Buku yang Membantu Anda dalam Pencarian Soulmate Sejati (Review “Jangan Salah Pilih Pasangan” Karya Ayah Edy)

“Jangan Salah Pilih Pasangan” karya Ayah Edy

Judul Buku: Jangan Salah Pilih Pasangan

Tagline: Temukan Soulmate Sejatimu

Penulis: Ayah Edy

Penerbit: Noura (PT Mizan Publika)

Cetakan: 2017

ISBN: 978-602-385-325-0

Sinopsis:

Kapankah saya akan bertemu pujaan hati?

Kriteria apa yang digunakan untuk memilih pasangan hidup?

Bagaimana saya bisa tahu kalau dia memang yang terbaik?

Apa yang harus dilakukan jika ada ketidakcocokan dengan calon pasangan?

Bagaimana jika hubungan saya dan dia tidak direstui orangtua?

Sederet pertanyaan muncul ketika akan memilih pasangan hidup. Karena dia yang akan menemani kita seumur hidup, dalam suka dan duka, hingga ajal menjemput.

Jangan sampai keliru memilih pasangan akibat ketidaktahuan, tekanan lingkuna, atau dorongan cinta sesaat yang membutakan hati dan kenyataan. Memilih pasangan yang salah tak hanya menyengsarakan, tetapi juga mengorbankan anak-anak kelak, dan menghancurkan keluarga.

Ayah Edy mempersembahkan buku ini untuk siapa pun yang sedang mencari belahan jiwa. Buku ini menjawab segala kegalauan dalam mewujudkan mimpi: menemukan soulmate sejati.

Daftar Isi “Jangan Salah Pilih Pasangan”

Ini adalah buku yang wajib dibaca bagi kalian yang sedang dalam pencaharian pasangan jiwa. Bahasanya mengalir tidak terkesan menggurui, menyajikan contoh-contoh yang brasa liat orangnya langsung, seperti live show. Jadi terasa sangat nyata.

Lihat saja bab-babnya, ada “PDKT yang Sehat itu Penting!”, “Oh Soulmate-ku, Di manakah kamu?’, “Pilah-Pilih Pasangan Hidup”, ‘Kapan Nikah’, dll. Yang kesemuanya akan membantu kita membuka mata, oh ternyata seperti ini tho. Sehingga nantinya akan meminimalisir kesalahan cari jodoh.

Buku ini juga menyajikan lembar pertanyaan yang harus didiskusikan bersama pasangan sebelum menikah. Jadi bisa langsung dipraktekkan dan menemukan solusi setelahnya. Apakah take it or leave it.

Lalu bagaimana dengan yang sudah menikah? Tenang saja, baca buku ini juga akan membantu mengembalikan keharmonisan rumah tangga. Gak ada hal yang nggak bisa dibicarakan baik-baik.

Baca juga: Review “Rooftop Buddies”, buku yang akan membuatmu semakin menghargai hidup.

Kita bisa meniru langkah Ayah Edy dalam buku ini, yaitu secara teratur bersama pasangan sama-sama membuat list kekurangan masing-masing yang perlu diperbaiki. Kadangkala kita merasanya karena sudah hidup bersama bertahun-tahun, hal yang kita anggap biasa, ternyata bisa menjadi masalah buat pasangan kita. Dengan membuka hati dan pikiran dan mengakui kekurangan kita serta berusaha memperbaikinya dijamin ke depannya hubungan dengan suami/istri kita akan menjadi harmonis. Lakukan hal ini secara berkala ya!

“How I met your mother” adalah film drama keluarga yang akan mempererat hubunganmu dengan pasangan.

Satu lagi yang saya sukai dari buku ini, karena terdapat lirik lagu di setiap pembuka bab demi bab. Sehingga sering kali saya seolah sedang mendengarkan lagu yang liriknya tertuang di sana sambil membaca buku ini. Akhirnya, tanpa sadar saya bisa mengelarkan buku ini dalam beberapa jam saja, di selingan waktu bekerja.

Wah, pokoknya nggak akan menyesal deh udah beli buku ini. Saya malah jadi penasaran dengan serial Ayah Edy yang lain nih.

Cover belakang “Jangan Salah Pilih Pasangan”

Ketika Dua Remaja Dipersatukan oleh Keinginan Bunuh Diri (Review “Rooftop Buddies” karya Honey Dee)

Rooftop Buddies karya Honey Dee

Judul: Rooftop Buddies

Penulis: Honey Dee

Genre: Young Adult

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Terbitan: 2018

ISBN: 978-602-03-8819-9

Sinopsis:

Buat Rie, mengidap kanker itu kutukan. Daripada berjuang menahan sakitnya proses pengobatan, dia mempertimbangkan pilihan lain. Karena toh kalau akhirnya akan mati, kenapa harus menunggu lama?

Saat memutuskan untuk melompat dari atap gedung apartemen, tiba-tiba ada cowok ganteng berseru dan menghentikan langkah Rie di tepian. Rie mengira cowok itu, Bree, ingin berlagak pahlawan dengan menghalangi niatnya, tapi ternyata dia punya niat yang sama dengan Rie di atap itu.

Mereka pun sepakat untuk melakukannya bersama-sama. Jika masuk dunia kematian berdua, mungkin semua jadi terasa lebih baik. Tetapi, sebelum itu, mereka setuju membantu menyelesaikan “utang” satu sama lain, melihat kegelapan hidup masing-masing … Namun, saat Rie mulai mempertanyakan keinginannya untuk mati, Bree malah kehilangan satu-satunya harapan hidup.

Rooftop Buddies karya Honey Dee

Saat membaca novel ini, dari paragraf pertamanya saja sudah menyedot perhatianku. Aku jadi penasaran dan berpikir, “wah, terusannya apa nih?”

Tak banyak cerita yang menyorot “keinginan suicide“. Bagaimana Rie dan Bree, dua remaja yang sama-sama mempunyai alasannya pribadi dan masuk akal untuk mengakhiri hidupnya. Rie dengan penyakit kankernya, yang berpikir toh hidupnya tak akan lama. Dan Bree yang memiliki latar belakang hidup yang begitu kacau.

Mak Oney telah menghadirkan alasan yang masuk akal, karakter tokoh yang jelas serta showing yang mantap. Saya benar-benar terlarut hingga menitikkan air mata.

Coba baca saja, satu kalimat yang diucapkan salah satu tokoh di buku ini:
“Buat dia, semua yang terjadi itu sudah ditulis di takdir. Kalau memang usianya cuma sampai delapan belas tahun, ya mau bagaimana?”

Yup. Tak hanya kehadiran dua tokoh ini yang menjadikan ceritanya menarik tapi juga karena karakter tokoh lainnya. Ada Devon, pemuda tampan yang juga penderita kanker. Lalu ada juga kata-kata bijak dari Marina yang “dalem” menurut saya:
“Ada beberapa anak yang memutuskan bunuh diri karena emosi sesaat. Bukan berdasarkan perhitungan matang. Biasanya untuk kasus seperti itu dia akan cepat pulih begitu merasa berada di suasana nyaman.”

Me and Rooftop Buddies

Begitu banyak hikmah yang terkandung di dalam buku ini. Tak hanya persahabatan yang disisipi kisah roman layaknya genre young adult.

Nuansa kekeluargaan yang begitu kental dihadirkan akan membuat kita tersadar betapa orangtua sanggup berbuat apapun, berusaha semaksimal mungkin untuk anak-anak mereka, sebagai tanda cinta yang tulus.

Yang terpenting adalah bagaimana “Rooftop Buddies” sanggup mengingatkan pembaca untuk berusaha menjaga semangat hidup masing-masing bahkan di tengah situasi terburuk sekalipun. Begitu masuk akal, karena ternyata sang penulis sendiri pun juga pernah didiagnosa kanker.

