Anti Sosial yang Sangat Berbeda dengan Asosial, Apalagi Introvert

Kembali saya akan membahas salah satu gangguan kejiwaan atau penyakit mental, yaitu anti sosial.

Anti sosial berbeda dengan fobia sosial. Anti sosial bukan pula dikarenakan kecanggungan dalam bersosialisasi.

Gangguan anti sosial yaitu gangguan dimana penderita takut pada sekelompok orang atau berinteraksi dengan orang lain. Gangguan kepribadian ini dikenal juga dengan sociopathy.

Penderita biasanya memiliki sifat tidak empati, suka menghina orang lain merasa orang lain dibawahnya, sinis, sifat acuh tak acuh, agresif, dan tidak bisa beradaptasi dalam masyarakat. Ada di antara temanmu seperti ini?

Seseorang bisa dikategorikan mengalami gangguan ini setelah berusia di atas 18 tahun. Namun, pemberian label gangguan kepribadian antisosial diberikan hanya jika gejala sudah muncul sebelum mereka berusia 15 tahun.

Memang sekarang, terjadi pergeseran makna tentang anti sosial. Anti sosial kerap disamakan juga dengan asosial, padahal keduanya tidak sama.

Jadi, jangan sembarang menyebut seseorang, “anti sosial” ya. Hanya pakar kejiwaan yang bisa mendiagnosa penyakit ini.

Perlu diingat, gangguan kepribadian antisosial ini bukan disebabkan oleh gangguan mental lain. Maka perlu diadakan beberapa tes untuk menentukan apakah seseorang bisa dikatakan anti sosial.

Di sisi lain, asosial adalah disfungsi kepribadian yang ditandai dengan menarik diri dan menghindar secara sukarela terhadap interaksi sosial apapun.

Asosial berbeda dari perilaku anti sosial, di mana antisosial menyiratkan perilaku membenci orang lain atau antagonisme terhadap orang lain maupun tatanan sosial umum. Sifat asosial sering terlihat pada beberapa orang introvert, namun asosialitas yang ekstrem biasanya timbul pada orang-orang yang mengalami berbagai kondisi klinis tertentu, seperti gangguan bipolar, autisme, skizofrenia, depresi, sindrom Asperger, dan social anxiety disorder.

Selain itu, orang introvert juga seringkali dituduh ansos atau anti sosial. Lebih baik, baca dulu
7 perbedaan antara anti sosial dan introvert, sebagai berikut:

1. Introvert lebih nyaman sendiri tapi sanggup memiliki hubungan baik dengan orang lain sedangkan ansos tidak mampu berhubungan dengan orang lain dalam cara yang sehat.

2. Introvert adalah kepribadian sedangkan ansos adalah masalah kesehatan mental.

3. Orang ansos bisa jadi sangat ekstrovert dan terbuka sedangkan introvert tidak bisa menjadi ekstrovert.
Tentu saja, anti sosial melakukan ini dengan tujuan.

4. Introvert menikmati hubungan dengan orang yang dekat dengannya, sedangkan ansos tidak punya rasa empati.

5. Introvert tidak perlu disembuhkan atau diubah sedangkan ansos butuh diobati.

6. Introvert bisa ramah dengan siapa saja sedangkan ansos menganggap semua orang adalah musuh.

7. Introvert menghabiskan waktu dengan melakukan apa yang dia suka sedangkan ansos menghabiskan waktunya untuk berpikir bagaimana caranya memanipulasi orang lain.

Penyebab seseorang menderita anti sosial ini seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor genetik dan interaksi dalam lingkungan, serta pola asuh yang salah.

Secara garis besar, faktor risiko yang mungkin bisa menyebabkan sikap anti sosial, yaitu:
1. Melewatkan masa kanak-kanak dengan ditelantarkan atau dieksploitasi.

2. Berasal dari keluarga yang mengalami gangguan kepribadian anti sosial. Tentu saja karena anak pertama kali belajar dari keluarganya sendiri.

3. Memiliki riwayat gangguan perilaku di masa kecilnya.

3. Masa kecil berada di lingkungan keluarga yang tidak harmonis. Hati-hati terhadap keluarga yang rawan terjadi broken-home. Masa depan sang anak bisa terancam.

Tingkat keparahan anti sosial dapat bervariasi. Pola perilaku yang terlihat sangat berbahaya, kejam dan mengerikan dapat mengacu pada gangguan psikopatik atau sosiopatik.

Bagaimana cara penanganan penyakit mental yang satu ini?
Tidak ada jalan lain selain dilakukan psikoterapi yang tepat. Ajaklah si penderita untuk berkonsultasi dengan psikolog atau spesialis kejiwaan. Melalui beberapa sesi konsultasi semoga bisa membantu penderita.

Tidak hanya sesi konsultasi, penderita juga selayaknya untuk diajak untuk belajar bersosialisasi. Dengan pengawasan dan bimbingan dari sang pakar, diharapkan penderita mampu membuka dirinya.

Langkah penanganan pada gangguan kepribadian antisosial bertujuan untuk mencegah perilaku atau perbuatan yang dapat membahayakan orang lain atau diri mereka sendiri, serta mendorong dan membimbing penderita anti sosial agar dapat hidup bermasyarakat dengan baik.

Ingat, kepedulianmu terhadap sesama akan menolong generasi bangsa ini. SALAM SEHAT JIWA!!

Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan yang Kerap Disepelekan

Gangguan kecemasan atau disebut juga anxiety disorder, ternyata merupakan salah satu penyakit mental yang kadang tidak diduga.

Bagaimana tidak? Memang wajar untuk merasa cemas sesekali karena hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan setiap manusia. Namun, jika kecemasan yang Anda alami terjadi terlalu sering, berlebihan, dan tanpa alasan yang kuat, Anda mungkin mengidap gangguan kecemasan.

Kondisi ini tentu berbeda dengan cemas biasa. Orang dengan gangguan cemas akan merasa sangat khawatir terhadap berbagai hal, bahkan ketika dirinya sedang berada dalam situasi normal. Berbahaya sekali ya, ternyata?

Ada berbagai jenis anxiety disorder, yaitu:

1. Generalized anxiety disorder (GAD)

Generalized anxiety disorder adalah kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis gangguan kecemasan ini berlangsung secara persisten dan cenderung tidak terkendali.

Penderita GAD biasanya hanya bisa merasakan kecemasannya sendiri tanpa bisa mengungkapkannya pada siapapun.

2. Gangguan kecemasan sosial (Social anxiety disorder)

Social anxiety disorder, alias kecemasan sosial adalah rasa ketakutan ekstrem yang muncul ketika berada di tengah-tengah banyak orang. Saking gugupnya, penderita bisa berkeringat dan merasa mual ketika berada dalam situasi ini.

Berbeda dengan rasa malu atau gugup yang umumnya dialami hanya sebentar saja, kondisi ini justru berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama. Sumber dari kecemasan ini adalah karena mereka takut akan diamati, dihakimi, atau dinilai di depan orang lain.

Tanda dan gejala fobia sosial di antaranya:

  • Gugup berlebihan ketika melakukan interaksi sosial
  • Mengalami kecemasan intens selama berhari-hari, minggu, atau bahkan bulanan
  • Ketakutan yang amat sangat akan rasa diamati atau dinilai oleh orang lain, terutama orang-orang yang tidak Anda kenal
  • Menghindari tatap mata dengan lawan bicara
  • Memilih berdiam diri atau bersembunyi untuk menghindari orang lain
  • Menarik diri dari aktivitas sosial
  • Wajah memerah ketika diminta bicara di depan banyak orang
  • Napas pendek-pendek
  • Sakit perut
  • Mual
  • Gemetar, termasuk suara juga jadi gemetar
  • Jantung berdebar-debar atau dada terasa sesak
  • Berkeringat
  • Merasa pusing atau ingin pingsan

Hmm, kenapa saya jadi teringat masa lalu saya, ya.

3. Gangguan Panik (Panic Disorder)

Tidak seperti kecemasan biasa, gangguan panik bisa muncul secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa adanya alasan yang jelas. Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya juga menunjukkan gejala-gejala fisik seperti keluar keringat berlebih, nyeri dada, sakit kepala, napas memburu, dan detak jantung yang tidak teratur. Kadangkala dia mengira dirinya terkena serangan jantung akibat panik yang berlebihan.

