30-an sudah wajib menggunakan skincare sebagai perawatan wajah.
3. Wajib juga menggunakan night treatment atau perawatan wajah di malam hari untuk mendapatkan kulit wajah lebih lembut di pagi harinya.
4. Gunakan eye cream. Yup. Kondisi kantung mata sudah tak sekencang dulu setelah memasuki usia kepala tiga. Jadi, sudah wajib menggunakan eye cream ya, Ladies.
5. Rutin menggunakan masker dan scrub sebagai perawatan wajah tambahan minimal 2 minggu sekali. Tapi jika kulit wajah anda termasuk sensitif maka gunakan scrub wajah minimal 1 minggu sekali.

Sudah jelas kan, pentingnya melakukan perawatan pada wajah, termasuk serum dan eye cream.
Untuk serum wajah sendiri manfaatnya antara lain:
1. Melembabkan kulit wajah
2. Mencegah pengaruh buruk dari polusi dan sinar matahari
3. Mengurangi minyak berlebih
4. Mencegah penuaan dini
5. Menyamarkan bintik gelap di wajah

Wah, semua keluhan wajah di usia kepala tiga bisa teratasi nih dengan rajin mengaplikasikan serum muka.

Swissvita Travel Kit dari Allyoung

Kurang lebih sejak sebulan lalu saya mencoba produk perawatan wajah dari Allyoung. Tepatnya Swissvita Travel Kit yang berisi paket serum untuk wajah dalam kemasan mungil dan unik. Apa saja sih isinya travel kit ini?

Saya jelaskan ya …. Jadi, paket Swissvita Travel Kit ini terdiri dari sebagai berikut:
1. Micrite 3D all use skin serum (5 g), yaitu serum multiguna yang akan mengurangi kulit kusam, melembabkan dan mengembalikan kembali kulit bercahaya anda hanya dalam 7 hari. Serum ini bisa digunakan untuk semua jenis kulit. Aplikasikan pada seluruh wajah setelah dibersihkan, hindari daerah mata dan sekitar mulut ya.

2. Micrite 3D all use anti spot serum (5 g), yaitu serum yang membantu menyamarkan noda dan mengembalikan warna kulit seperti sedia kala mencegah pigmentasi kulit, melembabkan dan meratakan warna kulit. Serum ini bisa diaplikasikan hanya pada kulit wajah yang membutuhkan ya.

3. Micrite 3D all use whitening serum, krim ini diformulasikan khusus untuk membantu mencerahkan dan meratakan warna kulit, tanpa menyebabkan iritasi. Kulit menjadi lebih cerah dan bebas dari kusam. Seperti all use skin serum, whitening serum ini juga bisa digunakan di seluruh wajah, dengan tetap menghindari area sekitar mata dan mulut.

4. Micrite 3D all use anti wrinkle serum, kalau yang ini serum yang diformulasikan khusus untuk memperbaiki masalah penuaan dini. Gunakan hanya di area wajah yang membutuhkan ya.

5. Micrite 3D all use swissvita eye cream, bermanfaat untuk mengencangkan dan menghaluskan kerutan di area sekitar mata hanya dalam 7 detik. Sesuai namanya tentunya digunakan di sekitar mata, kelopak mata atas dan bawah.

Wah, menarik sekali kan. Dan sesuai namanya juga travel kit, tentu harus available untuk dibawa berpergian. Makanya kemasannya pun menyesuaikan. Lihat saja. Dan saya pun suka sekali bentuk tube-nya yang memudahkan kita mengendalikan saat mengeluarkan serumnya, supaya tidak terlalu banyak keluarnya.

Kemasan serum yang unik

Produk perawatan kulit ini diproduksi dari PT. Allyoung International Indonesia yang masih bernaung di bawah Allyoung International. Allyoung international ini merupakan perusahaan terbesar di Asia Tenggara dan Taiwan yang sudah meluaskan penjualannya hingga ke Indonesia, terpusat secara online yang mana produknya berpusat di kategori Skincare, Healthcare dan Fitness.

Day 1 bersama Swissvita Travel Kit

Kelebihan produk Allyoung antara lain:
1. 100% asli.
2. Rata-rata pengiriman 3-5 hari kerja saja. Bahkan pengiriman ke tempat saya di Bandar Lampung pun tak lebih dari tiga hari, barang sudah sampai di tangan.
3. Garansi kualitas karena dikemas dalam aluminium tube sehingga terjaga kualitas dan kesegaran produknya.
4. Harga yang terjangkau
5. Excellent customer service 24 jam merespon. Ladies bisa menghubungi customer service melalui instagram, facebook, line maupun pada website-nya.