Pokoknya, baca saja kisahnya langsung ya teman-teman. Dijamin gak bakal nyesel! Apalagi seluruh keuntungan penjualan buku ini akan disumbangkan ke penderita kanker. Pantaslah kalau buku ini akhirnya menjadi best seller ketiga Gramedia. Yeayyy!

Best Seller Ketiga Gramedia

Cinta Bersemi untuk Seorang Teman Lama (Review “This Kiss” karya Teresa Southwick)

“This Kiss” by Teresa Southwick

Judul: This Kiss (Ciuman Ini)
Penulis: Teresa Southwick
Terbitan: Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 252 halaman

Sinopsis:
Dev Hart benar-benar terpesona ketika Hannah datang ke peternakannya. Gadis superpintar yang dulu canggung dan berkacamata tebal itu telah berubah menjadi wanita dewasa. Sekarang dia adalah dr. Hannah Morgan.

Hati Dev mulai terusik, tapi berkali-kali Hannah mengatakan kepulangannya ke Destiny, Texas hanyalah kunjungan singkat sebelum menerima tawaran pekerjaan berpenghasilan besar di Los Angeles. Ia yakin cara terbaik menebus masa kecilnya yang kurang bahagia adalah dengan bekerja keras dan mendapatkan kehidupan nyaman. Mampukah ciuman Dev meyakinkan Hannah bahwa kebahagiaan sejati tak bisa dibeli dengan uang?

“This Kiss”

Dari awal saya membaca buku ini, alur ceritanya sudah membawa pikiran saya berkelana ke Texas. Novel ini menceritakan tentang seorang duda, bernama Dev Hart yang mempunyai satu anak lelaki, berusia empat tahun, bernama Ben. Ben diasuh oleh Polly, ibu dari Hannah Morgan, seorang gadis yang kini sudah menjadi dokter spesialis anak (pediatrician).

Dalam kunjungan Hannah untuk menengok ibunya, pertemuan mereka pun akhirnya menjadi kedekatan. Terlebih Ben, yang awalnya diobati oleh dokter Hannah, kemudian menjadi sangat manja dengan gadis itu.

Dev yang sebenarnya sudah bisa merasakan sesuatu di hatinya tiap kali berada di dekat Hannah namun masih berusaha menepis perasaannya setelah trauma mengalami kegagalan cinta dengan mantan istrinya.

Di sisi lain, Hannah pun tak dapat mengingkari bahwa pipinya selalu bersemu merah tiap kali berdekatan dengan Dev, yang dulunya satu SMU dengan Hannah di kota kecil itu, Destiny, Texas.

Film drama komedi yang satu ini cocok untuk ditonton bersama pasangan.

Wah, jadi gimana dung kelanjutan kisah cinta mereka?

Sama seperti koleksi Harlequin lainnya, novel ini memiliki teknik showing yang mantap. Bisa dibuktikan kemampuannya membawa pembaca turut berimajinasi seolah sedang menonton langsung adegan demi adegan yang disuguhkan dalam novel ini.

Banyak jalan cerita yang tidak bisa diduga. Kedatangan satu demi satu tokoh dibuatnya mengalir, berkaitan dan yang terpenting: masuk akal.

Tapi ingat, pastinya genre romance satu ini layaknya dibaca oleh yang sudah dewasa ya, bagusnya lagi yang sudah berpasangan (supaya ada sandaran untuk berbaper-ria setelah membaca novel ini), seperti layaknya koleksi Harlequin lainnya.

Oya, novel ini saya baca free dari aplikasi ipunas lho. Download saja di ipunas

Ipunas, Aplikasi Perpustakaan Nasional

Tujuh Konsep Mengenali Tantrum Pada Anak dan Solusinya

Sumber: rocking Mama

Tempo hari saya pernah mengikuti sebuah diskusi online yang dibimbing Bapak Supri Yatno, seorang praktisi kesehatan mental, mengenai jenis-jenis tantrum dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa sih tantrum itu? Berdasarkan Wikipedia, tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika “tujuan” orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang.

Tantrum bisa jadi merupakan momok yang ditakuti orangtua. Padahal sebenarnya kalau kita paham penyebabnya, kita tak perlu khawatir untuk mengatasinya. Apalagi tantrum bisa dibilang merupakan hal yang wajar dialami anak-anak, yang belum mengerti bagaimana cara mengungkapkan emosinya.

Usia anak dan prosentase anak-anak yang mengalami temper tantrum:

18 – 24 bulan: 87 persen
30 – 36 bulan: 91 persen
42 – 48 bulan: 59 persen

Rata-rata, tantrum berlangsung selama:
– 2 menit di usia 1 tahun
– 4 menit di usia 2 – 3 tahun
– 5 menit di usia 4 tahun
dan terjadi
– 8 kali dalam satu minggu pada usia 1 tahun
– 9 kali dalam satu minggu; pada usia 2 tahun
– 6 kali dalam satu minggu; pada usia 3 tahun
– 5 kali dalam satu minggu; pada usia 4 tahun

sumber: Potegal & Davidson, 2003

Sumber gambar: kumparan

Ada empat jenis tantrum pada anak.
Keempat jenis tantrum secara lengkapnya dapat anda baca di sini .

Singkat kata, jika anda sudah mengetahui tipe tantrum yang mana, maka kemudian anda menggunakan isu yang mendasarinya untuk secara efisien menerapkan intervensi logis pada tantrum. Begitu anda menjadi lebih mengerti dan berpengalaman, anda akan mampu mengenali tipe tantrum dalam beberapa detik.

1. Manipulatif tantrum timbul karena perasaan ingin mengendalikan sesuatu, maka paling baik ditangani dengan menetapkan batasan untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali yang tepat versus tidak tepat.

2. Upset tantrum timbul karena perasaan anak yang tertekan, maka paling baik ditangani dengan membimbing atau memberi validasi kepada individu yang dalam tekanan.

3. Helpless tantrum timbul karena perasaan tidak berdaya, maka paling baik ditangani dengan membantu membangun kekuatan diri anak melawan rasa putus asa untuk merawat dirinya sendiri.

4. Cathartic tantrum timbul karena stres anak yang menumpuk, maka paling baik ditangani dengan memberikan ijin dan membimbing bagaimana cara yang paling baik melepaskan stres yang menumpuk.

Dua kesayanganku

Namun bagaimana kita bisa membedakan anak kita termasuk jenis tantrum yang mana? Pencegahan ini dimulai dari pengenalan anak terlebih dulu.

Ada tujuh konsep yang bisa kita pakai untuk mengenali tantrum anak kita sendiri:

(1) Buatlah diary tentang tantrum anak anda selama 7 hingga 10 hari. Catat informasi berikut ini: di mana kejadian tantrumnya, apa yang terjadi sebelumnya, dan apa yang terjadi setelahnya. Adalah penting kita mempunyai catatan lengkap mengenai tantrum anak kita. Semakin kita paham semakin kita mudah mengenali anak kita termasuk jenis tantrum yang mana.

(2) Kenali situasi yang menyebabkan tantrum terjadi lebih sering. Buat rencana untuk menghindari situasi tersebut atau buat situasi tersebut tidak membuat stres anak. Nah, kalau sudah paham dan mengenali pola tantrumnya, maka kita akan lebih mudah untuk bersiaga menghindari situasi pencetus tantrum pada anak.

(3) Kenali apa saja yang memicu anak anda tantrum. Cari cara mengurangi atau menghindari pemicu tantrum. Hampir sama dengan nomor dua di atas, kita juga harus mengenali apa yang menjadi pemicu anak tantrum.