4. Fobia Spesifik

Fobia spesifik juga masuk dalam jenis anxiety disorder. Kondisi ini merupakan ketakutan yang berlebihan dan terus-terusan terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu yang umumnya tidak berbahaya.
Misalnya: takut darah atau takut jarum. Berbeda dengan ketakutan biasa, orang dengan fobia akan merasakan efek dahsyat akibat ketakutannya. Tidak hanya jantung yang berdetak lebih cepat. Dalam kondisi ini dia akan berkeringat hebat dan tidak sadarkan diri.

Umumnya penderita gangguan kecemasan ini mengalami beberapa gejala seperti:

  • Mudah merasa lelah
  • Gelisah terus-terusan
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Mudah tersinggung
  • Kesulitan mengendalikan perasaan khawatir
  • Kram otot
  • Mengalami gangguan tidur, termasuk kesulitan untuk tidur atau selalu merasa kurang tidur

Beberapa faktor risiko umum untuk semua jenis anxiety disorder meliputi:

Trauma. Anak-anak yang mengalami pelecehan seksual atau menyaksikan peristiwa traumatis di masa kecil berisiko lebih tinggi mengalami anxiety disorder ketika mereka dewasa.

Riwayat genetik. Memiliki kerabat sedarah, terutama orangtua dan saudara kandung, dapat meningkatkan risiko Anda terkena kondisi ini juga.

Kepribadian tertentu. Orang dengan tipe kepribadian tertentu lebih rentan terhadap gangguan kecemasan daripada yang lain.

Mengalami gangguan mental. Orang dengan gangguan mental, seperti depresi, sering kali juga mengalami gangguan kecemasan.

Penggunaan obat-obatan atau alkohol. Penyalahgunaan alkohol dan narkoba dapat menyebabkan atau bahkan memperburuk gangguan kecemasan yang Anda alami.

Stres karena suatu penyakit, masalah pekerjaan, kehilangan seseorang. Memiliki kondisi kesehatan atau penyakit serius dapat memicu perasaan takut dan cemas berlebih. Begitu pula menghadapi masalah hidup lainnya.

Dua perawatan utama untuk gangguan kecemasan adalah psikoterapi dan obat-obatan. Psikoterapi adalah berkonsultasi dengan pakar (psikolog atau dokter).

Dalam kondisi tertentu dokter bisa meresepkan beberapa obat apabila diperlukan.

Namun, Anda bisa mencoba untuk mengatasi sendiri dengan cara:

  • Beribadah
  • Melakukan hobi
  • Berolahraga
  • Memakai minyak esensial
  • Berendam air hangat
  • Beryoga
  • Bercerita dengan teman

Namun jangan ragu untuk segera temui dokter jika:

  1. Anda terus-terusan dirundung rasa khawatir hingga mengganggu aktivitas sehari-hari
  2. Rasa takut, khawatir, dan cemas yang Anda alami sulit untuk dikendalikan
  3. Mengalami stres kronis, kecanduan alkohol, menggunakan narkoba, atau memiliki masalah kesehatan mental lainnya
  4. Memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri atau bahkan bunuh diri

SALAM SEHAT JIWA!

Merdeka Berarti Bukan Budak (Cinta)

Pada tanggal 17 Agustus 2019 lalu, negara Indonesia merayakan kemerdekaan-nya yang ke-74. Merdeka itu sebenarnya apa, sih? Ada yang bilang, merdeka itu adalah bebas melakukan sesuatu. Ada juga yang menyatakan kemerdekaan setelah berhasil melawan diri sendiri. Bagaimana menurut Anda?

Jika diartikan berdasarkan KBBI, merdeka bisa berarti:
1. bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri,
2. tidak terkena atau lepas dari tuntutan,
3. tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa.
(sumber: KBBI)

Lantas bagaimana dengan “bucin”? Pernah dengar istilah “bucin”, nggak?

“Bucin” adalah bahasa anak jaman sekarang yang merupakan kepanjangan dari kata budak cinta. Dalam KBBI, istilah bucin ini tidak ada artinya, karena merupakan bahasa prokem saja, untuk arti bucin sendiri berarti orang yang tergila-gila akan cinta, orang tersebut mau melakukan apapun demi orang yang dia cinta. (Sumber: Kompasiana)

Saya runut dari beberapa tahun sebelum istilah ini ada. Dulu saya sudah mengenal istilah “Love Addicted“. Nah, apalagi tuh?

Bersumber dari seorang praktisi kesehatan mental, Bapak Supri Yatno, berikut ciri-ciri seorang yang terkena “Love Addicted“:

1. Tidak memiliki kekuatan dan pengendalian atas seseorang. Perasaan cinta terlalu menguasai dan mengendalikan hidup Anda sehingga Anda sulit sekali melepaskan diri darinya.

2. Sebagian besar waktu Anda diisi oleh pikiran-pikiran seputar seseorang yang menjadikan hidup Anda tidak seimbang dan di luar kendali. Aktivitas lainnya dalam kehidupan Anda seolah seperti di belakang layar.

3. Aktivitas berkaitan dengan seseorang menjadi sentral kehidupan Anda. Bahkan bisa jadi anak dan kebahagiaan Anda lainnya menjadi tidak penting karena Anda tetap berada dalam sebuah hubungan yang tidak sehat dengan resiko yang Anda sadari.

4. Anda sadar bahwa seseorang sedang memanfaatkan diri Anda tetapi Anda tidak bisa meninggalkannya sehingga dengan begitu Anda menyakiti diri sendiri. Nah lho!

5. Seiring berjalannya waktu, kecanduan Anda mengalami peningkatan dan kronis. Semakin lama Anda sangat bergantung pada pasangan. Ketergantungan Anda membuat Anda takut kehilangan dirinya.
Dengan kata lain, “aku tak dapat hidup tanpamu”.

Secara sederhana, seorang addict adalah orang yang tidak bisa mengatakan TIDAK pada hubungan yang tidak sehat. Bukankah berkaitan dengan istilah “bucin” yang saya singgung tadi?

Nah, coba deh dicermati ciri-cirinya. Apakah ada pada diri Anda? Semoga tidak, ya.

Apakah seseorang yang terkena Love Addicted sudah merdeka. Absolutely not!

Seorang yang merdeka bisa mengendalikan dirinya. Bukannya dikendalikan cinta, namun dia akan bisa mengendalikan cinta.

Seorang yang merdeka akan mampu melihat apakah hubungan yang sedang dijalaninya sehat atau tidak. Bila ditemukan bahwa ternyata hubungan yang dijalani tidak sehat, segera dia ambil langkah untuk meninggalkannya.

Ingat, mencintai diri sendiri harus lebih didahulukan sebelum mencintai orang lain.

Seorang yang merdeka mampu mencintai pasangannya dengan wajar, sesuai aturan. Dia tidak akan memaksakan kehendak dan tidak mengambil keputusan yang akan merugikan dirinya sendiri.

“Bucin” dari kepanjangannya saja sudah budak cinta. Bukankah budak adalah seseorang yang belum merdeka?

Jadi jelas sekali, Saudara-Saudara. Kalau gejala “bucin” ada pada Anda, maka berarti Anda belum merdeka.

Mari kita kembali pada makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

“Me Time”-nya Sang Introvert

Me Time” itu sebenarnya apa sih?

Jika diartikan secara harfiah, “me” berarti diri sendiri, “time” artinya waktu. Me time berarti waktu yang dihabiskan hanya bersama diri sendiri.

Pertama kali saya mengetahui istilah ini, jujur saja sempat rancu. Karena bagi seorang introvert seperti saya, menghabiskan waktu dengan diri sendiri adalah suatu keharusan. Setiap harinya saya pasti meluangkan waktu untuk diri sendiri. Baik di tengah-tengah mengurus anak, maupun ketika bekerja.

Saat sedang mengasuh anak tentu saja me time bisa saya laksanakan setelah anak-anak tidur. Biasanya saya akan membuka laptop setelah anak tertidur lalu menarikan jemari di atas keyboard hingga membentuk suatu tulisan, entah naskah cerpen maupun tulisan dalam blog. Me time lainnya yang biasanya saya lakukan adalah membaca buku atau bernyanyi. (Untuk membaca buku bahkan dulu sering saya lakukan sambil menyusui anak, lho).

Nah, untuk bernyanyi, saya biasanya memanfaatkan aplikasi Smule. Zaman now mudah sekali yaa untuk melaksanakan hobi. Dengan bernyanyi melalui Smule saya bisa menjajal kemampuan suara selain untuk hiburan. Apalagi kadang ada artis yang buka OC (open collaboration), jadi siapapun bisa merasakan duet dengan artis tersebut.

