Dari Ruwetnya Mengurus Sebuah Pernikahan hingga Datangnya Hidayah (Review “Insya Allah, Sah!” Karya Achi TM)

Judul Buku: Insya Allah, Sah!

Penulis: Achi TM

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun: 2017 (cetakan kedua)

ISBN:

978-602-03-1465-5

Jumlah halaman: 328

Blurb:

Kenapa sih semesta ini seperti berkonspirasi mengacaukan persiapan pernikahan, Silvi?

Silvi terjebak dalam lift bersama Raka. Karena panik, Silvi bernazar akan memakai jilbab kalau bisa keluar dari lift. Masalahnya, bagaimana mungkin ia -desainer sekaligus pemilik Silviana Sexy Boutique yang beromzet miliaran- bisa memenuhi nazar untuk berjilbab? Gila aja, kan?! Tapi, menurut Raka nazar harus dipenuhi, kalau tidak, kesialan beruntun akan terus menimpanya.

Kekacauan urusan pernikahan Silvi ternyata tak kunjung kelar. Ketika Silvi rela mencoba berjilbab demi kelancaran urusan pernikahannya, ia mendapati kenyataan yang mengejutkan. Dion, calon suami Silvi, ternyata tak suka perempuan berjilbab dan mengancam akan membatalkan pernikahan mereka!

Kalau buku yang satu ini sangat bermanfaat bagi anda yang sedang mencari Soulmate sejati.

Waktu saya membaca novel ini, saya seperti terbawa dalam dunia Silvia yang cocok sekali dengan figur chicklit zaman now, yaitu perempuan sukses, single, mandiri, dan punya 3B banget-lah, Brain, Beauty, Behavior.

Cara penceritaan yang baik buat kita masuk ke karakter tokoh-tokohnya. Dari mulai Silviana, lalu Kiara; sahabatnya yang alim, Raka yang sifatnya selalu mengingatkan Silvi pada Kiara, serta Gina, adik Silvi yang karakternya mengingatkanku pada film-film “blondie“.

Kamu gak cuma bisa dapetin unsur komedi dan love story yang bikin deg-degan di sini. Tapi juga ada banyak nasihat-nasihat Islami yang diberikan sangat mulus. Santai tapi: jleb!

Contohnya pada potongan dialog ini:

“…kapan aku ada waktu buat shalat? I’m really busy, Kia.”

“Malaikat Izrail juga busy lho, Sil.”

Novel ini adalah salah satu bacaan yang bikin saya betah melek demi penasaran ending-nya bagaimana. Apalagi beneran deh, saya belum sempet nonton filmnya. Dan meskipun dapat sedikit spoiler dari seorang teman, tapi saya tetap penasaran dengan novelnya. Walau kamu udah nonton, saya tetap sarankan kamu untuk baca novelnya. Soalnya beda banget! Terutama penggambaran tokoh Raka.

Saya pribadi yang sempat senyum-senyum sendiri waktu baca cerita ini, tak urung sempat meneteskan air mata saat membaca bab-bab terakhir, khususnya Bab 26: Penentuan.

Sumber gambar: koleksi pribadi

Hikmah yang saya ambil dari novel ini antara lain:

Pertama, jodoh mengikuti siapa diri kita sebenarnya, jika ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka pantaskan dulu diri menjadi orang baik-baik.

Kedua, berdakwah itu bisa dilakukan berbagai cara. Kadang-kadang cara nyantai dan slow seperti yang dilakukan Raka maupun Kiara itu akan lebih mudah memasuki hati dan membuka pintu hidayah seseorang. Tanpa harus pakai acara tarik urat dan berdebat.

Ketiga, kekuatan tulisan itu ternyata mempunyai dampak yang begitu besar. Hidup Silvi sempat hancur karena berita infotainment. Begitu dia bangkit kembali dibantu tulisan seseorang di blog yang menceritakan dirinya. So, hati-hati sama penulis ya. Hohoho!