(4) Kenali konsekuensi tantrum. Dapatkah anda melihat perilaku tersebut tanpa anda sengaja disebabkan oleh tindakan anda atau tindakan orang lain? Kita memang perlu memahami juga apakah tantrum itu disebabkan kesengajaan anak karena kehadiran orang tertentu?

(5) Beri hadiah kepada anak anda sebagai dorongan tambahan jika tetap mampu tenang. Sangat dianjurkan sering-sering memberi pujian pada anak ketika dia mampu bersikap tenang, supaya anak paham dan merasa dihargai.

(6) Bantu anak yang lebih tua untuk belajar dan mempraktikkan penanganan masalah (coping skills) pada situasi-situasi yang biasanya membuat dia tantrum. Bila anak sudah lebih besar, bisa pelan-pelan kita ajari dia mengatasi emosinya sendiri.

(7) Ini adalah dua kemungkinan saat anak anda mengalami tantrum:
– Abaikan tantrum: jangan melihat atau berbicara pada anak anda saat tantrum.
– Ambil jeda waktu

Namun jangan lupa ya bahwa kita mengabaikan tantrum-nya, bukan anaknya. Jangan membuat anak merasa dia yang ditinggalkan. Kita tetap berada di sisinya hingga tantrum berakhir. Tapi jangan coba untuk merangkul anak terlebih dulu. Dan bila sudah berakhir, anak mendekati kita dengan sendirinya, barulah kita berikan pelukan yang ia butuhkan dan beri pengertian padanya.

Cari tahu cara mengasuh anak zaman now di sini yuk

Sebelum diskusi yang berlangsung lebih kurang dua jam ini ditutup, Bapak Supri mempersilakan peserta untuk bertanya.

Kurang lebih saya rangkum demikian:
– Anak perlu diajarkan cara yang tepat untuk menyalurkan emosinya. Dan mengajarkannya ini perlu kesabaran, gak cukup sekali.

– Yang terpenting saat menghadapi anak, lakukan mindfulness. Kita perlu benar-benar berada penuh di situasi saat ini. Jangan terbebani oleh pikiran lain yang buat gagal konsentrasi dalam menghadapi anak.

Sumber gambar: Bapak Supri Yatno

– Yang perlu dipahami juga, percuma belajar pengasuhan anak bila tidak dibarengi dengan usaha mengasuh diri sendiri. Bagaimanapun anak adalah peniru ulung orangtuanya. Bila anak sendiri pernah melihat orangtuanya tantrum, jangan disalahkan kelak mereka akan meniru.

Sementara mungkin orangtua tidak menyadari bahwa ada masalah yang belum tuntas pada dirinya sendiri. Maka memahami diri sendiri terlebih dulu ini sangat penting. Bila dirasa perlu bisa menemui pakar terapis atau orang yang tepat untuk berdiskusi.

Sumber gambar: Bapak Supri Yatno

Sekilas info, barangkali ada yang membutuhkan, berikut jadwal terapi online dengan Bapak Supri Yatno, boleh dicoba, recommended. Kalau saya pribadi pernah mengikuti terapi “Mindfulness Parenting” dari beliau dan diskusi tantrum ini merupakan salah satu yang diberikan pada alumni Mindfulness Parenting.

Baca juga Manajemen Kemarahan pada Anak

Sumber: Bapak Supri Yatno

Karena Seorang “Bad Guy” Belum Tentu “Bad” (Review Film Animasi “Wreck-It Ralph”)

Judul Film: Wreck-It Ralph
Diproduksi oleh: Walt Disney Animation
Sutradara: Rich Moore
Penulis skenario: Phil Johnston dan Jennifer Lee
Pengisi suara: John C. Reilly, Sarah Silverman, Jack McBrayer dan Jane Lynch
Rilis pada tahun: 2012 dan beredar di Indonesia pada tahun: 2015

Wreck-It Ralph (sumber: wikipedia)

Tahu nggak, rasanya jadi “bad guy” yang selalu terkucilkan? Adalah Ralph, nama panggilan dari “Wreck-it Ralph”, tokoh antagonis dalam sebuah mesin game. Sesuai namanya, Ralph mempunyai tugas sebagai “penghancur” dalam permainan tersebut. Dia mempunyai tangan besar yang memudahkan menjalankan misinya. Apapun yang disentuhnya bisa hancur dengan mudah. Bertolak belakang dengannya, “Fix-it Felix” yang bertugas memperbaiki apapun dihancurkan oleh Ralph. Berbekal sebuah palu emas, Felix bisa menjalankan misinya. Tentu saja hal ini sesuai dengan judul game tersebut; “Fix it, Felix!”.

30 tahun sudah, game “Fix it Felix” menjadi salah satu jenis permainan dalam sebuah toko (kalau di sini samalah seperti game di Time Zone) yang masih digemari anak-anak. Lama-lama Ralph mulai merasa jenuh dengan tugasnya. Dia mencurahkan isi hatinya dalam sebuah perkumpulan tokoh antagonis dari semua mesin permainan. Ralph ingin sekali merasakan peran sebagai “good guy”. Teman-teman sesama pemegang peran antagonis, seperti Zombie, Satan, dan lainnya berusaha menasihati Ralph, bahwa tak mungkin mengingkari peranan mereka sebagai antagonis. Bahkan mereka mempunyai motto yang sangat bagus lho, yaitu:

“I am bad, and that’s good. I will never be good man and it’s not bad. There’s no one I’d rather be than me.”

(sumber: Pinterest)

Dalam perjalanan pulang, Ralph menyadari bahwa ternyata dalam game-nya sedang merayakan pesta anniversary ke-30 tahun. Melihat itu Ralph menjadi geram dan berpikir, mengapa dia tak pernah diundang dalam acara pesta? Terlebih bahkan tokoh dalam game lain pun, seperti Packman, diundang dalam pesta tersebut.

Felix yang diminta warga mengusir Ralph, akhirnya memperbolehkan Ralph menghadiri acara pesta, hanya untuk mencicipi kue. Ralph yang awalnya senang menjadi tertegun saat dia melihat kue yang dibuat percis berupa miniatur gedung apartemen lengkap dengan penghuninya. Miniatur felix berada di puncak gedung dengan medalinya, sementara miniatur Ralph berada di bawah, sendirian, tercebur kolam cokelat.

Film drama komedi yang satu ini cocok untuk ditonton bersama pasangan.

Ralph menyatakan protesnya, mengapa hanya dirinya yang berada sendirian di bawah? Tanpa sengaja karena dipengaruhi amarahnya, Ralph pun menghancurkan kue tersebut. Ralph tersinggung dengan anggapan penduduk bahwa seorang antagonis seperti dirinya tidak akan pernah mendapatkan medali. Dari situ, Ralph pun bertekad, bahwa dia bisa mendapatkan medali, layaknya “good guy”.

Kemudian Ralph tanpa berpikir panjang berusaha mendapatkan medali dalam sebuah game lain. Dia menyamar menjadi salah seorang tentara dan memasuki game bernama “Hero’s Duty”. Ralph tak memahami bahwa perjuangan untuk mendapatkan medali begitu berat, para tentara harus membunuh cy-bug (cyber bug) yang begitu banyak.

Sementara itu, dalam game “Fix it Felix” terjadi kekacauan. Saat ada seorang anak yang ingin bermain di game ini, citizen pun kelabakan karena tak ada kehadiran Ralph di sana. Felix memutuskan untuk mencari Ralph. Dengan petunjuk dari Qybert, seorang tokoh game yang hidup menggelandang (karena mesin game-nya out of order), Felix mengetahui bahwa Ralph ada di “Hero’s Duty”. Ralph dianggap “menjadi Turbo”. Istilah ini berasal dari Turbo, seorang tokoh dalam game balapan mobil “Turbotastic” yang iri dengan mesin game balapan lainnya (Road Blaster) dan berusaha melintas memasuki game tersebut, yang kemudian berakibat kedua mesin dianggap rusak dan tidak dapat beroperasi atau “out of order”. Khawatir hal tersebut terjadi pada game mereka, Felix menyusul ke “Hero’s Duty”.