Simak nyanyian saya yang banyak saya share di akun IG @emmy_emha maupun channel YouTube emmy herlina.

Lantas bagaimana me time di saat bekerja. Biasanya di waktu luang saya bisa berselancar di sosial media. Membaca buku pun juga sering saya lakukan. Kalau bernyanyi di Smule wah, sudah agak sulit dilakukan di tempat kerja. Meskipun dulu pernah sesekali saya lakukan juga, jika sikon memungkinkan. Hihihi.

Coba disimak dulu kata pakar tentang me time:
“Pada dasarnya manusia, meskipun dia bersosialisasi tapi tetap adalah makhluk individual. Butuh waktu buat sendiri. Manusia butuh menyenangkan diri sendiri tanpa harus melibatkan orang lain. Melakukan sesuatu sendiri bikin kita jadi orang yang lebih baik dan menyenangkan,” ujar Psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi. (sumber: artikel detik)

Namun bagaimana dengan seorang yang memang terbiasa dengan kesendirian? Masihkah butuh me time? 😁😁

Introvert adalah satu dari tiga jenis kepribadian manusia. Mereka yang termasuk dalam kepribadian introversion adalah orang yang cenderung fokus kepada pikiran, perasaan, dan mood yang berasal dari dalam diri sendiri alias internal, dibandingkan dengan mencari stimulasi yang berasal dari luar. (sumber: google)

Seorang introvert akan membutuhkan me time untuk men-charge energinya. Jika dia terus menerus terlibat aktif dalam keramaian, akan terasa begitu melelahkan.

Bagi saya, intinya membiasakan hidup seimbang. Bekerja dibawa bahagia. Di sela bekerja pun perlu relaksasi. Bersama keluarga pastinya membahagiakan. Menghabiskan waktu dengan acara bersama blogger pun menyenangkan. Setuju?

Pentingnya Seorang Ibu Memahami Hukum Alam Semesta

Hari ini, saya berkesempatan mengikuti acara bersama teman-teman anggota deMost. Yaitu para orangtua yang pernah berkonsultasi pada seorang pakar analisis sidik jari.

Apaan, tuh, analisis sidik jari? Kalau pingin tahu lebih lanjut soal analisis sidik jari, monggo klik ini .

Acara yang bertema “Woman in Rainbow” ini, diselenggarakan selama dua hari, Sabtu-Minggu, 27-28 April 2019, dengan berbagai pilihan jam, agar menyesuaikan kondisi peserta yang mau ikutan. Saya sendiri sengaja langsung mengambil kelas pertama, yaitu pada Sabtu pagi, jam 09.00 WIB.

Kenapa “woman”? Karena sebagai ibu, perempuan yang memegang kemudi dalam keluarga itu sendiri. Baik buruknya keluarga sangat bergantung dari sang ibu. Betapa dahsyatnya bukan, bila seorang ibu memahami hukum alam semesta?

Acara ini bertempat di RM Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, yang biasa menjadi tempat pertemuan beliau dengan para klien.

Siapakah dia yang saya maksud? Beliau adalah narasumbernya, pakar analisis sidik jarinya sendiri, Bapak Eko Chrismiyanto. Beliau juga seorang Trainer Motivator dan Konsultan Parenting, asal Bandar Lampung.

Bapak Eko Chrismiyanto, seorang pakar analisis sidik jari, trainer motivator dan konsultan parenting

Rangkuman ilmu dari acara ini akan coba saya bagikan sebagai berikut, supaya kita, khususnya para ibu lebih memahami hukum alam semesta dan penerapannya dalam kehidupan.

Permasalahan hidup manusia sebenarnya bersumber dari pikiran. Banyak dari kita yang masih mengkhawatirkan pendapat orang lain sehingga tidak mengoptimalkan kemampuan diri sendiri. Padahal, manusia layaknya diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna. Bahkan Iblis pun diperintah oleh-Nya untuk tunduk pada manusia. Dari sini saja hukum alam semesta sudah berjalan.

Mengecilkan manusia sama saja dengan tidak yakin pada ciptaan-Nya. Tidak selayaknya kita bersikap seperti itu. Apalagi sebenarnya kita hanya perlu ikhlas mengikuti hukum alam semesta. Nah, yang gimana itu maksudnya?

Sebelumnya, Pak Eko menyampaikan tiga tipe peserta seminar, sebagai berikut:
1. Peserta yang hanya melihat-lihat, bak turis yang sedang berwisata.

2. Peserta yang tidak sabaran, cenderung ingin acara lekas selesai.

3. Peserta yang seorang pembelajar. Mudahan kita termasuk yang ketiga ini. Kamu sendiri kalau menghadiri suatu acara biasanya masuk yang mana, nih?

Yang pertama kali harus disadari, sebelum mengetahui hukum alam semesta, bahwa EGO adalah virus. EGO di sini, singkatan dari Emosional, Galau dan Obsesif.

Emosional: sikap yg emosional ini akan menyerang hati sehingga sulit memahami nilai ketulusan.

Galau: kegalauan akan menghalangi nurani sehingga sulit mengerti nilai kehidupan.

Obsesif: terlalu mengejar kesempurnaan, obsesif ingin menjadi tanpa cacat, menyulitkan jiwa sehingga kita sulit memahami nilai keberkahan.

Maka kita harus menyingkirkan EGO. Caranya dengan mengaktifkan rasa, yaitu:

1. Menerima kenyataan

Ini sama seperti teknik acceptance yang saya kenal. Apapun kondisi kita, kita harus menerima. Dengan menerima kenyataan, setengah beban pikiran akan dilepaskan.

2. Memaafkan kejadian

Semua orang mempunyai masa lalu. Ada saja kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita, membuat sedih, kecewa, dan lainnya.
Maafkanlah semua kejadian di masa lalu, baik sejak kecil, remaja, serta yang baru-baru saja terjadi.

3. Memperbaiki keadaan

Kita terbiasa terbawa keadaan di masa lalu. Ketika usia bertambah tapi tidak ada perbaikan kualitas. Sebaiknya kita berperan aktif memperbaiki keadaan.

4. Tidak mengulangi kesalahan.

Manusia yang terluka, mengalami masalah berulangkali, bisa jadi karena selalu mengulangi kesalahan.
Terkadang kesalahan sengaja dilakukan, misalnya untuk membalaskan dendam atas perlakuan yg dia terima.

Dampak energi yang menguasai seorang manusia dari urutan terkecil hingga tertinggi, berdasarkan perilaku orangtuanya, yaitu:

Rasa malu: bila anak sering dipermalukan orangtuanya di depan umum. Hal ini akan berdampak sekitar 20.

Rasa bersalah: bila anak selalu dipersalahkan orangtuanya, akan berdampak sekitar 30.

Apatis: bila anak hanya diperlakukan apatis, dampaknya sekitar 50

Rasa takut: bila anak dibuat takut dg orangtua. Hal ini berdampak energi sebesar 100.

Cinta: bila anak dibesarkan dengan penuh rasa cinta, hal ini akan memberikan dampak energi sebesar 500.

Bahagia: bila anak merasakan kebahagiaan akan berdampak energi sebesar 540

Damai: bila anak merasakan kedamaian, energi yang didapatkan adalah 600

Pencerahan: bila anak karena terinspirasi dari orangtua, sehingga dia jadi berusaha seperti orangtuanya, energi yang didapatkan adalah 700.

Luar biasa! Seperti inilah kondisi perlakuan orangtua kepada anaknya. Bandingkan antara orangtua yang menerapkan rasa takut pada anak dengan orangtua yang tak segan menunjukkan cinta pada anak, lebih besar mana energinya? Yup. Minimal sebagai orangtua, kita maksimal memberikan energi dengan memperlakukan anak dengan penuh cinta.

Syukur-syukur kalau kita bisa menjadi orangtua yang diidolakan anak, atau menjadi pencerahan bagi anak-anak kita, hingga ingin menjadi seperti kita.

Lantas, apa saja hukum yang berlaku di alam semesta?

1. Hukum sebab akibat
Kalau kita baik dengan anak, di masa depan anak akan baik dengan kita.
Begitu juga sebaliknya.

2. Hukum kompensasi
Segala apa yang kita lakukan di masa lalu akan terbayarkan di masa depan. Termasuk perbuatan kebaikan, meski tidak langsung dibalaskan saat itu juga, suatu hari akan kembali pada diri kita.

3. Hukum pengendalian
Yaitu mengendalikan diri sendiri. Dengan mengendalikan diri sendiri, pikiran, emosi, maka efeknya juga akan berpengaruh pada diri kita.