Mottonya pun sangat unik:

Allyoung make you always young

Day 14 bersama Swissvita Travel Kit

Nah, kalau manfaat yang saya rasakan pribadi selama pemakaian Swissvita Travel Kit apa sih?
Antara lain ini dia:
1. Krimnya sangat ringan dan tidak lengket. Langsung menyatu di kulit wajahku yang cenderung berminyak. Jadi tidak terasa berat di muka.
2. Wajah terlihat lebih cerah setelah pemakaian rutin all use skin serum dan whitening serum.
3. Eye cream-nya membantu memullihkan mata sembab akibat kebiasaan begadang
4. Noda hitam mulai memudar karena pemakaian anti spot serum-nya
5. Setiap pagi kulit wajahku terasa lebih lembut karena pemakaian serum di malam harinya menjelang tidur. Jadi semakin percaya diri keluar tanpa make-up deh.

Swissvita Travel Kit dari Allyoung Muslima

Gimana? Penasaran pingin cobain produk ini?
Langsung saja berkunjung ke Website-nya yuk: https://www.allyoung.co.id

Bisa juga lewat Instagram: https://www.instagram.com/allyoung.id/
dan https://www.instagram.com/allyoung.muslima/

Facebook: https://www.facebook.com/Allyoung-Muslima_253862751938707/
Atau juga Line: @allyoungindonesia

Oya, saya juga punya voucher lho dari produk allyoung ini. Asyiik, karena serum saya sudah pada kehabisan, saya mau pesan lagi ahh. Yang mau ikutan pakai voucher, boleh kontak saya ya. Berbagi itu indah. Eaaa

Voucher dari Allyoung Muslima

Mencermati Hikmah dalam Film “Dear Nathan Hello Salma” dari Sudut Pandang Orangtua

“Dear Nathan Hello Salma” (sumber gambar: sidomi)

Judul film: Dear Nathan Hello Salma
Sutradara: Indra Gunawan
Pemain film: Amanda Rawles, Jefri Nichol, Devano Danendra dan Susan Sameh
Rilis: 25 Oktober 2018

“Dear Nathan Hello Salma” merupakan film drama remaja Indonesia yang juga sekuel dari Dear Nathan (sumber: Wikipedia). Film ini masih berkisah tentang sosok remaja yang bisa dibilang nakal namun mempunyai sisi baik dalam dirinya. Nathan yang awalnya berpacaran dengan Salma lalu mereka putus karena kelakuan Nathan yang masih saja suka berkelahi. Karena perkelahian itu juga Nathan memutuskan pindah sekolah. Di sekolah barunya dia bertemu dengan Rebecca, seorang siswa yang sering bermasalah di sekolah lantaran latar belakang keluarganya yang berantakan. Sementara di sisi lain, Salma dipertemukan kembali dengan Ridho, teman masa kecilnya.

Waktu pertama saya memutuskan nonton ini, saya pikir sekedar untuk hiburan saja tak apalah. Saya sempat mengira bahwa isinya seputar cerita cinta anak muda, anak SMU yang belum banyak kenal lika-liku kehidupan. Apalagi saya akui saya belum pernah baca novelnya. Jadi saya sempat berpikir dah ketuaan ya nonton genre teenlit. 😅

Dan ternyata, saya salah besar. Menonton film ini tidak hanya buat hiburan semata, tapi juga banyak hikmah yang terkandung di dalamnya.

Nonton film pilih yang berkualitas, baca fakta tentang perfilman Indonesia di sini

Dari mulai mempelajari bagaimana para remaja ini menyelesaikan masalah mereka masing-masing bahkan tanpa bantuan orangtua.
Bagaimana cara mengatasi masalah dan menerima kondisi hidup kita sekacau apapun keadaannya (tengok saja kisahnya Rebecca di film ini).

Bagaimana cara mengelola perasaan cinta agar jangan sampai menyakiti hal yang paling berharga, yaitu keluarga (seperti yang dikatakan Nathan kepada orangtua Salma)

Dan yang paling berkesan karena satu adegan yang sukses membuat saya berurai air mata. Yang mana yaa?