Ternyata saat itu, Ralph yang sedang mengambil medali secara diam-diam tanpa sengaja memecahkan salah satu telur cy-bug. Ralph yang panik dengan kejadian itu menaiki salah satu pesawat. Kejadian itu disaksikan oleh Sersan Calhoun, pemimpin dalam game “Hero’s Duty” dan Felix yang sedang mencari Ralph di sana.

Pesawat yang dikendarai Ralph terbang tanpa kendali dan tanpa sengaja jatuh dalam sebuah game lainnya yang berjudul “Sugar Rush”. Dari situ pengalaman sebenarnya Ralph dimulai. Di game tersebut, Ralph bertemu dengan Vanellope von Schweetz, seorang glitch/cacat gambar yang kemudian merebut medali Ralph. Awalnya Ralph tidak menyukai Vanellope, lama-lama dia pun tersadar bahwa ada persamaan antara dirinya dan Vanellope, yaitu sama-sama menjadi orang yang tersisih dari game-nya. Malangnya Vanellope tidak seberuntung Ralph. Gadis kecil itu tak bisa meninggalkan game-nya apapun yang terjadi.

Bagaimana akhirnya perjalanan mereka? Dapatkah Ralph mendapatkan medali yang diambil Vanellope? Bisakah Felix membawa Ralph kembali dan menyelamatkan game mereka? Lalu bagaimana dengan cy-bug yang sudah terlanjur masuk dalam game Sugar Rush? Tonton saja di film ini.

Film animasi berdurasi dua jam ini memiliki plot twist yang menarik. Alurnya tidak mudah ditebak, menarik, mempunyai unsur komedi, drama dan juga roman. Selain itu film ini juga mengajarkan banyak hal. Yang pertama kita harus menerima diri sendiri, menerima apapun peranan diri kita. Bila memang kita diposisikan sebagai bad guy, buktikan bahwa kita tak benar-benar bad. Itu hanyalah suatu peranan yang harus dijalani. Toh, terbukti bahwa good guy maupun bad guy memiliki peranan yang sama pentingnya dalam sebuah game. Begitulah kehidupan, semua peranan sama pentingnya agar hidup dapat berjalan seimbang.

Begitu pula nasihat tersirat lainnya dalam film ini, bahwa jangan lantas men-judge seseorang hanya karena peranan yang dia jalani. Alasan utama timbulnya masalah adalah karena ketidakadilan perlakuan warga yang dirasakan Ralph. Sementara yang lain bisa tidur nyenyak dalam gedung apartemen, Ralph tersisih di samping sebuah pohon besar bersama runtuhan bangunan, seperti seorang gelandangan.

Pelajaran tentang men-judge seseorang juga bisa anda lihat di film animasi satu ini.

Hikmah lainnya adalah “you don’t need a medal to be a hero”. Bukan ada tidaknya medali yang menjadikan seseorang pantas disebut pahlawan namun bagaimana attitude-nya secara keseluruhan.

Wah, seru banget kan! Apalagi katanya sebentar lagi, tepatnya November 2018, akan ditayangkan lanjutan film ini, yaitu Wreck It Ralph 2. Jadi tidak sabar ingin menonton lanjutannya juga, seperti apa ya. Tengok saja trailernya di sini:

Trailer “Wreck-It Ralph 2”

“Wreck-It Ralph 2” (sumber otakukart)

Pastikan Anda Tidak Miskin, Belajar jadi Enterpreneur, yuk! (Review Seminar Enterpreneur dari Dus-Dusan)

Pada hari Sabtu, tanggal 8 September 2018 lalu saya bersama teman-teman dari Tapis Blogger berkesempatan mengikuti Seminar Enterpreneur dengan tema Mengubah Mindset menjadi Omset yang Terus Meroket. Bertempat di Aula IIB Darmajaya, lantai tiga, acara ini disponsori oleh Dus-Dusan, Medina juga Al Mitry Indo.

Dibuka oleh sepasang MC, acara ini pun diawali dengan sambutan dari Mas Edo, suami dari Mbak Ivo, yang keduanya ini merupakan pemilik Al Mitry Indo. Mbak Ivo menceritakan, awal mula beliau bisa menjadi reseller dus-dusan, pertamanya tahu dari Facebook. Kemudian Mbak Ivo jualan di arisan. Dari yang awalnya pesanan bisa diatasi sendiri, lama-lama tambah banyak pesanan sehingga Mbak Ivo membutuhkan modal yang lebih besar. Dari situ Mbak Ivo curhat ke suaminya, Mas Edo. Akhirnya mereka pun mendapatkan pinjaman dana sebesar 3 juta dari adiknya Mas Edo.
Itulah awalnya hingga bisnis mereka bertambah besar kemudian bisa membuka 11 toko cabang di Lampung. (Bahkan pada saat acara ini diadakan sudah bertambah 2 cabang lagi, jadi 13 cabang)

Pesan Mbak Ivo yang terngiang di telinga saya, apa yang kita lakukan harus dengan ridho suami, maka jalan kesuksesan akan terbuka. Pesan Mas Edo sendiri adalah bahwa bisnis dus-dusan ini cocok buat emak-emak berdaster untuk bisa punya penghasilan di atas manajer.

Mau belajar manajemen waktu untuk mom zaman now? Baca di sini

Kemudian, datanglah pembicara materi pertama, langsung dari dus dusan pusat di Jakarta. Beliau adalah Christian Kustedi (co-founder PT. Dus-dusan). Mas Christ menjelaskan dus-dusan memiliki visi untuk memajukan perekonomian Indonesia. Saat ini cabang dus-dusan lebih dari 60000 se-Indonesia. Dus-dusan berfungsi sebagai supplier yang menyediakan barang untuk dijual kembali oleh reseller.

Berawal dari permasalahan yang umum ada dan kita semua alami yaitu pengeluaran lebih banyak dari pendapatan. Salah satunya karena inflasi pendidikan naik 15-20%, apa solusi yang bisa kita raih?

Jualan online? Itu ide bagus. Tapi sayangnya gak semua bisa langsung fasih memanfaatkan platform.
Ikut MLM? Sebenarnya bagus. Tapi gak semua cocok rekrut orang.
Kalau direct selling? Bagus sih, tapi gak semua kuat dengan kewajiban target. Apalagi nantinya jadi stock barang yang tidak terjual.
Mau belajar investasi? takut kejebak money game.

Nah, kalau di dus-dusan, anda diajarkan merintis bisnis anda, bukan bisnis orang lain. Karena setiap reseller diizinkan memakai brand sendiri. Bahkan tidak ada kata dus dusan pada produknya. Reseller bebas menggunakan brand sendiri. Hal ini dilakukan untuk melindungi resellernya agar melakukan repeat order kembali ke reseller masing-masing, bukan dus-dusan.

Awal anda menjadi reseller, jangan terburu-buru melakukan stok barang. Penjualan bisa dilakukan dropship. Saat anda mendaftar di dus-dusan, anda akan diminta upload logo toko anda (brand anda). Logo ini akan otomatis dicetak pada setiap produk dus-dusan yang anda pesan dan hendak dikirimkan ke pembeli. Menarik sekali kan?

Brosur dus dusan

Di dus-dusan nantinya anda juga akan diajarkan berjualan. Sebagai contoh, untuk emak-emak nih, bisa jualan dengan memakai sistem arisan. Tak perlu mencari banyak orang sekaligus, cukup cari satu ketua arisan, satu orang emak yang paling vokal yang bisa mencari teman-teman lain untuk diajak arisan bersama-sama. Nah, buat ketuanya ini nanti, bisa kita kasih fee atau produk gratis.