4. Hukum kepercayaan
Percaya pada diri sendiri bahwa kita bisa.
Dengan kepercayaan, maka Alloh akan menjadikan apa yg kita percayai itu menjadi kenyataan.

Maka, percaya diri itu sangat penting. Jangan malah mempercayai hal negatif yang dikatakan pengkritik pada kita. Ingat saja, hal ini:

Orang yg pengkritik adalah orang yg tidak bahagia.

5. Hukum konsentrasi

Kekuatan fokus menentukan juga hasil yang didapatkan.
Harus fokus di bidang tertentu untuk dapat meraih kesuksesan seutuhnya.

6. Hukum daya tarik

Kita mempunyai kecenderungan akan bersama-sama dengan mereka yang punya kesamaan dengan kita.
Orang positif akan kumpul dengan org yg positif.
Orang negatif akan kumpul dengan org yg negatif.

Maka semua tergantung dari diri kita mau jadi seperti apa. Sudah selayaknya kita menjauhi orang-orang yg slalu berpikir negatif karena akan membawa pengaruh buruk buat kita.

7. Hukum kesesuaian

Kita akan menyesuaikan dengan apa yang di dekat kita.
Contoh nyata, orangtua baik menghasilkan anak-anak baik, begitu juga sebaliknya. Namun, bila pun ada anak baik dari orangtua yg tidak baik, biasanya sang anak perlahan akan menjauh, atau menjaga jarak dari orangtuanya, disadari atau tidak.

8. Hukum pertumbuhan
Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Kita mendidik anak baik-baik, mereka pun akan bertumbuh dengan baik.

9. Hukum pengisian

Perhatikan hukum alam yg unik satu ini. Contoh: bila isi lemari penuh, maka tidak akan terisi lagi oleh pakaian baru. Namun saat kita mengosongkan separuh dari isi lemari, nanti akan datang lagi pakaian-pakaian lainnya, mungkin dari pemberian orang lain, dsb.

Ada contoh yang unik, yang ingin saya bagikan kepada teman-teman, hal yang baru-baru ini terjadi pada saya. Sebagian teman mungkin sudah tahu, bahwa saya seorang penulis. Namun, karena memang saya masih terbilang baru berkecimpung di dunia literasi, apalagi buku saya juga belum ada di toko buku, maka wajarlah bila baru sedikit buku saya yang laku terjual.

Jika kondisi itu, saya perparah dengan berpikir negatif, ingin menyerah menulis, negative thinking pada orang yang bertanya-tanya ttg buku saya (misal berpikir, “alah, nanya doang, paling gak beli“). Alhasil, yang terjadi kemudian, sampai menumpuk buku-buku itu di rumah, tidak akan laku terjual.

Saya sempat coba mengubah pikiran. Fokus pada menulis dengan cinta. Menulis sebagai passion, tanpa memikirkan untung rugi. Saking cintanya saya, saya hanya ingin menginspirasi sesama melalui buku saya. Saya niatkan memberi beberapa buku saya pada orang-orang pilihan. Saya hadiahkan secara cuma-cuma, gak peduli bahkan seorang penulis pun kudu membeli untuk mendapatkan bukunya sendiri. Artinya saya sendiri juga tidak mendapatkan buku yg saya tulis secara cuma-cuma.

Nah, ada beberapa judul buku yang rencananya ingin sy hadiahkan pada seseorang. Entah kenapa, belum juga niatan itu saya laksanakan, kemudian berdatanganlah beberapa yang ingin membeli buku saya. Masya Alloh.

Bahkan, yang terbaru, buku saya dibeli seorang dokter saat saya datang ke tempat praktiknya untuk memeriksakan anak sy. Luar biasa. Inilah contoh hukum alam semesta yang saya alami sendiri.

Perhatikan gambar berikut ini, yang akan menambah pengetahuan teman-teman mengenai hukum alam semesta:

Maha dahsyat kemampuan pikiran manusia, namun lebih dahsyat lagi kekuatan detak jantung dan emosi

Pikiran manusia memberikan kekuatan elektrik sebesar 6.270.000 setiap harinya.

Namun, lebih kuat lagi adalah detak jantung kita, memberikan medan elektrik sebesar 6000 kali lebih besar dari pikiran.

Detak jantung manusia yang tidak beraturan dapat mengalahkan logika untuk dapat berpikir jernih. Maka dari itu, kita harus menjaga agar diri tetap tenang, detak jantung tetap stabil.

Jangan lupa, peran emosi yang berpengaruh besar. Yaitu memberikan medan elektrik sebesar 5000 kali daripada pikiran manusia.

Tapi, gimana caranya mempertahankan kestabilan detak jantung serta kondisi emosi?

Caranya adalah diam.

Untuk mampu menemukan solusi, kita harus menyempatkan berdiam diri

Biarkan mulut kita, pikiran kita, semua beristirahat. Saat kita punya masalah, emosi tidak stabil, detak jantung tidak tenang, saat itulah, kita harus mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.

Ambil waktu untuk bermeditasi supaya hati tenang dan terbuka jalan keluar. Dengan begini, kita juga akan menyadari ada hukum alam semesta yang sedang berlaku.

Dan tahukah kamu, apa meditasi yang paling baik? Jawabannya adalah sholat.

Sholat dengan sebenar-benarnya sholat, dalam artian khusyuk. Bahkan lebih baik lagi bila kita dapat memahami semua bacaan dalam sholat, dan mendalami maknanya.

Saat melakukan sholat yang benar-benar khusyuk, kita tidak hanya menenangkan diri, pikiran, detak jantung. Tapi juga ditambah gerakan-gerakan yang akan mengalirkan energi seluruh tubuh kita.

Di akhir acara ini, Pak Eko mengajak semua peserta untuk langsung mempraktikkan kekuatan pikiran, release emosi, dan juga afirmasi diri sendiri.

Kekuatan pikiran yaitu dengan memfokuskan pikiran pada satu hal yang kita inginkan. Benar-benar fokus dan tidak teralih hal lain. Maka hal itu akan menjadi kenyataan dan datang pada diri kita. Syaratnya, jangan ada sekecil apapun keraguan dari diri kita. Bahkan bila ada pihak luar yang meremehkan, segera abaikan, jangan masukkan ke dalam hati. Percayalah pada hukum alam semesta.

Release emosi, yaitu membuang semua energi negatif dalam tubuh kita. Pejamkan mata dan rasakan dalam tubuh sendiri. Kita akan segera menemukan ketidaknyamanan pada bagian tubuh tertentu bila kita mempunyai masalah.

Terakhir adalah yang paling saya sukai, afirmasi diri sendiri. Pak Eko mengajak kita seolah-olah berbicara pada diri sendiri, agar mengikhlaskan masa lalu yang terjadi pada diri kita.

Bahwa kita semua adalah manusia diciptakan Tuhan mempunyai tujuan, bukan sekedar kebetulan, sesuai hukum alam semesta. Karena memang tidak ada kebetulan di dunia ini.

Bahwa kita selayaknya menghargai diri sendiri, bangga pada diri sendiri yang menjalani hidup hingga detik ini, yang sudah mencapai perjalanan sejauh ini.

Jujur saja, saat proses afirmasi ini, saya pribadi tak dapat menahan air mata. Terutama saat mengatakan pada diri sendiri, “saya bangga sama kamu.” Juga ketika Pak Eko mengajak kita memaafkan semua orang yang pernah melakukan kesalahan pada diri kita di masa lalu.

Ikhlaskanlah. Karena dengan itu kamu bisa melangkah.

Ikhlaskanlah. Karena itu kunci bahagia.

Ikhlaskanlah. Karena masa depan kamu jauh lebih berharga.

Kupas Tuntas Penyakit Malaria (Indonesia Menuju Zero Malaria)

Ada yang tahu tentang penyakit malaria? Bukan malarindu tropikangen, bukaaan. Ini serius! Ternyata, penyakit Malaria ini ternyata termasuk berbahaya, lho.

Berdasarkan Laporan Word
Malaria Report (WMR) tahun 2018 melaporkan bahwa terjadi penurunan insiden penyakit malaria di dunia sebanyak 8% antara tahun 20102017, yaitu 239 juta kasus tahun 2010 menjadi 219 juta kasus tahun 2017.
Penurunan kasus di Indonesia lebih tinggi yaitu sebanyak 44% dari tahun 2010-2017, kasus tahun 2010 sebanyak 465 ribu menjadi 261 ribu kasus tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018 total terdapat 222 ribu kasus malaria di Indonesia.