7 hal yang akan membuat anda berpikir ulang untuk menjadi seorang penulis

Dua buku novel favorit dari penulis yang sama

Still 17 (Thirty but Seventeen) Satu Lagi Drakor yang Dijamin Bikin Nangis

Sumber: Wikipedia

Judul: Thirty but Seventeen atau Still 17
Jumlah episode: 32

30 but 17 (Thirty but Seventeen) atau biasa dikenal dengan Still 17 adalah serial televisi Korea Selatan tahun 2018 yang dibintangi oleh Shin Hye-sun, Yang Se-jong dan Ahn Hyo-seop. Serial televisi ini mulai ditayangkan di SBS pada Juli 2018.
Sumber: Wikipedia

Still 17 berkisah tentang sosok Woo Seo Ri, seorang gadis berusia 17 tahun yang mengalami kecelakaan hebat dia mengalami koma sampai berusia 30 tahun. Maka tak heran setelah terbangun, Seo Ri masih bersikap seolah dia berusia 17 tahun.

Sementara itu Goong Wo Jin, seorang pria cuek dan hidup semaunya tenyata tak bisa terlepas dari trauma, dikarenakan dia begitu merasa bersalah telah menyebabkan gadis yang dicintainya (disangkanya) meninggal akibat kecelakaan. Yang ternyata hal ini salah besar.

Awal menonton ini saya jadi mengerutkan kening, masa sih ada orang yang bisa bangun setelah koma belasan tahun? Dan ketika bangun dia seolah tidak apa-apa?

Tapi, seperti drama Korea lainnya, meski ada hal yang tampak tidak masuk akal, namun pengarangnya pintar membumbuinya sehingga alurnya menarik hingga bisa diterima dengan baik.

Misal: setelah bangun dari koma panjang, Seo Ri gak langsung bisa berjalan, dia perlu menjalani proses fisioterapi dulu.

Karakter-karakter tokoh di drama ini juga bisa membuatmu jatuh cinta lho. Soalnya gak ada orang jahat. Semuanya tampak benar-benar manusia. Dan punya latar belakang yang jelas hingga menjadikan sikap tokohnya jadi seperti sekarang.

Tengok trailer Still 17 di sini yuk!

Contoh: karakter Jennifer, yang awalnya bikin saya geleng-geleng kepala dan merasa, gak mungkin deh ada asisten rumah tangga sepinter dia, eh ternyata ada alasan yang jelas kenapa dia memilih pekerjaan itu, dan ada latar belakang yang menjadikan dia sosok cerdas dan berkata-kata bijak.

Selain itu, ada hikmah yang menjadikan saya merenung saat menonton Drakor ini, sikap Seo Ri dalam membuat keputusan. Betapa dirinya sangat mencintai biola, mencintai musik dan bercita-cita untuk tampil di atas panggung dengan kebanggaan hingga hampir melupakan hal terpenting: menikmati musik itu sendiri.

Ya, hampir sama-lah dengan saya dan hobi saya (menulis). Jangan sampai dikarenakan tuntutan ego dalam diri, lalu memaksakan diri ingin lekas meraih impian hingga melupakan bahwa hobi seharusnya sesuatu yang kita nikmati bukan dilakukan di bawah tekanan.

Yang pasti Still 17 adalah satu dari sekian banyak drama Korea yang berhasil membuatku menitikkan air mata. Terutama saat sudah memasuki episode-episode terakhir. (Saat misteri tokoh-tokohnya sudah mulai terungkap)

Pingin nonton film lokal yang romantis? Dear Nathan Hello Salma aja!

Pokoknya saya jatuh cinta pada drakor ini. Gak keberatan kalau diajak nonton ulang. Dan saya, penggemar romance, sangat puas dengan plot twist-nya yang tidak disangka-sangka.

Sumber video: YouTube My K-song

Koleksi album sound track drakor Still 17

Bukan Sensornya yang Diperketat, Melainkan Nontonnya yang Dipilah (Review Talk Show “Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi”)

Talk Show “Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi”

Hari Kamis lalu, tanggal 11 Oktober 2018, saya berkesempatan menghadiri acara Talk Show “Budaya Sensor Mandiri, Bijak Membentuk Generasi”. Bertempat di Gummati Cafe, acara ini diselenggarakan oleh Tapis Blogger bekerjasama dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia.