Berlanjut materi selanjutnya yaitu oleh Mas Hasan Ashari (founder Claire, Master Trainer Dan Terapis). Ini merupakan materi yang paling menarik menurut saya. Coba saja lihat prestasi beliau:

Awal mula Mas Hasan mengajak hadirin menjawab pertanyaan, hal apa yang paling mengurangi kemiskinan di Indonesia. Jawabannya adalah pastikan dulu kalo anda tidak miskin.

Mas Hasan mengambil contoh seorang pendaki gunung Everest yang terkenal yaitu Sir Edmund Hillary. Sudah tahu kan puncak Everest merupakan gunung tertinggi di dunia. Untuk mencapainya bukanlah hal yang mudah. Apalagi di puncaknya suhu bisa mencapai minus 23 derajat celcius.

Mr. Hillary sendiri hanya mencapai sekitar 15 menit setelah di puncak, sebelum akhirnya turun kembali. Ketika berhasil turun beliau sempat diwawancara, apa sih yang menjadikan Mr. Hillary semangat mendaki gunung. Beliau hanya singkat menjawab: “Because it’s there.” Sampai sekarang tidak ada yang tahu, apa yang dia maksud “it”.

Intinya adalah, rumus mencapai kesuksesan, mudah saja: RxPxM

R adalah Reason atau alasan.
Apa alasan anda sehingga harus sukses? Apa alasan anda gabung dus-dusan? Alasan ini sebisa mungkin rinci. Jangan cuma sebutkan ingin kaya. Tapi juga rinci, ingin uang nominal berapa?

P adalah Purpose atau tujuan.
Setelah menemukan alasan, gandengkan dengan tujuan. Tujuannya ingin uang sekian itu untuk apa? Untuk naik hajikah? Untuk pengobatan kah? Untuk kuliah lagikah? Harus rinci.

M adalah Massive Action.
Setelah alasan dan tujuan kita temukan, langkah berikutnya adalah tindakan massive, atau terus menerus. Tindakan nyatanya apa yang harus kita lakukan agar sukses gak cuma sekedar mimpi?

Lalu setelah itu, Mas Hasan mengajak hadirin menonton sebuah video yang membuktikan bahwa input sangat mempengaruhi output. Adalah sepasang kembar identik yang sebenarnya memiliki persamaan karakter. Namun ketika keduanya diberikan perlakuan yang berbeda maka hasilnya terlihat sekali perbedaan yang jelas pada keduanya.

Sebut saja pasangan ini, A dan B. Ketika A diberikan musik pengantar pagi yang enerjik, tontonan komedi, buku bacaan yang memotivasi, di sisi lain, B, kembarannya diberikan musik mellow, tontonan drama, buku bacaan yang sad ending, lalu keduanya diminta untuk berbelanja di sebuah toko. A menunjukkan kepercayaan diri yang baik, dia sangat nyaman dengan dirinya sendiri dan berbelanja sesuai keinginan hatinya. Sementara B menunjukkan keminderannya, dia menjadi tidak percaya diri dengan keputusannya sendiri, akhirnya B hanya berbelanja satu item saja, itupun setelah meyakinkan pada penjualnya bahwa dia boleh mengembalikan barang bila dia merasa tidak cocok, B merasa pada hari itu, dia seolah tidak bebas menjadi dirinya sendiri.

So, yang punya hobi nonton atau baca yang galau-galau, hati-hati ya bisa mempengaruhi mood anda. Bukan gak mungkin mengubah karakter kita di kemudian hari. (Tunjuk diri sendiri 😀 )

Tonton film komedi romantis saja yuk. Contohnya yang satu ini

Rukun sukses berbisnis adalah: 3 C
Care adalah peduli. Alasan orang membeli adalah karena kebutuhannya. Kita peduli pada apa yang dia butuhkan.

Connection adalah hubungan antara kita ke konsumen. Percaya deh, orang membeli sesuatu pada anda, karena mereka suka dengan anda! Itu yang akan membuat konsumen akan kembali dan kembali lagi ke anda.
Gimana caranya supaya kita disukai? Kembalikan pertanyaan itu kepada diri sendiri. Anda sukanya belanja dengan penjual yang seperti apa? Maka jadilah penjual yang seperti itu.

Competency adalah jadilah orang yang kompeten. Bisa kita lihat pada gambar berikut ini:

Hal penting untuk menjadi sukses: Attitude, Skill, Knowledge. Jadilah seorang yang berbeda dengan cara milikilah ilmu. Itu yang akan menjadikan kita sukses berbisnis.

Apa sih perbedaan orang sukses dengan tidak sukses? Padahal keduanya memiliki waktu yang sama, 24 jam dalam sehari.
Mas Hasan memberi contoh seorang CEO. berdasarkan penelitian; CEO rata-rata membaca 60 buku per tahun. Warbyasaahhhh!! Pantas mereka bisa menjadi sukses, karena mempunyai kebiasaan baik yang berbeda dari orang kebanyakan. Duh, lagi-lagi saya ngerasa ketonjok 😀

Ilmu lainnya yang di-share Mas Hasan; “20% pembeli adalah mereka yang pernah membeli pada anda” (Tum Desem Waringin)

Jadi, sangat penting ya untuk melakukan follow up. Hukum follow up ini sendiri ada aturan 1/7/30.
Pertama, lakukan follow up pada 24 jam pertama dari anda menawarkan produk anda, bila anda masih ditolak, lanjutkan langkah kedua.
Yaitu, lakukan lagi follow up seminggu kemudian. Bila seminggu kemudian, anda masih ditolak, maka cukup sampai di situ, jangan dilanjutkan lagi langkah ketiga. Tapi bila penawaran anda diterima, lanjutkan langkah berikut ini.
Ketiga, lakukanlah follow up sebulan kemudian.

Tentunya tindakan ini pun harus kita lakukan secara konsisten, atau terus menerus. Ingat hal ini: 80% penjualan tercipta pada usaha ke-5 sampai dengan 12. Jadi kalau sekali saja mencoba sudah mau menyerah, gimana mau sukses ya.

Nah, menarik sekali bukan Seminar Enterprenur yang saya ikuti ini. Lagi-lagi ini merupakan berkah saya menjadi bagian dari Tapis Blogger. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat 🙂

Baca juga 7 Manfaat Bergabung dengan Tapis Blogger

Aku bersama Tapis Blogger dalam acara Seminar Enterpreneur

Milad Kedua Tapis Blogger yang Mempesona (Intip Juga Yuk, 7 Tips Meningkatkan Follower Instagram dan 7 Manfaat Bergabung dengan Tapis Blogger)

Tempo hari tepatnya pada hari Minggu, tanggal 2 September 2018, saya berkesempatan menghadiri acara puncak Milad Tapis Blogger yang kedua. Acara ini bertempat di Papa Tom’s Cafe di Jl. Kimaja Way Halim Bandar Lampung, saya bisa bertemu teman-teman Tapis Blogger sekalian deh menyaksikan acara seru “Meningkatkan Follower Instagram” bersama Kak Alejenes, seorang foodies pemilik akun IG @kuliner_lampung dengan follower 220 K.

Mbak Desma selaku MC acara Milad Tapis Blogger

Jadi, mulanya Tapis Blogger ini diawali dari pertemuannya Mbak Naqiyyah Syam dan mbak Heni Puspita, pada tahun 2016 lalu. Keduanya akhirnya memutuskan untuk membangun suatu wadah yang menampung blogger di Lampung. Awalnya, komunitas ini cuma terdiri dari empat orang anggota saja, selain mereka berdua, ada juga Fifi Restiana dan Izzah Annisa. Kemudian tak lama berkembang menjadi komunitas blogger khusus perempuan.