Pada akhir tahun 2018 diketahui sebanyak 198 juta atau 75 % penduduk Indonesia telah hidup di daerah bebas malaria dan 285 Kabupaten/Kota telah mencapai status eliminasi penyakit malaria.

Nah, makanya baca artikel ini sampai selesai ya. Kita kupas tuntas penyakit Malaria karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Apa sih, Malaria itu?

Malaria adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Parasit ini hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia dan ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina.

Malaria dapat menyerang semua orang, laki – laki, perempuan, dan semua golongan umur, termasuk bayi dan anak- anak.

Jenis-jenis malaria yang umumnya dikenal adalah sebagai berikut:

a. Malaria falsiparum

Yaitu malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, dengan gejala demam. Jenis malaria ini sering berkembang menjadi malaria dengan komplikasi yang menyebabkan kematian.

b. Malaria vivaks, yaitu disebabkan oleh Plasmodium vivax. Malaria vivax dapat menyebabkan anemia kronik dan juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi.

c. Malaria ovale, yaitu malaria yang disebabkan oleh Plasmodium ovale. Manifestasi klinisnya bersifat ringan.

d. Malaria malariae. Kalau yang ini, disebabkan oleh Plasmodium malariae.

e. Terakhir, ada malaria knowlesi, disebabkan oleh Plasmodium knowlesi. Malaria knowlesi juga dapat berkembang menjadi malaria dengan komplikasi.

Ternyata nggak hanya parasitnya yang bermacam-macam, juga nyamuk Anopheles yang merupakan perantara penyebar penyakit ini. Di Indonesia sendiri, sudah ditemukan sebanyak 26 spesies nyamuk Anopheles, luar biasa.

Gejala penyakit malaria seperti apa, sih?

Ini dia. Gejala penyakit malaria berupa demam, menggigil berkeringat dan dapat disertai sakit kepala, mual, muntah, diare dan nyeri otot atau pegal–pegal (gejala lokal spesifik).

Lantas, apa saja bahaya penyakit Malaria?

Tadi, kan, seperti yang saya ungkapkan di awal, bahwa penyakit ini cukup berbahaya.

Antara lain, bisa menyebabkan: anemia, yaitu terjadinya kekurangan darah pada penderita penyakit malaria karena sel – sel darah merah banyak yang hancur dirusak oleh plasmodium.

Anemia juga menyebabkan
daya tahan tubuh menurun, sehingga:
– Mudah terkena infeksi penyakit lain
– Daya kerja menurun
– Dapat menjadi bodoh karena pertumbuhan otak terganggu.

Apabila penyakit malaria terjadi pada ibu hamil, ternyata efeknya lebih berbahaya. Antara lain:

– Bayi bisa meninggal dunia

– bayinya akan lahir dengan berat badan rendah
– Bayi lahir dengan anemia
– Ibu hamil dapat meninggal dunia.

Manifestasi penyakit Malaria berat dapat berupa demam tinggi, penurunan kesadaran, koma, pendarahan spontan, kegagalan multi organ sampai menyebabkan kematian.

Kemudian, bagaimana mengobati penyakit malaria ?

β€’ Setiap orang dengan gejala malaria yang datang ke pelayanan kesehatan
(Puskesmas, Pustu, rumah sakit) dilakukan pemeriksaan sediaan darah tepi untuk memastikan apakah di dalam darahnya terdapat parasit malaria (plasmodium). Di daerah terpencil dapat dilakukan diagnosis dengan RDT.

β€’ Setiap orang yang sediaan darahnya positif parasit malaria diberikan pengobatan Obat Anti Malaria (OAM) gratis yaitu Artemisinin based Combination Therapy (ACT).

β€’ ACT yang digunakan oleh program saat ini adalah DHP (kombinasi Dihidroartemisinin dan piperakuin dalam satu dosis.

β€’ Pengobatan diberikan sesuai dengan jenis malaria yang diderita kemudian dilakukan pemantauan perkembangan penyakit melalui pemeriksaan mikroskopis. Maka, pengobatan ini dilakukan dua tahap, ya. Tidak cukup diobati ketika timbul gejala saja. Namun harus berlanjut ke tahapan pengobatan selanjutnya supaya parasit tidak menyebar.

Bagaimana dengan penularan penyakit Malaria?

Malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria (Anopheles sp) betina yang mengandung parasit
malaria kepada orang yang sehat.

Siapa saja yang berisiko terkena malaria ?

Penyakit malaria menyerang orang yang tinggal/pernah bermalam di daerah endemis malaria, baik itu karena pekerjaan dan kebiasaan berpindah (Wisatawan, TNI, Polri, pekerja tambang, perambah hutan dll)

Apa yang dimaksud dengan daerah endemis malaria?

Adalah daerah yang terdapat penularan malaria atau daerah yang selalu ditemukan kasus malaria.

Daerah endemis dibagi menjadi 3, berdasarkan insiden malarianya, yaitu endemis tinggi, endemis sedang dan endemis rendah.

Pada tahun 2018 terdapat 28 kabupaten endemis tinggi yang ditemukan di 4 (empat) provinsi yaitu: Papua, Papua Barat, NTT, dan Kalimantan Timur. Sedangkan daerah yang sudah tidak terdapat penularan setempat malaria disebut dengan
daerah pemeliharaan

Lingkungan yang berisiko menjadi tempat perindukan nyamuk Malaria adalah pada daerah endemis malaria terdapat nyamuk vektor malaria (Anopheles sp.).

Nyamuk Anopheles umumnya berkembang biak di lingkungan yang terdapat genangan air seperti rawa-rawa, lagun, muara sungai, tambak dan kolam terbengkalai, saluran irigasi, persawahan dan mata air.

Lingkungan harus dikelola dan dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk dengan cara bersama menggerakkan masyarakat untuk :
β€’ Membersihkan lingkungan
β€’ Melancarkan saluran air agar tidak tergenang
β€’ Mengeringkan air yang tergenang

β€’ Membersihkan lumut pada mata air dan danau
β€’ Menebarkan/memelihara ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, nila merah, gupi, mujair dll.) di lagun, kali, kolam dan air tergenang lainnya
β€’ Menebarkan larvasida/racun jentik

Bagaimana cara yang paling aman untuk terhindar dari malaria ?

a. Menghindari gigitan nyamuk malaria dengan :
– Tidur di dalam kelambu anti nyamuk
– Pada malam hari berada di dalam rumah.
– Apabila keluar rumah pada malam hari hendaknya memakai pakaian yang dapat menutup badan seperti celana panjang, baju tangan panjang, sarung dan lain-lain
– Mengolesi tubuh dengan obat anti gigitan nyamuk (repellent).
– Memakai obat nyamuk bakar atau menyemprot ruangan dengan obat anti nyamuk.
– Memasang kawat kasa pada jendela atau ventilasi ruangan.
– Menjauhkan kandang ternak dari tempat tinggal
– Perilaku gigitan nyamuk adalah antara pukul 6 sore
sampai dengan pukul 6 pagi. Sudah jelas ya, bahwa nyamuk Malaria adalah nyamuk malam.

b. Mencegah adanya tempat-tempat hinggap/ istirahat nyamuk dan memberantas sarang nyamuk malaria, dengan
– Mengalirkan genangan-genangan air
– Membersihkan rumput dan semak di tepi saluran air
– Membersihkan semak-semak di sekitar rumah
– Menimbun dengan tanah atau pasir semua genangan air di sekitar rumah
c. Membunuh nyamuk dewasa dengan penyemprotan rumah menggunakan racun serangga
(insektisida)
d. Membunuh jentik nyamuk dengan menebarkan ikan pemakan jentik atau menebarkan larvasida/obat anti larva (jentik) pada genangan air
e. Melestarikan hutan bakau di
rawa-rawa sepanjang pantai

Nah, makanya penting banget kita ikut berpartisipasi melakukan Eliminasi Malaria.

Apa yang dimaksud dengan Eliminasi Malaria ?

Eliminasi penyakit malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografis tertentu. Setelah eliminasi tercapai tetap ada risiko terjadinya kasus malaria impor, karena vektor malaria masih ada di wilayah tersebut. Oleh karena itu kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penularan kembali malaria harus dilaksanakan secara intensif.

Apa saja tantangan dalam proses pengendalian penyakit malaria di Indonesia ?

β€’ Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria termasuk terhadap wisatawan dan pelaku perjalanan dari dan ke daerah endemis

β€’ Sinergi peran multi sektoral dalam pengelolaan lingkungan khususnya terkait dengan tempat potensial perindukan nyamuk malaria

β€’ akses layanan kesehatan masyarakat di daerah lemot

Salah satu yang kita sadari, ternyata ada loh hari peringatan penyakit malaria sedunia.