Tapi gak cuma blogger yang boleh hadir di acara ini loh, untuk publik juga. Udah gitu free lagi. Dan banyak ilmu yang saya dapatkan dari acara ini.

MC keren, Mbak Novi Nusaiba

Pembicara dari LSF, mbak Ni Luh Putu Elly Prapti

Acara ini dibuka oleh MC keren, Mbak Novi Nusaiba, lalu lanjut ke acara inti. Kita mulai dari LSF ya ….

Apa sih LSF itu? Dan apa tanggungjawab LSF?
Menurut pembicara, Mbak Ni Luh Putu Elly Prapti Erawati, M.Pd., LSF dengan kepanjangannya Lembaga Sensor Film bertugas melakukan pengeditan pada film sebelum tayang ke publik. LSF ini fokusnya di film dan iklan film. Kalau untuk acara berita di tipi yg menyensor bukan LSF, tapi kominfo.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Di awal sebelum memberikan materi Mbak Ni Luh menanyakan kami, lebih suka nonton film apa sih? Film yang bernilai edukasi tinggi atau yang kurang nilai edukasinya? Spontan deh para peserta menjawab lebih suka film yang edukasinya tinggi. Apa benar?

Kondisi sekarang, kebanyakan masyarakat lebih memilih film horror, sedikit nilai edukasi dibandingkan film yang kaya nilai edukasi. Nah, ini dia, beliau menunjukkan buktinya.

Film “HOS Cokroaminoto” penontonnya hanya sekitar 26000

Film “RA Kartini” penontonnya hanya sekitar 500000

Film “Terowongan Casablanca” mencapai jumlah penonton 900000

Film “Pengabdi Setan” mencapai jumlah fantastis yaitu 4 juta penonton.

Me in action (Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi)

Luar biasa sekali ya, penggemar film horror. Padahal berapa sih bujet yang diperlukan untuk membuat film tersebut?

Ini perbandingannya:
Film “Cokroaminoto” dengan jumlah penonton hanya 26K, bujetnya mencapai 15 M

RA Kartini” dengan penonton hanya 500K bujetnya 12 M

Pengabdi Setan” yang penontonnya 4 jeti, bujetnya hanya 2 M

Kuntilanak” penontonnya 1200000 bujetnya hanya 3.5 M

Wah, ternyata jauh lebih murah biaya produksi film horror dibandingkan film edukasi. Sementara penontonnya membludak. Gak sebanding dengan film edukasi. Ada rentang jarak cukup jelas antara biaya produksi dan penonton.

Nah, makanya itu, gak heran sangat sedikit film edukasi yang tayang di Indonesia. Udah capek-capek bikin film bermanfaat, eh yang nonton dikit. Sementara film
horror selalu dan selalu ada di bioskop.

Trus, gimana dengan kondisi TV?
Kurang lebih kondisi TV begini:

Masih banyak acara tak bermanfaat di TV

Film-film yang laris masih seputar sinetron, trus film luar negeri. Acara religi hanya sekitar 2%, anak-anak 11%, dll.

Tapi sebenarnya beda juga tayangan TV dengan tayangan bioskop. Kalau Di TV tidak banyak pilihan, lain hal dengan menonton di bioskop yang harus mempersiapkan bujet, waktu, dsb. Jadi kalau acara di TV rating film tertentu tinggi, bisa jadi itu karena penonton gak ada pilihan lain, semata-mata cari hiburan. Lah kalau bioskop, niat banget mau nonton.

Maka dari itu, perlu adanya sinergi antara LSF dan masyarakat. Masyarakat-lah yang perlu diedukasi untuk mendukung tontonan baik dan mengurangi (kalau bisa meninggalkan) tontonan tak baik. Kalo gak ada “demand” pastinya gakkan diproduksi kan.