Mbak Heni, Co-founder Tapis Blogger

Pada akhirnya, seiring berjalannya waktu dan semakin banyak peminatnya, Tapis Blogger pun terbuka untuk laki-laki juga. Hingga kini anggota Tapis Blogger sudah mencapai sekitar 300 orang dari segala kalangan.

Seru banget ya ternyata! Tanpa terasa tepatnya 31 Agustus lalu, Tapis Blogger sudah berusia dua tahun lho. Saya pribadi masih terbilang baru bergabung dengan Tapis Blogger, belum ada setengah tahun. Berawal dari ditawari seorang teman seangkatan waktu SMU dulu yang kebetulan sama-sama punya hobi menulis.

Bang Sandi, Blogger Lampung

Selain penjelasan sejarah berdirinya Tapis Blogger oleh Mbak Heni, ada juga sharing dari blogger senior yang sudah berpenghasilan jutaan dari blognya, yaitu Bang Sandi Prayoga. Bang Sandi berharap komunitas ini semakin berkembang dan bisa memperkenalkan Lampung kepada dunia.

Berikutnya sambutan dari Mbak Naqi, founder Tapis Blogger. Beliau menyampaikan bahwa ke depannya Tapis Blogger akan meningkatkan kerja sama dengan UMKM di Provinsi Lampung. Wah, menarik nih. Saya setuju sekali!

Mbak Naqi, Founder Tapis Blogger

Lalu, berlanjut acara yang ditunggu-tunggu, sharing dari Kak Alejenes, penasaran?

Kak Ale, Pemilik Akun Kuliner Lampung didampingi Mbak Novi (Sekretaris Tapis Blogger)

Ini dia tips untuk meningkatkan follower Instagram yang saya rangkum dalam 7 poin, yaitu:

1. Rutinlah posting di IG, minimal 1 foto per hari.

2. Fokuslah pada satu tema sama. Ketika banyak orang berpikir bisa meraih semua, Kak Ale fokus pada satu tema saja, yaitu: kuliner lampung alias makanan.

3. Promosikan IG kita, ajak kawan-kawan untuk follow IG kita lalu kita folbek juga IG mereka. Dalam bekerja tidak melulu soal profit yang dipikirkan tapi juga unsur kemanusiaan yang akhirnya membuat IG kita jadi besar dan terkenal.

4. Tag akun besar, seperti akun artis. Siapa tahu nanti dapat like dari mereka. Hal itu akan mengangkat IG kita juga.

5. Komitmen dalam memakai hastag. Gak perlu banyak-banyak hastagnya. Kak Ale saja hanya memakai dua hastag, kulinerlampung dan lampungkuliner. Dari situ banding itu dimulai, Ale ya Kuliner Lampung, Kuliner Lampung ya Ale, jadi? Siapapun sudah melekat dipikirannya, Kuliner Lampung.

6. Ulet, konsisten dalam berusaha. Kak Ale sendiri awalnya sepi like. Hal ini terus terjadi hingga enam bulan pertama. Tapi karena kerja kerasnya, hingga kini akun IG-nya sudah memiliki 220 K. Inilah kunci kesuksesannya hingga menggaungkan nama Lampung di Nusantara lewat Kuliner Lampung. Salah satunya melalui acara kuliner Lampung di taman gajah tempo hari, yang bahkan sempat menjadikan sistem gojek error karena membludaknya pesanan go-food saat itu.

7. Tunjukkan komitmen dengan mengubah akun IG personal menjadi IG bisnis. Tapi sebelumnya kita buat dulu FB page.

Acara pun berlanjut dengan pemotongan tumpeng. Wah, lezat sekali nih, tumpengnya.

Nasi Tumpeng Milad Kedua Tapis Blogger

Oya, acara bermanfaat ini didukung banyak sponsor lho, antara lain:
1. Papa Tom’s Cafe
2. Thasya Busana
3. Nuola Food
4. Has’t Coffee
5. Rumah Kue Maya
6. Puspa Home Snack Lampung
7. Randang Ambo
8. Dapoer Nomay
9. Al Mitry Indo
10. Yara Art and Craft
11. Lampung Banana Foster
12. Diarra Queen Spa

Sponsor Acara Milad Tapis Blogger

Sponsor-sponsor ini adalah mereka yang pernah mengadakan kerjasama dengan Tapis Blogger.

Sambal Enak dari Rumah Kue Maya

Puspa Home Snack Lampung

Durian Goreng dari Dapur Noemay

Gak heran, dari 30-an peserta yang hadir, semuanya kebagian hadiah. Yeay! Lihat saja di sini.

Wow! Saya sendiri akhirnya mendapatkan voucher perawatan di Diarra Queen Spa. Asyik, bisa nyalon lagi niih.

Selain itu, ada juga pengumuman pemenang event-event yang diadakan Tapis Blogger, antara lain lomba blog tematik Ramadhan dan lomba video milad Tapis Blogger. Ada juga event yang diadakan sepanjang acara yaitu, lomba foto acara milad dan lomba foto sponsor acara di Instagram.

Bang Rasuane, juara satu lomba video Milad Tapis Blogger

Pemenang yang terpilih untuk event lomba blog tematik Ramadhan, antara lain:
1. Anggun Josie Pasemawati dengan IG @anggunjosiepasemawatii
2. Rasuane dengan IG @razzone_14
3. Rika dengan IG @rika_altair

Untuk event lomba video milad Tapis Blogger dimenangkan oleh:
1. Rasuane dengan IG @razzone_14
2. Yandigsa dengan IG @yandigsa
3. Dwi Septiani dengan IG @dwiseptiani.dwi

Juara Lomba Blog Tematik Ramadhan Tapis Blogger

Asyik sekali kan jadi anggota Tapis Blogger.

Saksikan video acara lengkapnya di sini ya:
360_12_0.85_Sep132018

Manfaat untuk saya pribadi setelah bergabung di komunitas ini antara lain:

1. Jadi tambah teman atau tambah kenalan. Tak hanya sesama penulis. Beberapa juga orang media atau jurnalis. Jadi inget waktu SMU dulu saya sempat punya ketertarikan di bidang jurnalistik. Tepatnya waktu berorganisasi di Rohis sebagai Koordinator Bidang Seni dan Jurnalistik.

Kalau yang ini, buku hasil karya salah satu anggota Tapis Blogger.

2. Jadi dikenal orang juga. Hihihi. Sesungguhnya saya tadinya hanyalah seorang introvert yang biasa dengan kesendirian. Bahkan di tempat kerja pun juga tidak banyak yang kenal saya. Tapi karena kewajiban sebagai blogger kadang harus meliput acara tertentu, jadilah saya turut dikenal, selain dikenal teman-teman di komunitas, juga partner Tapis Blogger, alias bisa dibilang saya “numpang tenar”. Eaaa 😀

3. Nge-blog jadi tambah semangat. Memang betul, kalau kita mau tambah semangat nulis ya gabung di komunitas menulis. Mau tambah nge-blog ya gabung di komunitas blogger. Apalagi ada yg sekota, dijamin bakal tambah semangat lagi. Karena bisa bertemu langsung dengan teman-teman yang berhobi sama.

4. Jadi tahu lebih dulu kalau ada event-event di Lampung. Dulu, saya biasanya tahu acara event di Lampung seperti festival krakatau atau festival kuliner dan lainnya dari koran. Itupun seringnya telat tahunya. Pas udah mau selesai baru saya tahu ada event. Nah, setelah gabung dengan Tapis Blogger saya jadi tahu event kece di Lampung lebih dulu dari teman-temanku yang lain nih.