Apa maksud peringatan Hari Malaria Sedunia?

Simak cerita selanjutnya:

Pada Sidang Majelis Kesehatan Sedunia atau World Health
Assambly – WHA ke 60 tanggal 1823 Mei 2007 telah disepakati komitmen global tentang eliminasi malaria. Selain itu, disepakati untuk memperingati Hari Malaria Sedunia setiap tanggal 25 April.

Peringatan Hari Malaria Sedunia dimaksudkan untuk meningkatkan awareness dan komitmen semua komponen bangsa tentang pencegahan dan pengendalian malaria menuju eliminasi.

Makanya, jadilah masyarakat cerdas dan memegang andil dalam memberantas penyakit berbahaya, khususnya malaria. Mari kita turut berpartisipasi menuju zero Malaria. Bebas Malaria Prestasi Bangsa!

Sumber artikel: Fact Sheet 2019 Bebas Malaria dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sumber gambar: Wikipedia, idsehat, thenationonline

Siti Hajar, Sosok Ibu Luar Biasa di Balik Keluarga Hafidz/Hafidzhoh

Judul: Hafidz Rumahan

Penulis: Neny Suswati

Editor: Rosidin

Penerbit: AURA CV. Anugrah Utama Raharja

Cetakan: Februari 2019

ISBN: 978-623-211-033-5

Harga: Rp. 65.000

Hafidz Rumahan

Sinopsis:

Hasan Basri, hafidz cilik dari pulau Nias. Semakin sering disebut dan sangat mudah menelusuri untuk mendapatkan informasi tentangnya di internet, terutama youtube yang banyak menayangkan video saat dia melantunkan ayat-ayat Al-Quran dengan suara merdunya. Sebuah fenomena yang amazing, tentu menimbulkan rasa ingin tahu yang mendalam. Bagaimana bisa jadi seperti itu?

Buku ini bercerita, bagaimana seorang ibu, dengan kegigihan dan kesabarannya, membimbing sendiri anak-anaknya yang 9 orang untuk menjadi hafidz Quran! Saat ditulisnya buku ini, 7 orang anaknya sudah hafal 30 juz Al-Quran di usia 6 sampai dengan 12 tahun, 1 orang meninggal dunia di usia hampir 2 tahun dan 1 orang sedang menghafal.

Masya Allah! Bagaimana bisa? Sehebat apa beliau? Setinggi apa pendidikannya? Selengkap apa sarana hidupnya? Di mana suaminya? Bisakah kita seperti dia?

Sejak mengikuti acara launching buku β€œHafidz Rumahan”, pada Kamis lalu, tanggal 7 Maret 2019, saya sudah sangat penasaran dengan kisah keluarga Ustadz Abdurrahim. Bagaimana seorang yang dulunya sangat awam agama, kemudian bisa mendapatkan hidayah dan mengubah hidupnya 180 derajat.

Begitu juga dengan sang istri, Siti Hajar. Seorang ibu tanpa pernah mengenyam pendidikan  di pesantren, telah berhasil mendidik putra-putrinya hingga menjadi hafidz/hafidzhoh. Luar biasa. Bahkan keluarga ini tinggal di pulau dengan penduduk muslim hanya sekitar 5%. Bagaimana bisa?

Saya menikmati lembar demi lembar kisah keluarga dalam buku ini. Diawali dengan latar belakang bapak Ramlan Dalimunthe, sebelum ia menjadi ustadz Abdurrahim. Lalu profil istrinya, Sri Maharani Hasibuan, yang tadinya sempat menolak untuk menikah dengan Bapak Ramlan. Qodarulloh, mereka akhirnya menikah, berhijrah, hingga menjadi seperti sekarang. Penggambaran masa lalu mereka terbayang jelas karena penulis menggunakan teknik showing yang mantap.

Kemudian yang terpenting bagaimana sang ibu mendidik anak-anaknya. Bab inilah yang merupakan favorit saya. Dimulai dari halaman 107, bagian 0-3-7-10, diceritakan bagaimana memperlakukan anak-anaknya berdasarkan tahapan umur mereka. Fase lahir sampai usia 3 tahun, usia 3-7 tahun, usia 7-10 tahun.

Cerita berlanjut hingga saat mereka pertama kalinya mendapat hidayah. Alasan ustadz Abdurrahim memutuskan untuk mengundurkan diri dari statusnya sebagai PNS dan fokus di jalan dakwah. Kehidupan keluarga ini yang berubah 180 derajat. Terjadinya gempa Nias yang semakin mengingatkan betapa dunia begitu mudah porak poranda oleh kekuasaan Alloh SWT. Lalu cara mereka menghadapi cibiran dari keluarga dan lingkungan sekitar terhadap pola hidup yang mereka pilih.

Sikap suami sebagai qowwam atau pemimpin keluarga dan istri yang selayaknya taat pada suami. Buku ini juga menyadarkan saya bahwa kunci pendidikan anak-anak adalah dari ibunya. Ibu sebagai madrasah pertama, ibu yang menciptakan lingkungan yang kental nuansa religi dalam rumah. Karena ternyata yang dimaksud lingkungan mempengaruhi pendidikan anak sesungguhnya dari dalam rumah itu sendiri, bukan dari luar rumah.

Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari buku Hafidz Rumahan ini. Antara lain, ilmu parenting, bagaimana mendidik anak hanya dengan landasan kecintaan pada mereka, hingga tak rela sedikitpun api neraka menyentuh anak-anak.

Sayangnya, ada beberapa hal yang mengganggu saya saat membaca buku ini. Ada beberapa kalimat tidak bersubyek, kesalahan penulisan kata depan di-, yang seharusnya bila mengacu pada nama tempat, penulisannya dipisah. Walau sebenarnya bagi pembaca awam, hal seperti ini tidak akan mengganggu, yang penting isinya baper.

Selain itu, penempatan foto-foto di dalam buku ini, menurut saya, alangkah bagusnya bila foto-fotonya berwarna. Walaupun tentunya tampilan halaman berwarna akan mempengaruhi kenaikan harga buku.

Kemudian dari segi konten buku. Dikisahkan bahwa sebelumnya sang istri sempat menolak ketika dilamar. Namun mengapa pada akhirnya bapak Ramlan tetap datang melamar? Hal ini tidak diceritakan.

Lalu pada saat Abdurrahim memutuskan berhenti mengajar. Kalau menurut saya pribadi, setiap keputusan yang kita ambil mengandung resiko. Begitu juga dalam ketentuan PNS, setahu saya, jika memang ingin mengundurkan diri, yang bersangkutan tak berhak lagi atas gaji, pesangon maupun uang pensiun. Itulah resiko dari pilihannya yang harus diterima dengan ikhlas. Jadi tidak perlu mem-bahasa-kan bahwa β€œwalikota memberhentikan secara tidak hormat”, karena awalnya keputusan adalah dari ustadz Abdurrahim sendiri. Fokuskan saja pada keikhlasannya menjalani hidup setelahnya tanpa menerima penghasilan lagi.

Terlepas dari kekurangan yang saya sebutkan, buku Hafidz Rumahan ini sangat menginspirasi dan layak dibaca semua khalayak. Betapa langkanya manusia yang memilih jalan dakwah, hidup dalam kesederhanaan di tengah masyarakat yang berlomba mengumpulkan harta. Betapa jarangnya sosok ibu yang menyadari sepenuhnya bahwa di tangannyalah tanggungjawab mendidik anak-anak sepenuhnya. Hal ini yang menyentuh sanubari saya sebagai seorang ibu.  Semoga saya bisa mengikuti jejak beliau dan mengambil tanggungjawab penuh mendidik anak-anak saya.

Hafidz Rumahan. Sumber pic: Tapis Blogger

Like Water for Chocolate, Dongeng Cinta Ala Meksiko yang Tragis Namun Mempesona

Judul: Like Water for Chocolate

Diterjemahkan dari: Como Agua para Chocolate

Karya: Laura Esquivel

Penerbit: Bentang (PT. Bentang Pustaka)

Cetakan pertama: Agustus 2018

Copyright Laura Esquivel 1989

Penerjemah: Yunita Candra

ISBN: 978-602-291-496-9

Sinopsis:

Terlahir sebagai putri bungsu keluarga La Garza, Tita harus mematuhi tradisi untuk tidak pernah menikah demi merawat orangtua. Namun, Tita justru jatuh cinta kepada Pedro. Mama Elena, ibunya, berang dan justru menikahkan Pedro dengan kakak Tita. Wanita itu bahkan memaksa Tita menyiapkan jamuan pesta pernikahan mereka.