Tugas LSF itu terkait erat dengan pemerintah, yaitu seperti tercatat pada UU 33 tahun 2009 pasal 57 ayat 2 :
1. Melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum dipertunjukkan ke khalayak;

2. Melakukan penelitian dan penilaian judul, tema, gambar, adegan, teks dalam film.

3. Melakukan pengklasifikasian tontonan sesuai usia.

Bila terlalu ketat pengeditan yang marah adalah produksi film, LSF akan dikatakan mengekang kebebasan berkreasi.

Ini dia kategori rentang usia film:
SU atau segala umur, film dengan kategori ini aman ditonton anak-anak.
13 th , kalau yang ini film yang cocok ditonton usia remaja.
17 th, yang ini film khusus yang punya KTP ya.
21 th, nah apalagi yang ini, biasanya sudah ada adegan syur.

Mbak Ni Luh juga mengatakan di luar negeri tidak ada sensor film loh. Film kreatif apapun boleh-boleh saja. Tapi lebih kepada mengetatkan ke klasifikasi usia.

Perkembangan anak-anak sekarang tergantung apa sih?
Kalau zaman dulu, mungkin seperti ini urutannya:

Orangtua
Guru
Teman
Lingkungan sekitar

Zaman sekarang peran influencers sudah sejajar dengan peran orangtua. Jadi urutan di atas ditambah dengan influencers.

Pilihlah film yang beredukasi tinggi

Nah, setelah ini Mbak Naqiyyah Syam, selaku founder Tapis Blogger juga turut memberikan materi.

Beliau menanyakan, menonton film itu kebutuhan atau keinginan? Kalau kebutuhan, sebaiknya mempertimbangkan nilai-nilai dalam film tersebut. Film horror kita ketahui, sangat sedikit nilai edukasinya.

Mbak “Naqiyyah Syam” ikut memberikan materi

Apa aja sih dampak buruk menonton film? Terlebih untuk anak-anak, karena perkembangan otak anak lagi pesatnya dalam usia dini. Semestinya di bawah usia 10 tahun jangan diberikan TV. Apalagi kalau ada tayangan porno.

Ini dia dampak buruk dari menonton film porno:
1. Tidak bisa menundukkan pandangan
2. Melihat aurat dengan bebas
3. Membuat ketagihan
4. Terus melekat di pikiran
5. Berujung pada onani
6. Terbuang waktu dan uang sia-sia
7. Daya kerja otak berkurang
8. Pengaruh rusaknya otak
9. Dampak jelek aktivitas seksual

Berikut tips dari Mbak Naqi, terutama bagi orangtua untuk menangkal pengaruh buruk film pada anak:

  1. Mendampingi anak saat menonton film
  2. Alihkan kegiatan lain yg positif, baca buku, dst (menjadi blogger salah satunya, eaaa)
  3. Orangtua layaknya jadi contoh yg baik
  4. Lingkungan, kita ajak lingkungan turut peduli

Kalau ini contoh film yang baik, untuk anak: “Petualangan Sherina“, “Laskar Pelangi“, “Garuda di Dadaku“. Yang mana yang pernah kamu tonton?

Lalu, hal yang bisa kita (pada umumnya) lakukan juga nih, contoh yaa:

  1. Cerdaslah memilih film. Saring sebelum share.
  2. Share bila sudah menonton film baik. Bisa dengan foto tiket, masukin IG. Bikin temen2 kita penasaran dengan film tersebut.
  3. Nonton di awal tayangnya dalam waktu secepatnya, supaya tidak turun layar. Ini penting ya!
  4. Khusus untuk blogger, review film di-blog ya. Yang belum nge-blog juga bisa sedikit-sedikit nulis di sosmed. Ingat, no spoiler!

Dari kiri ke kanan, Mbak Naqiyyah Syam, Mbak Ni Luh Putu Elly Prapti, dan Mbak Novi Nusaiba

Setelah itu ada sesi tanya jawab yang seru, saya rangkum sedikit ya:

“Sudah ada LSF kok masih ada film yg ada adegan syur, apakah tidak disensor?”

Berikut jawaban mbak Ni Luh: “UU yang dipakai LSF sangat lama berharap semoga setelahnya pemerintah segera menerbitkan UU terbaru yang mengatur ini.