5. Tambah banyak ilmu, baik tentang blog maupun ilmu lainnya. Dengan mengikuti berbagai event kerja sama Tapis Blogger saya jadi bisa menambah berbagai ilmu. Sebagai contoh, saya bisa dapat ilmu tentang kesetaraan gender ketika saya mengikuti acara “Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung” bersama Dinas PPPA Provinsi Lampung.

Ini dia salah satu acara bermanfaat yang saya ikuti setelah bergabung dengan Tapis Blogger.

6. Dapat penghasilan dari nge-blog. Nah, ini yang buat saya terharu. Selain ilmu, ternyata kita juga bisa mendapatkan penghasilan sebagai blogger. Ada beberapa event yang saya ikuti, di mana saya mendapatkan bayaran atas tulisan yang saya buat di blog. Wah, jadi terharu. Karena saya membuat blog ini awalnya sebagai tempat curhat. Lama-lama asyik juga ya kalo diseriusin. 😀 Tapi tentunya saya perlu banyak belajar dari ahlinya nih.

7. Jadi banyak membuat tulisan bermanfaat bagi orang lain. Tambahan lagi, kudu membangun branding positif. Karena blogger dan sosmed, adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Kadang brand tertentu ketika mengajak kerja sama juga turut memperhatikan sosmed si blogger itu sendiri. Rasanya gak mungkin diajak kerja sama kalau blogger-nya masih suka bikin status galau atau keluhan misalnya. Eaa. Jadi mau gak mau, lebih bijak lagi ya menggunakan sosial media.

Barangkali ini bisa bermanfaat, baca yuk Manajemen Waktu untuk Mom Zaman Now

Aku bangga menjadi bagian dari Tapis Blogger

Jadi, buat kamu yang berdomisili di Lampung, aktif menulis di blog, boleh banget deh bergabung dengan Tapis Blogger. Dijamin, gak bakal nyesel deh!

#Milad2TapisBlogger
#LombaBlogMilad2TapisBlogger

Siapkan Dirimu Hadapi Industri 4.0 (Rangkuman Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika (SELISIK 2018) oleh STT Bandung)

Hari Sabtu lalu, tanggal 1 September 2018, ada acara keren banget yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bandung, yaitu Seminar Nasional Telekomunikasi dan Information (SELISIK 2018). Bertempat di Harris Convention Festival Citylink Bandung, acara ini juga bekerjasama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) Jawa Barat, Indonesian Computer Electronic and Instrumentation Support Society (IndoCEISS) dan NERIS. 

Selain itu acara ini juga didukung Perguruan Tinggi lainnya yaitu STIKOM Bali, STIMIK AMIKOM Purwokerto, AMIKOM Cipta Darma Surakarta, STMIK Atma Luhur Pangkal Pinang, STIKOM Banyuwangi, STMIK Bumigora Mataram-Nusa Tenggara Barat, STMIK PalComTech Palembang, Politeknik PalComTech dan MIKROSKIL.
Berikut susunan acaranya:

Setelah beberapa sambutan antara lain oleh ketua panitia SELISIK 2018, Ibu Harry Gusdevi, S.Kom., M.Kom. juga pembukaan oleh Koordinator Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Bapak Uman Suherman, AS., M.Pd. juga diadakan penandatanganan MoU IndoCEISS dan NERIS sebagai wujud kerjasama.

Pemateri pertama adalah Bapak Ir. Priyantono Rudito, M. Bus. Ph. D. Beliau adalah Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata Bidang Manajemen Strategis.

Jadi, apa sih maksudnya industri 4.0 itu? Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan dan komputasi kognitif. (Sumber: wikipedia)

Industri 4.0 bertujuan untuk menghasilkan “pabrik cerdas”. Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. 

Singkat kata, kalau semuanya sudah menggunakan sistem internet. Siap gak siap, suka gak suka, zaman now perkembangan teknologi memang sangat cepat. Hampir tidak ada seorang manusiapun yang tidak pernah tersentuh teknologi. Semua rata-rata hidup membutuhkan internet. Bahkan sudah banyak fasilitas open source di ruang publik yang menyediakan akses internet. Begitu juga perkembangan gadget yang semakin canggih ke depannya.


Internet tak hanya bertujuan untuk mempermudah komunikasi, tapi juga mempermudah segala aktivitas kita dalam segala aspek. Contoh ringannya aja: penggunaan gojek. Gojek tak hanya memudahkan kita yang membutuhkan transportasi secara efektif (dari lokasi kita langsung menuju lokasi tujuan) tapi juga memudahkan kesehariannya (go-food, go-send, dll)

Ini baru satu contoh saja. Bahkan, kabarnya ada payung yang bisa digunakan tanpa sentuhan, yaitu bisa disebut juga dronbella (gabungan payung dan drone). Can you imagine?

Apa saja yang diperlukan untuk menuju industri 4.0? Ini dia:

Intinya, untuk menghadapi industri 4.0, aspek utama yang harus disiapkan adalah SDM-nya. (Bapak Priyantono Rudito, Ph.D)

Lanjut, materi berikutnya oleh Bapak Prof. Dr. Suyanto, MM, yang juga merupakan Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Menurut beliau, ada empat macam sumber daya manusia di masa depan, yaitu:

  • Professional
  • Enterpreneur
  • Scientist
  • Artist

Keuntungannya, kita bisa memperluas jaringan dengan memanfaatkan teknologi ini.

Oya, selain kedua materi tadi ada juga pengumuman pemenang kompetisi SELISIK 2018. Siapa aja sih juara yang berhasil menciptakan aplikasi canggih dengan berbagai kategori? Ini dia:

Wah, keren banget ya, mahasiswa zaman now, memang harus seperti ini. Tak hanya cerdas dalam pelajaran, tapi juga turut mampu mewarnai teknologi. 

Tapi, by the way, seminar ini buat saya jadi teringat film Doraemon deh. Sebenarnya perkembangan teknologi 4.0 sudah terpikirkan sejak dulu banget kan. Wah, semoga dengan adanya acara ini, salah satunya, bisa membuka mata kita, untuk ikutan melek teknologi dan pada akhirnya Indonesia siap untuk bersaing dalam skala internasional. Go Indonesia!


#MakingIndonesia4.0

#Selisik2018

#STTBandung

Tips Manajemen Waktu Ala Emak-Emak, Nomor 5 Paling Sering Diabaikan

Bagi seorang ibu, mengurus rumah tangga, suami dan anak-anak sudah menjadi kesehariannya. Namun adakala karena begitu banyak hal yang harus dikerjakan, waktu terasa tidak pernah cukup. Pekerjaan terasa tak pernah ada habisnya. Apalagi bagi mereka yang tidak mempunyai ART atau asisten rumah tangga. Namun emak-emak zaman now tentunya sudah lebih up to date dan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan kesehariannya. Apa saja sih tips manajemen waktu ala emak-emak?

 

Sumber gambar: Ibu profesional Yogyakarta

1. Tentukan mana yang paling prioritas. Karena begitu banyaknya kegiatan sehari-hari yang harus dikerjakan emak-emak, terkadang waktu 24 jam sehari menjadi tidak cukup. Padahal ada cara untuk menyiasatinya lho, yaitu dengan menentukan skala prioritas.

Coba Emak tuliskan kegiatan yang biasa dilakukan setiap harinya lalu pilih dan kelompokkan. Tentukan mana aktivitas yang termasuk penting dan segera, mana yang termasuk penting namun bisa ditunda, mana pekerjaan yang tidak terlalu penting. Selain itu, Emak juga harus menentukan yang mana dari aktivitas itu yang ternyata sangat tidak penting atau bisa dikatakan membuang-buang waktu saja. Nah, kelihatan kan aktivitas yang layak diprioritaskan?