Pertama saya membuka novel ini, saya langsung mengira ini buku resep. Soalnya setiap babnya dibuka dengan resep makanan khas Meksiko, dari mulai bahan-bahan hingga cara membuatnya.

Karena semua adalah bagian hidup Tita, sebagai putri bungsu keluarga La Garza, sekaligus koki di dapur mereka. Iyalah, sebab dari kecil dia memang lebih dekat dengan dapur dan juru masaknya daripada ibu kandungnya sendiri yang pernah mencoba menyingkirkan Tita waktu masih bayi.

Saya tak habis pikir setelah mengetahui tradisi di sana. Alangkah tidak adilnya menjadi anak bungsu perempuan kalau tidak diperbolehkan menikah karena harus merawat ibunya. Apalagi Mama Elena di sini sangat memperlakukan Tita dengan tidak adil.

Namun dengan gaya bahasanya yg nyastra dan memikat, novel ini benar-benar layak dinikmati. Di pertengahan cerita pembaca dibuat memahami apa latar belakang Mama Elena mempunyai karakter demikian.

Semua karakter di buku ini begitu hidup, meski kadang beberapa adegan tampak kurang masuk akal bagi saya.

Anyway, setelah membaca profil penulis di akhir buku saya baru menyadari bahwa novel ini merupakan salah satu yang difilmkan di Meksiko, bahkan berhasil menyabet Ariel Award pada tahun 1992. Buku ini juga sudah terbit dalam 35 bahasa dan menjadi film asing paling laris di Amerika pada tahun 1993. Wah, ada yg belum lahir umur segitu?

Setelah saya begitu terhibur dengan jalan cerita yang tidak bisa diduga akhirnya. Novel ini mengajarkan bahwa, setiap luka nantinya akan tersembuhkan. Namun jangan lupa bahwa kitalah yang bertanggungjawab untuk menyalakan lilin semangat pada diri sendiri. Asal kita percaya, ada akhir yg indah dari setiap cerita.

Berusaha Jujur pada Diri Sendiri

Sumber: blog stupidcancer

Be Honest (to yourself)

“Kapan terakhir kali kamu jujur pada diri sendiri?”

Sejak 2016 lalu, saya menjalani beberapa terapi online. Dari situ saya mulai menemukan jawaban, “kenapa sih saya slalu berkubang di masalah yg sama?”.

Saya mengenal istilah “mental korban”, “inner child”, “PTSD”, “love addicted”, juga “mindfulness” juga dari terapi tersebut. Terapi yang digagas oleh Bapak Supri Yatno, seorang praktisi kesehatan mental dan founder Peduli Trauma, telah banyak menolong saya, terutama dalam hal pengasuhan anak dan mendengarkan kata hati.

Pengetahuan tentang tantrum yang saya tuangkan di sini adalah salah satu yang kupelajari dari pelatihan Bapak Supri Yatno.

Saya merasa bekal saya cukup. Di saat beberapa teman seperjuangan saya tahu ada yg mendatangi psikolog, bahkan psikiater, saya yg merasa diri sudah baik-baik saja merasa tak perlu melakukan itu semua.

Grup khusus alumni Mindfulness Parenting, salah satu pelatihan Bpk Supri Yatno, kebetulan saya salah satu adminnya

Berlembar Episode Pasca Terapi

Hari-hari saya lalui kemudian dan berbagai masalah muncul. Masalah parenting, masalah dengan pasangan, masalah di tempat kerja, dll. Saya memang sudah bisa pulih lebih cepat.

Dari yang dulu bisa berhari-hari berkubang dalam tangisan, sekarang sudah bisa berduka beberapa menit saja. Dari yang dulu cepat sekali melukai diri sendiri, sekarang sy bisa mengalihkan pikiran ke hal-hal lain yg membahagiakan. Saya merasa lebih kuat.

Memasuki Dunia Literasi

Kemudian, saya menemukan passion saya. Saya menenggelamkan diri dalam tulisan-tulisan saya, mengikuti berbagai training, komunitas, beberapa event, mencoba menjadi blogger, vlogger, PJ antologi, menulis resensi buku, macam-macam-lah pokoknya.

Menjadi penulis seakan menjadi suatu kebanggaan, apalagi saat membaca satu quotes:

“Berhati-hatilah menyakiti seorang penulis jika kamu tak ingin namamu abadi dalam karyanya.”

Terkadang permasalahan masih terasa bagaikan tamparan. Di tengah kenyamanan hidup, dia datang tak peduli situasi. Saya yang sudah merasa lebih kuat mengira sanggup mengatasi semua. Ternyata ….

Bahkan masalah di dunia literasi pun tak urung membuatku berpikir, “mengapa saya tak mampu sebaik yang lain?”

Saya lupa dengan beberapa ilmu yang saya dapatkan dari terapi. Saya lupa untuk acceptance. Saya lupa niatan awal melakukan passion karena saya suka dan bukan untuk bersaing dengan siapapun.

Saat Nada Sumbang Terdengar di Telinga

Apalagi ditambah pada awal Januari sebuah rahasia terkuak, bahwa ada beberapa teman yang hanya mengenalku dari sosial media, menarik kesimpulan sendiri, lalu membenciku. Parahnya lagi mengadu domba dengan menceritakan keburukanku pada seorang sahabat.

Untung saja, sahabatku itu masih bertahan berteman denganku. Memang betul kan, istilah:

“Tidak perlu menjelaskan dirimu pada dunia, yang menyukaimu tak butuh itu dan yang tidak menyukaimu takkan percaya itu.”

Saya mencoba untuk menepis perasaan tidak nyaman yang saya rasakan pada beberapa hari pertama di awal 2019. Namun tak bisa dibohongi, bahkan terbukti ketika diadakan Challenge 30 Hari Bercerita saya langsung memilih tema: Mencintai Diri Sendiri.

Hasil dari Challenge 30 Hari Bercerita selama Januari 2019

Ternyata, saya belum pulih total. Ternyata masih banyak hal yang perlu saya perbaiki. Ternyata ilmu yang saya dapatkan dari terapi online belum semua bisa saya serap sempurna. Bahkan masih ada beberapa kesalahan yang kerap saya lakukan berulang-ulang.

Saya mulai membuka diri pada metode baru. Saya mulai mengosongkan gelas supaya bisa terisi ilmu baru. Saya mulai mencari tahu alasan kenapa saya belum bisa berbahagia dengan sempurna, alasan apa adanya tanpa ditutup-tutupi.

Perkenalan dengan Program “de Most”

Awalnya, di sekolah anak saya dulu ada program penilaian bakat anak dari sidik jari. Program ini dinamakan de Most (Mitra Observation Sinergi Talenta). Saya penasaran ingin mencobanya untuk mengetahui bakat anak-anak saya.

Saya puas mengetahui hasil yang saya terima pada anak saya yang pertama, saya cobakan lagi mengikutkan anak saya yang kedua dalam program de Most. Apalagi kebetulan anak saya yang kedua ini speech delay. Saya ingin mempunyai ilmu lebih untuk memahaminya.

Saya mengantongi hasil yang sangat berbeda untuk kedua anak saya. Kami yang pernah ikut serta program de Most, dimasukkan dalam sebuah grup wa, oleh Bapak Eko Chrismiyanto, seorang konsultan keluarga dan pakar analisis sidik jari. Di grup ini Pak Eko seringkali berbagi ilmu2 parenting sebagai pengingat bagi kami semua.

Di acara ini pertama kalinya saya mengenal Pak Eko dan program de Most

Ternyata tak hanya untuk orangtua, ada juga program untuk pasangan dan untuk diri sendiri. Wait. Bukankah sudah terlalu tua mengetahui kepribadian sendiri?

Tapi saya mencoba untuk jujur. Saya ingin menjadi pribadi lebih baik setiap harinya. Apapun jenisnya, baik terapi online maupun offline bila bertujuan untuk peningkatan kualitas diri, saya akan mengikutinya.

Rata-rata anggota grup wa de Most mengikuti program de Most intimate, saya rasa mungkin hanya saya yang akhirnya memilih de Most personal. Dan begitu saya mengetahui hasilnya saya sangat terkejut.