Perlu adanya edukasi di masyarakat. LSF di satu sisi ingin banyak mengedit namun di sisi lain sudah dinilai terlalu ketat mengekang produksi film.”

Semestinya masyarakat yang sadar dan memilah mana yang boleh dan tidak untuk anak-anak. Kalau acaranya tidak cocok untuk anak-anak ya jangan nonton sama anak-anak.

Di luar negeri pun ada keluarga yg tidak punya tivi jika ada anak kecil di dalam keluarga tersebut. Sekalipun ada tivi ada segmen sendiri khusus untuk anak, contohnya Nickelodeon, Baby TV, dll.

Selain sesi tanya jawab, juga ada pembagian door prizes. Wah, liat tuh banyak sekali door prizes-nya. Jelas saja, soalnya acara ini punya banyak sekali sponsor, seperti:

    1. Gummati Cafe
    2. FLP Bandar Lampung
    3. Thasya Busana
    4. Al Mitry Indo
    5. KOPFI Lampung
    6. Keripik Pisang Aroma Sejati
    7. Perut Bulat Cafe
    8. Papa Tom’s Cafe
    9.Famedia Publisher

Dari pemenang kuis, lomba foto di instagram dan juga untuk para penanya di sesi tanya jawab, banyak sekali yang dapat door prizes. Wah, selamat untuk yang dapat hadiah.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Setelah itu, di akhir acara ada foto bersama seluruh peserta. Ini dia.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Wah, beruntung sekali kan aku bisa ikutan acara ini. Selain dapat ilmu, dapat sertifikat juga, banyak ketemu teman-teman baru, eh dapat makan siang gratis lagi.

Jadi, buat kamu, para blogger berdomisili atau stay di Lampung atau juga pernah tinggal di Lampung, nggak ada ruginya loh ikutan Tapis Blogger . Dari hobi menulis kamu bisa dapetin banyak manfaat. Kalau buat saya pribadi manfaat jadi anggota Tapis Blogger bisa kamu baca di sini . Sst, dapetin juga tips meningkatkan follower Instagram di situ (uhuy). Yuuk, gabung bersama kami 😘

#TapisBlogger
#BloggeLampung
#LSFXLAMPUNG
#BudayaSensorMandiri

Karena Seorang “Bad Guy” Belum Tentu “Bad” (Review Film Animasi “Wreck-It Ralph”)

Judul Film: Wreck-It Ralph
Diproduksi oleh: Walt Disney Animation
Sutradara: Rich Moore
Penulis skenario: Phil Johnston dan Jennifer Lee
Pengisi suara: John C. Reilly, Sarah Silverman, Jack McBrayer dan Jane Lynch
Rilis pada tahun: 2012 dan beredar di Indonesia pada tahun: 2015

Wreck-It Ralph (sumber: wikipedia)

Tahu nggak, rasanya jadi “bad guy” yang selalu terkucilkan? Adalah Ralph, nama panggilan dari “Wreck-it Ralph”, tokoh antagonis dalam sebuah mesin game. Sesuai namanya, Ralph mempunyai tugas sebagai “penghancur” dalam permainan tersebut. Dia mempunyai tangan besar yang memudahkan menjalankan misinya. Apapun yang disentuhnya bisa hancur dengan mudah. Bertolak belakang dengannya, “Fix-it Felix” yang bertugas memperbaiki apapun dihancurkan oleh Ralph. Berbekal sebuah palu emas, Felix bisa menjalankan misinya. Tentu saja hal ini sesuai dengan judul game tersebut; “Fix it, Felix!”.