Film animasi pun juga banyak mengandung hikmah loh, salah satunya ini

Yang pasti adegan ini menyadarkan saya, sulitnya menjadi orangtua. Betapa sulitnya menghadapi anak-anak kita ketika mereka sudah beranjak remaja.

Kita mesti membimbing namun tanpa menyuapi. Kita selayaknya memberi ruang untuk anak-anak kita agar mereka belajar berani mengambil keputusan, belajar mengatasi masalahnya sendiri. Dan yang tak kalah penting bagi semua orangtua agar mendukung passion anak-anak kita meskipun kadang berlawanan dengan keinginan kita.

Tiket “Dear Nathan Hello Salma” Hari Jumat, 26 Oktober 2018

Mari kita simak salah satu nasihat yang diberikan orangtua Nathan:
“dalam hidup ada lima fase ketika kita dihadapi masalah/ujian;
yang pertama ngeyel atau bahasa kerennya denial, kita mengingkari diri sendiri bahwa kita punya masalah,
Yang kedua; marah, kita salahkan semua, kita lampiaskan emosi pada siapapun termasuk marah pada diri sendiri,
Yang ketiga; nawar, kita lakukan tawar-menawar terhadap masalah kita,
Yang keempat; depresi, di titik ini seolah kita tak menemukan jalan keluar dari masalah kita hingga akhirnya tertekan,
Baru yang terakhir: ikhlas. Saat ini kita sudah acceptance dengan kondisi yang kita hadapi.”

Benar-benar menarik bukan, dari sebuah film begitu banyak nasihatnya tak hanya untuk remaja, tapi juga saya pribadi sebagai orangtua. Dan saya semakin terkejut lagi saat mengetahui ternyata film ini diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh Erisca Febriani, seorang penulis dari Lampung.

Masya Alloh! Bertambah lagi satu alasan yang memicu saya untuk mengikuti jejak mereka yang sudah sukses sebagai penulis, apalagi novelnya sudah difilmkan. Luar biasa!

Bukan Sensornya yang Diperketat, Melainkan Nontonnya yang Dipilah (Review Talk Show “Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi”)

Talk Show “Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi”

Hari Kamis lalu, tanggal 11 Oktober 2018, saya berkesempatan menghadiri acara Talk Show “Budaya Sensor Mandiri, Bijak Membentuk Generasi”. Bertempat di Gummati Cafe, acara ini diselenggarakan oleh Tapis Blogger bekerjasama dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia.

Tapi gak cuma blogger yang boleh hadir di acara ini loh, untuk publik juga. Udah gitu free lagi. Dan banyak ilmu yang saya dapatkan dari acara ini.

MC keren, Mbak Novi Nusaiba

Pembicara dari LSF, mbak Ni Luh Putu Elly Prapti

Acara ini dibuka oleh MC keren, Mbak Novi Nusaiba, lalu lanjut ke acara inti. Kita mulai dari LSF ya ….

Apa sih LSF itu? Dan apa tanggungjawab LSF?
Menurut pembicara, Mbak Ni Luh Putu Elly Prapti Erawati, M.Pd., LSF dengan kepanjangannya Lembaga Sensor Film bertugas melakukan pengeditan pada film sebelum tayang ke publik. LSF ini fokusnya di film dan iklan film. Kalau untuk acara berita di tipi yg menyensor bukan LSF, tapi kominfo.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Di awal sebelum memberikan materi Mbak Ni Luh menanyakan kami, lebih suka nonton film apa sih? Film yang bernilai edukasi tinggi atau yang kurang nilai edukasinya? Spontan deh para peserta menjawab lebih suka film yang edukasinya tinggi. Apa benar?

Kondisi sekarang, kebanyakan masyarakat lebih memilih film horror, sedikit nilai edukasi dibandingkan film yang kaya nilai edukasi. Nah, ini dia, beliau menunjukkan buktinya.

Film “HOS Cokroaminoto” penontonnya hanya sekitar 26000

Film “RA Kartini” penontonnya hanya sekitar 500000

Film “Terowongan Casablanca” mencapai jumlah penonton 900000

Film “Pengabdi Setan” mencapai jumlah fantastis yaitu 4 juta penonton.