Scan Sidik Jari bersama de Most

Hasil Scan Sidik Jari yang Jauh dari Prediksi

Saya merasa sudah mengenali diri dengan baik nyatanya banyak hal tak terduga dari hasil scan sidik jari saya. Saya mengira saya dominan otak kanan karena terlalu mengutamakan perasaan dibandingkan logika tapi ternyata sebaliknya. Terbukti imajinasi saya terbatas sehingga lebih mudah bagi saya menuliskan non fiksi dibandingkan fiksi.

Contoh lainnya, saya mengira saya dominan auditorial ternyata saya seorang visual dengan hasil auditorial yg juga cukup tinggi. Bahkan hasil kinestetik saya juga cukup tinggi meski menempati urutan ketiga.

Di saat saya mengira saya tak cukup baik mengatur waktu ternyata justru yang paling tinggi adalah bagian manajerial. Hal ini yang menyebabkan beberapa orang menilai saya berbakat menjadi leader. Saya bisa memilah mana yg prioritas untuk terlebih dulu dilakukan.

Di sini saya mengungkapkan perjalanan saya juga dari seorang manajer di MLM hingga menjadi Manajer di dunia literasi nulis bareng (NuBar)

Sejak mengikutsertakan anak saya pada analisis sidik jari, saya mengetahui bahwa ada 9 jenis kecerdasan manusia, yaitu kecerdasan intrapersonal, interpersonal, naturalis, musik, body kinestetik, verbal, visual spasial, dan logika matematika.

Dan dari 9 jenis kecerdasan, yang tertinggi bagi saya adalah kecerdasan intrapersonal diikuti kecerdasan interpersonal. Gak bisa dipungkiri, meski saya berempati tinggi, saya tetap mengutamakan diri sendiri. Saya hanya bisa mendengarkan orang lain di saat mood saya baik. Saya hanya bisa menolong orang lain jika saya sendiri sudah beres terlebih dulu.

Buku ini juga membahas macam-macam kecerdasan manusia, selain pengetahuan tentang dunia literasi.

Meski saya sempat berminat untuk menjadi psikolog, bahkan minimal menjadi terapis spti Bapak Supri, masih ada hal yang mengganjal di hati saya dan ini jawabannya.

Begitupula terhadap pasangan. Meski setelah mengikuti terapi online saya bisa lebih memahami pasangan namun di sudut hati saya tetap berharap ada saatnya saya ingin dipahami.

Saya butuh eksistensi. Saya butuh untuk dilihat. Saya butuh pengakuan orang terhadap bakat saya. Ini berhubungan erat dengan masa lalu saya yang seringkali tak dianggap, baik di keluarga, di lingkungan sampai dunia kerja.

Untuk pertama kalinya terungkap satu sisi yang tersembunyi dalam diri. Saya hampir menangis saat diam-diam mengakuinya. Saya, seorang melankolis tertutup yang tidak nyaman dilihat orang ternyata haus perhatian.

Bukan. Ini bukan hal menyedihkan. Interpersonal adalah salah satu jenis kecerdasan. Sejajar pentingnya dengan kecerdasan logika Matematika maupun kecerdasan musikal.

Saya merasa lega sekali mengetahui hal ini. Saya merasa lega sekali memberanikan diri ikutan program sidik jari dan mengabaikan kata orang, “dah ketuaan lu umur segini baru tahu minat”.

Belum terlambat. Selagi Alloh masih memberimu napas masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya dan hidup lebih berbahagia dari sebelumnya. Hal kemudian saya lakukan adalah mengungkap satu trauma saya yang masih mengganggu pada Pak Eko, dan berharap untuk menuntaskannya kemudian hari.

Saya percaya saya pasti bisa. Selagi saya jujur pada diri sendiri. Dan semua bisa terjadi dengan izin-Nya.

P.S. untuk berkonsultasi dengan pakar terapis yang saya sebutkan bisa melalui saya wa 085273642724

Pelajaran Penting tentang Persahabatan (Review Wreck it Ralph 2; Ralph Breaks the Internet)

Sumber gambar: otakukart

Ralph Breaks the Internet adalah sebuah film komedi animasi komputer 3D Amerika Serikat yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios. Sekuel dari film 2012 Wreck-It Ralph, dan film fitur animasi Disney ke-57, film tersebut menampilkan pengisian suara dari John C.
Tanggal rilis: 23 November 2018 (Indonesia)

Sumber: Wikipedia.

Sudah nonton “Wreck It Ralph” yang pertama? Belum? Wah, wah, baca dulu review-nya di sini deh. Bagusnya memang nonton berurutan, yang pertama dulu baru yang kedua, supaya kalian paham dalamnya persahabatan antara Ralph dan Vanelope 😁

Di film kedua ini, Sugar Rush terancam bubar! Ini gara-gara setir kemudi game Sugar Rush rusak. Mau tak mau, ini akibat ulah Ralph juga yang sengaja membuatkan alur jalan baru untuk Vanelope sahabat kecilnya yang menyukai tantangan, di tengah-tengah balapan. Jadi, saat anak yang tengah memainkan Sugar Rush tersebut memutar setirnya agar Vanelope kembali ke jalur balapan, ups, jadi patah deh.

Mr. Litwack (pemilik tempat games tersebut) sebenarnya ingin membeli gantinya, tapi harganya terlalu mahal.
Langsung saja semua penghuni “Sugar Rush” panik dan seketika menjadi gelandangan.

Dari sekian banyak penduduk Sugar Rush yang mendadak homeless akhirnya “dilelang” dan terambil game lain, tinggal bersisa para pembalap nih. Finally, Fix it Felix dan Calhoun, istrinya, sepakat mengadopsi teman-teman Vanelope tersebut. Tentunya tidak mudah mengasuh mereka πŸ˜‚πŸ˜‚

Sementara itu, Ralph tiba-tiba mempunyai ide bagaimana cara mendapatkan setir baru. Dia dan Vanelope kompak bertualang ke eBay, melalui WiFi yang dipasang Mr. Litwack. Misinya simple, memesan setir untuk dikirimkan ke alamat toko Mr. Litwack. Hal yang terlupakan oleh mereka bahwa untuk membeli butuh uang. Tentu saja keduanya tidak mempunyai uang.

Sumber gambar: CGV

Saya memang sudah jatuh cinta pada karakter Ralph dan juga Vanelope sejak menonton Wreck it Ralph yang pertama. Makanya, waktu tahu kalau sekuelnya sudah tayang di bioskop Lampung, langsung saja deh saya atur jadwal untuk nonton film ini bersama keluarga.

Sesuai dengan judulnya, Ralph Breaks the Internet, film ini tak hanya mengisahkan petualangan dua sahabat itu memasuki dunia internet tapi juga menceritakan Ralph yang menjadi viral di internet.

Yup. Demi mencari uang banyak, Ralph akhirnya membuat video viral dalam waktu singkat. Wah, jadi ilmu baru nih bagi buzzer, YouTubers, dan siapapun yang mengejar ketenaran melalui sosmed.

Karena keunikannya, video Ralph dengan cepat memperoleh banyak “like” dari para netizen. Dari “like” tersebut nantinya bisa diuangkan.
Tapi jangan lupa, ilmu penting yang harus kalian ingat, abaikan komentar netizen! Fokus saja pada misimu menjadi di sosmed. Di mana-mana punya haters itu biasaaa. Apalagi seorang tokoh antagonist seperti Ralph, ya kan.

Wah, jadilah satu pelajaran penting yg bisa kita ambil dari film ini.

Jangan lupakan juga kemunculan Princesses dari Disney saat berkenalan dengan Vanelope. Saya paling suka saat menonton adegan kekompakan mereka diiringi backsound film masing-masing 😍

Sumber gambar: kaskus

Simak scenes tentang kemunculan Princesses di sini

Namun hikmah paling utama adalah tentang persahabatan. Bagaimana Ralph berproses untuk menghargai keputusan Vanelope yang sangat mengejutkan di pertengahan cerita. Apa itu? Tonton langsung aja filmnya 😊 Yang pasti sesuai dengan quotes yang terkenal dari film ini:

There’s no law saying best friends have to have the same dreams,”

Ini pelajaran penting dalam menjalin persahabatan. Bahwa tak apa menjadi berbeda satu sama lain, bahkan terpisah antara ruang dan waktu. Itu takkan menjadikan kita sungguh-sungguh berpisah dengan sahabat. Kita masih tetap bisa bersama dan sesekali menyapa melalui sosmed. Percaya pada sahabat kita bahwa dia masih tetap sahabat kita meskipun sudah mempunyai teman-teman baru. Just trust her or him! Lanjutkan hidupmu and everything is gonna be okay.