 

2. Ada beberapa pekerjaan yang bisa dikerjakan sekaligus dalam satu waktu. Coba Emak lihat kembali dari data kegiatan keseharian yang termasuk skala prioritas. Adakah aktivitas yang bisa dilakukan secara bersamaan dalam satu waktu? Biasanya emak-emak itu punya keahlian melakukan banyak aktivitas dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking

Hanya saja masing-masing emak mempunyai ritme aktivitas yang berbeda. Sebagai contoh, Emak bisa memasak sambil mencuci pakaian menggunakan mesin cuci. Atau juga memasak sambil mengajak anak bermain masak-masakan. Simple, kan?

 

Sumber gambar: order go-food

3. Coba dilihat kembali, adakah aktivitas yang bisa dialihkan kepada orang lain? Jangan memaksakan diri menjadi Super-Emak yang harus mengerjakan segala sesuatunya secara sempurna. Ingat, Emak juga manusia biasa lho. Adakalanya pekerjaan Emak ternyata bisa dialihkan kepada orang lain. 

Misalnya, Emak bisa meminta bantuan anggota keluarga untuk ikut serta membereskan rumah. Anak-anak usia balita pun bisa dilatih untuk merapikan mainannya sendiri. Tidak mempunyai waktu untuk memasak karena sibuk mengurusi si kecil yang sedang rewel? Sekarang sudah ada jasa go-food loh. Boleh-boleh saja Emak memanfaatkan teknologi masa kini. Tentunya dengan persetujuan suami ya!

 

4. Cari tahu, adakah hal yang ingin Emak lakukan tapi tidak pernah terwujud dengan alasan tidak sempat? Kali ini Emak coba jujur dengan diri sendiri, apa sih yang menjadi passion selama ini? 

Setelah membuat daftar aktivitas, menentukan skala prioritas, ternyata Emak bisa lho menyelipkan aktivitas yang disenangi di antara kegiatan keseharian. Dan passion ini sifatnya sangat personal. Ada yang hobi memasak, membaca buku bahkan ada juga yang hobi menulis di blog. Dengan memasukkan kegiatan yang Emak senangi, alhasil keseharian Emak akan menjadi lebih ceria. Yuk, dicoba!

 

5. Berilah nyawa pada setiap aktivitas Emak. Apapun yang sedang dilakukan, usahakan untuk hadir secara penuh, baik jiwa maupun raga. Adakalanya karena terlalu banyak aktivitas justru menjadikan Emak sulit berkonsentrasi. Padahal dengan berkonsentrasi secara penuh maka Emak bisa menyempurnakan hasil pekerjaan. 

Bahkan aktivitas pun bisa menjadi lebih cepat selesai. Usahakan jangan dulu memikirkan langkah selanjutnya bila Emak belum menuntaskan satu kegiatan. Fokus itu penting ya, Mak! Terlebih lagi saat menemani anak bermain. Kehadiran Emak secara penuh akan menciptakan quality time yang dibutuhkan anak.

Sumber gambar: emoticon pixabay

6. Berhati-hati dengan gangguan mood. Adakalanya rutinitas tidak bisa dilakukan dengan sempurna karena adanya gangguan mood. Maka agar tidak berlarut-larut, baiknya Emak berusaha mengenali diri sendiri dan bertanya, “apa sih yang bisa memperbaiki mood saya?”. 

Biasanya bagi Emak yang sudah menemukan passion-nya bisa dengan mudah menjawab pertanyaan tadi. Tapi ingat, jangan sampai karena keasyikan menjalani passion, jadi melupakan tugas utama, ya. Tetaplah sadari pentingnya peran Emak bagi keluarga dengan tanpa melupakan kebahagiaan diri sendiri. Okay. Tetap semangat!

Drama Komedi tentang Cinta, Persahabatan, dan Keluarga (Review Film “How I Met Your Mother”)

Judul: “How I Met Your Mother”

Genre: romantic comedy

Umur: young adult

POV 1

Alur: campuran

Tokoh : Ted Mosby (Josh Radnor), Marshall Eriksen (Jason Segel), Robin Scherbatsky (Cobie Smulders), Lily Aldrin (Alyson Hannigan) dan Barney Stinson (Neil Patrick Harris) serta tokoh kejutan 😉

How I Met Your Mother adalah sebuah drama komedi romantis situasi yang mulai ditayangkan di pada tanggal 19 September 2005, dituliskan oleh Craig Thomas dan Carter Bays, dan disutradarai oleh Pamela Fryman.

Film yang bersetting di Manhattan ini telah memenangkan enam Emmy Awards, termasuk nominasi untuk “Outstanding Comedy Series” (2009), juga People Choice Awards 2012 untuk Komedi TV Terbaik, dan Neil Patrick Harris memenangkan Aktor Komedi Terbaik.

Pelajaran tentang nge-judge seseorang bisa kalian lihat dari film ini loh!

Bercerita tentang Ted, seorang lajang yang mencari pasangan hidup. Tidak seperti sahabatnya Marshal yang begitu awet hubungan cintanya dengan Lily sejak kuliah, Ted mengalami begitu banyak aral rintangan dalam pencaharian soulmate. Selain pernah ditinggalkan calon istrinya tepat di hari pernikahannya, Ted juga pernah merasakan jatuh cinta dengan Robin, lalu putus dan kemudian menjadi sahabat. Kemudian Barney yang akhirnya bergabung dengan geng mereka pun jatuh cinta dengan Robin. Dan setelah mereka berdua juga putus, Ted dan gengnya selalu bersama-sama.

Selain menceritakan soal percintaan masing-masing tokoh, film ini juga menghadirkan berbagai masalah kehidupan yang muncul silih berganti. Konflik yang dihadirkan begitu beragam dan sulit untuk ditebak endingnya. Makanya saya selalu tak sabar untuk menanti kelanjutannya dan mengetahui siapa perempuan beruntung yang akhirnya menjadi ibu dari anak-anaknya Ted kelak?

Apakah  kisah  ini selesai setelah Ted menemukan soulmate-nya? Oo, ternyata tidak juga. Penonton sukses diberi kejutan selanjutnya di akhir-akhir drama ini. Wah, jadi penasaran, kan?

Nilai-nilai yang didapatkan dari film ini antara lain persahabatan sejati, terutama antara Ted dan Marshall yang sudah bersahabat sejak mereka masih sama-sama di universitas. Juga persahabatan yang sempat retak setelah Marshal dan Lily sibuk mengasuh bayi mereka. Dan persahabatan dua perempuan, Lily dan Robin yang sempat terancam bubar juga, ketika Lily mengandung di saat Robin masih single.

Baca juga yuk Review Film “Trolls” yang akan mengajarkan tentang makna kebahagiaan.

Ada juga konflik rumah tangga, yang diwakili cerita Marshall dan Lily (FYI, saya sangat terharu oleh kata-kata Marshall pada Lily ketika mengetahui istrinya terjerat hutang karena sifat shopaholic-nya; “Ketika aku memutuskan menikahimu, itu juga berarti aku menikahi masalah-masalahmu.”) Selain menghadirkan hubungan mereka dengan orangtuanya masing-masing. 

Lalu bagaimana dengan pelajaran mencari pasangan hidup? Saya lebih suka bercermin pada pasangan terawet: Marshal dan Lily. Dan karena film ini ber-setting di Amerika, jadi tidak semua pure bisa kita adopsi. Tetaplah bijak dalam menonton film apapun. Over all, drama komedi romantis yang satu ini sukses menempati hati saya. Mantappphhh!! 🤗🤗😍

Saksikan juga: Best Moment “How I Met Your Mother”

Sumber: Google, wikipedia