Me in action (Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi)

Luar biasa sekali ya, penggemar film horror. Padahal berapa sih bujet yang diperlukan untuk membuat film tersebut?

Ini perbandingannya:
Film “Cokroaminoto” dengan jumlah penonton hanya 26K, bujetnya mencapai 15 M

RA Kartini” dengan penonton hanya 500K bujetnya 12 M

Pengabdi Setan” yang penontonnya 4 jeti, bujetnya hanya 2 M

Kuntilanak” penontonnya 1200000 bujetnya hanya 3.5 M

Wah, ternyata jauh lebih murah biaya produksi film horror dibandingkan film edukasi. Sementara penontonnya membludak. Gak sebanding dengan film edukasi. Ada rentang jarak cukup jelas antara biaya produksi dan penonton.

Nah, makanya itu, gak heran sangat sedikit film edukasi yang tayang di Indonesia. Udah capek-capek bikin film bermanfaat, eh yang nonton dikit. Sementara film
horror selalu dan selalu ada di bioskop.

Trus, gimana dengan kondisi TV?
Kurang lebih kondisi TV begini:

Masih banyak acara tak bermanfaat di TV

Film-film yang laris masih seputar sinetron, trus film luar negeri. Acara religi hanya sekitar 2%, anak-anak 11%, dll.

Tapi sebenarnya beda juga tayangan TV dengan tayangan bioskop. Kalau Di TV tidak banyak pilihan, lain hal dengan menonton di bioskop yang harus mempersiapkan bujet, waktu, dsb. Jadi kalau acara di TV rating film tertentu tinggi, bisa jadi itu karena penonton gak ada pilihan lain, semata-mata cari hiburan. Lah kalau bioskop, niat banget mau nonton.

Maka dari itu, perlu adanya sinergi antara LSF dan masyarakat. Masyarakat-lah yang perlu diedukasi untuk mendukung tontonan baik dan mengurangi (kalau bisa meninggalkan) tontonan tak baik. Kalo gak ada “demand” pastinya gakkan diproduksi kan.

Tugas LSF itu terkait erat dengan pemerintah, yaitu seperti tercatat pada UU 33 tahun 2009 pasal 57 ayat 2 :
1. Melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum dipertunjukkan ke khalayak;

2. Melakukan penelitian dan penilaian judul, tema, gambar, adegan, teks dalam film.

3. Melakukan pengklasifikasian tontonan sesuai usia.

Bila terlalu ketat pengeditan yang marah adalah produksi film, LSF akan dikatakan mengekang kebebasan berkreasi.

Ini dia kategori rentang usia film:
SU atau segala umur, film dengan kategori ini aman ditonton anak-anak.
13 th , kalau yang ini film yang cocok ditonton usia remaja.
17 th, yang ini film khusus yang punya KTP ya.
21 th, nah apalagi yang ini, biasanya sudah ada adegan syur.

Mbak Ni Luh juga mengatakan di luar negeri tidak ada sensor film loh. Film kreatif apapun boleh-boleh saja. Tapi lebih kepada mengetatkan ke klasifikasi usia.

Perkembangan anak-anak sekarang tergantung apa sih?
Kalau zaman dulu, mungkin seperti ini urutannya:

Orangtua
Guru
Teman
Lingkungan sekitar

Zaman sekarang peran influencers sudah sejajar dengan peran orangtua. Jadi urutan di atas ditambah dengan influencers.

Pilihlah film yang beredukasi tinggi

Nah, setelah ini Mbak Naqiyyah Syam, selaku founder Tapis Blogger juga turut memberikan materi.

Beliau menanyakan, menonton film itu kebutuhan atau keinginan? Kalau kebutuhan, sebaiknya mempertimbangkan nilai-nilai dalam film tersebut. Film horror kita ketahui, sangat sedikit nilai edukasinya.

Mbak “Naqiyyah Syam” ikut memberikan materi

Apa aja sih dampak buruk menonton film? Terlebih untuk anak-anak, karena perkembangan otak anak lagi pesatnya dalam usia dini. Semestinya di bawah usia 10 tahun jangan diberikan TV. Apalagi kalau ada tayangan porno.

Ini dia dampak buruk dari menonton film porno:
1. Tidak bisa menundukkan pandangan
2. Melihat aurat dengan bebas
3. Membuat ketagihan
4. Terus melekat di pikiran
5. Berujung pada onani
6. Terbuang waktu dan uang sia-sia
7. Daya kerja otak berkurang
8. Pengaruh rusaknya otak
9. Dampak jelek aktivitas seksual

Berikut tips dari Mbak Naqi, terutama bagi orangtua untuk menangkal pengaruh buruk film pada anak:

  1. Mendampingi anak saat menonton film
  2. Alihkan kegiatan lain yg positif, baca buku, dst (menjadi blogger salah satunya, eaaa)
  3. Orangtua layaknya jadi contoh yg baik
  4. Lingkungan, kita ajak lingkungan turut peduli

Kalau ini contoh film yang baik, untuk anak: “Petualangan Sherina“, “Laskar Pelangi“, “Garuda di Dadaku“. Yang mana yang pernah kamu tonton?

Lalu, hal yang bisa kita (pada umumnya) lakukan juga nih, contoh yaa:

  1. Cerdaslah memilih film. Saring sebelum share.
  2. Share bila sudah menonton film baik. Bisa dengan foto tiket, masukin IG. Bikin temen2 kita penasaran dengan film tersebut.
  3. Nonton di awal tayangnya dalam waktu secepatnya, supaya tidak turun layar. Ini penting ya!
  4. Khusus untuk blogger, review film di-blog ya. Yang belum nge-blog juga bisa sedikit-sedikit nulis di sosmed. Ingat, no spoiler!

Dari kiri ke kanan, Mbak Naqiyyah Syam, Mbak Ni Luh Putu Elly Prapti, dan Mbak Novi Nusaiba

Setelah itu ada sesi tanya jawab yang seru, saya rangkum sedikit ya:

“Sudah ada LSF kok masih ada film yg ada adegan syur, apakah tidak disensor?”

Berikut jawaban mbak Ni Luh: “UU yang dipakai LSF sangat lama berharap semoga setelahnya pemerintah segera menerbitkan UU terbaru yang mengatur ini.

Perlu adanya edukasi di masyarakat. LSF di satu sisi ingin banyak mengedit namun di sisi lain sudah dinilai terlalu ketat mengekang produksi film.”

Semestinya masyarakat yang sadar dan memilah mana yang boleh dan tidak untuk anak-anak. Kalau acaranya tidak cocok untuk anak-anak ya jangan nonton sama anak-anak.

Di luar negeri pun ada keluarga yg tidak punya tivi jika ada anak kecil di dalam keluarga tersebut. Sekalipun ada tivi ada segmen sendiri khusus untuk anak, contohnya Nickelodeon, Baby TV, dll.

Selain sesi tanya jawab, juga ada pembagian door prizes. Wah, liat tuh banyak sekali door prizes-nya. Jelas saja, soalnya acara ini punya banyak sekali sponsor, seperti:

    1. Gummati Cafe
    2. FLP Bandar Lampung
    3. Thasya Busana
    4. Al Mitry Indo
    5. KOPFI Lampung
    6. Keripik Pisang Aroma Sejati
    7. Perut Bulat Cafe
    8. Papa Tom’s Cafe
    9.Famedia Publisher

Dari pemenang kuis, lomba foto di instagram dan juga untuk para penanya di sesi tanya jawab, banyak sekali yang dapat door prizes. Wah, selamat untuk yang dapat hadiah.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Setelah itu, di akhir acara ada foto bersama seluruh peserta. Ini dia.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Wah, beruntung sekali kan aku bisa ikutan acara ini. Selain dapat ilmu, dapat sertifikat juga, banyak ketemu teman-teman baru, eh dapat makan siang gratis lagi.

Jadi, buat kamu, para blogger berdomisili atau stay di Lampung atau juga pernah tinggal di Lampung, nggak ada ruginya loh ikutan Tapis Blogger . Dari hobi menulis kamu bisa dapetin banyak manfaat. Kalau buat saya pribadi manfaat jadi anggota Tapis Blogger bisa kamu baca di sini . Sst, dapetin juga tips meningkatkan follower Instagram di situ (uhuy). Yuuk, gabung bersama kami 😘

#TapisBlogger
#BloggeLampung
#LSFXLAMPUNG
#BudayaSensorMandiri

Sebuah Novel Teenlit Unik Berlatarbelakang Gempa di Yogyakarta (Review “57 Detik” karya Ken Terate)

57 detik karya Ken Terate

Judul buku: 57 Detik

Penulis: Ken Terate

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun: 2009

Jumlah halaman: 234 halaman

Sinopsis:

Aji, Ayomi, Nisa adalah remaja “biasa”, kayak kita-kita gitu deh. Mereka mengaku kadang bosan dengan hari-hari mereka. Sekali-kali mereka pengin juga mengalami kejadian seru. Tapi tentu saja bukan seru yang menyengsarakan seperti GEMPA. Namun itulah yang terjadi!

Gempa itu tiba-tiba datang dan mengacaukan semuanya. Cuma 57 detik tapi akibatnya begitu mengerikan. Petualangan luar biasa terpaksa mereka jalani.

Sebenarnya awalnya saya pinjem buku dari ipunas karena penasaran dengan karyanya beliau ini. Maklumlah saya kan rada kudet, jadi tak banyak tahu tentang penulis kecuali yang sudah pernah saya baca bukunya dan berkesan (hihihi). Dan kebetulan ini karya pertama Ken Terate yang saya baca.

Ken Terate, Penulis

Berikutnya, wah, ada tiga kesan pertama yang tersirat di benak setelah membaca novel berlatarbelakang gempa di Yogyakarta ini:

1. Gile, bahasanya asyik banget. Belum-belum saya udah terbawa seolah saya jadi tokoh utama dalam cerita ini. Meskipun tokohnya beragam dan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Apalagi novel menggunakan PoV 1 atau sudut pandang orang pertama setiap tokohnya.

2. Ngasuh anak itu susah, bener deh. Duh kayaknya gak siap deh kalau anak saya tiba-tiba jadi teenager mendadak seperti si Nisa. Tapi jangan sampai juga jadi orangtua seperti orangtuanya Ayomi. Ck ck ck. Tapi seiring membaca lebih banyak lagi jadi semakin terharu, hiks.

Kalau novel satu ini akan membuatmu lebih menghargai hidup. Baca reviewnya yuk!

3. Wahh, baca ini jadi mengingatkan masa lalu saya. Pas banget pertama saya pakai hijab waktu SMU tuh ya, saya kan penggemar nasyid, dari snada, hijjaz, the fikr, the zikr, dll. Brasa Aisyah di buku ini mirip karakter saya dulu deh. Tapi dia mah lebih lembut, maklum anak pondok. Lah saya slengekan kayak Nisa, cuma luarnya aja kayak Ais. Duh. Mudahan dulu gak ada yg ter-zholimi dengan diri saya. Hiks. Tapi ya itu, setelah baca ke belakang-belakangnya jadi tambah terharu.

Belum lagi kata-kata Aji, “terlambat! Gue selalu grogi kalau identitas gue sebagai mahasiswa kedokteran tersingkap.”

Wah, kita kok sama ya. Saya juga gak nyaman kalo orang tahu identitas saya sebagai bidan. Apalagi sekarang, saya sudah benar-benar ambil keputusan beralih dan menjalani yang sesuai passion saja meski resikonya gak sedikit.

Anyway, memanh banyak sekali quotes yang jleb dalam buku ini. Seperti ucapan Ayomi, “aduh murahnya harga pertemanan. Hanya dengan semangkuk mi ayam sudah membuat mereka lengket padaku.”

Atau ucapan Aji, “emak, betapa mudahnya memanipulasi para emak.”

Atau kata-kata jleb Nisa yang mudahan menyadarkan kita para orangtua, “yang aku tidak mengerti kenapa anak-anak harus mengerti perasaan orangtua mereka? Memangnya anak-anak tidak bisa stres?”

Cover belakang “57 Detik” karya Ken Terate

Selanjutnya apa lagi? Udah selesai? Beluum. Itu baru tentang karakter tokoh-tokohnya. Plot akan semakin menegangkan ketika latar belakang gempa dimulai. Showingnya yang mantap jadi buat saya seolah-olah menyaksikan langsung di depan mata. Wah, seru deh pokoknya.

Apalagi dalam novel ini juga menyajikan foto-foto real dari berita gempa di Yogyakarta itu sendiri. Jadi benar-benar brasa nyata banget kan ya.

Jadi gimana kondisi tiga tokohnya, Nisa, Ayomi dan Aji setelah gempa? Well, baca sendiri aja deh. Lagian saya bacanya free kok. Dari ipunas. Eaa …. Selamat membaca!