30 tahun sudah, game “Fix it Felix” menjadi salah satu jenis permainan dalam sebuah toko (kalau di sini samalah seperti game di Time Zone) yang masih digemari anak-anak. Lama-lama Ralph mulai merasa jenuh dengan tugasnya. Dia mencurahkan isi hatinya dalam sebuah perkumpulan tokoh antagonis dari semua mesin permainan. Ralph ingin sekali merasakan peran sebagai “good guy”. Teman-teman sesama pemegang peran antagonis, seperti Zombie, Satan, dan lainnya berusaha menasihati Ralph, bahwa tak mungkin mengingkari peranan mereka sebagai antagonis. Bahkan mereka mempunyai motto yang sangat bagus lho, yaitu:

“I am bad, and that’s good. I will never be good man and it’s not bad. There’s no one I’d rather be than me.”

(sumber: Pinterest)

Dalam perjalanan pulang, Ralph menyadari bahwa ternyata dalam game-nya sedang merayakan pesta anniversary ke-30 tahun. Melihat itu Ralph menjadi geram dan berpikir, mengapa dia tak pernah diundang dalam acara pesta? Terlebih bahkan tokoh dalam game lain pun, seperti Packman, diundang dalam pesta tersebut.

Felix yang diminta warga mengusir Ralph, akhirnya memperbolehkan Ralph menghadiri acara pesta, hanya untuk mencicipi kue. Ralph yang awalnya senang menjadi tertegun saat dia melihat kue yang dibuat percis berupa miniatur gedung apartemen lengkap dengan penghuninya. Miniatur felix berada di puncak gedung dengan medalinya, sementara miniatur Ralph berada di bawah, sendirian, tercebur kolam cokelat.

Film drama komedi yang satu ini cocok untuk ditonton bersama pasangan.

Ralph menyatakan protesnya, mengapa hanya dirinya yang berada sendirian di bawah? Tanpa sengaja karena dipengaruhi amarahnya, Ralph pun menghancurkan kue tersebut. Ralph tersinggung dengan anggapan penduduk bahwa seorang antagonis seperti dirinya tidak akan pernah mendapatkan medali. Dari situ, Ralph pun bertekad, bahwa dia bisa mendapatkan medali, layaknya “good guy”.

Kemudian Ralph tanpa berpikir panjang berusaha mendapatkan medali dalam sebuah game lain. Dia menyamar menjadi salah seorang tentara dan memasuki game bernama “Hero’s Duty”. Ralph tak memahami bahwa perjuangan untuk mendapatkan medali begitu berat, para tentara harus membunuh cy-bug (cyber bug) yang begitu banyak.

Sementara itu, dalam game “Fix it Felix” terjadi kekacauan. Saat ada seorang anak yang ingin bermain di game ini, citizen pun kelabakan karena tak ada kehadiran Ralph di sana. Felix memutuskan untuk mencari Ralph. Dengan petunjuk dari Qybert, seorang tokoh game yang hidup menggelandang (karena mesin game-nya out of order), Felix mengetahui bahwa Ralph ada di “Hero’s Duty”. Ralph dianggap “menjadi Turbo”. Istilah ini berasal dari Turbo, seorang tokoh dalam game balapan mobil “Turbotastic” yang iri dengan mesin game balapan lainnya (Road Blaster) dan berusaha melintas memasuki game tersebut, yang kemudian berakibat kedua mesin dianggap rusak dan tidak dapat beroperasi atau “out of order”. Khawatir hal tersebut terjadi pada game mereka, Felix menyusul ke “Hero’s Duty”.

Ternyata saat itu, Ralph yang sedang mengambil medali secara diam-diam tanpa sengaja memecahkan salah satu telur cy-bug. Ralph yang panik dengan kejadian itu menaiki salah satu pesawat. Kejadian itu disaksikan oleh Sersan Calhoun, pemimpin dalam game “Hero’s Duty” dan Felix yang sedang mencari Ralph di sana.

Pesawat yang dikendarai Ralph terbang tanpa kendali dan tanpa sengaja jatuh dalam sebuah game lainnya yang berjudul “Sugar Rush”. Dari situ pengalaman sebenarnya Ralph dimulai. Di game tersebut, Ralph bertemu dengan Vanellope von Schweetz, seorang glitch/cacat gambar yang kemudian merebut medali Ralph. Awalnya Ralph tidak menyukai Vanellope, lama-lama dia pun tersadar bahwa ada persamaan antara dirinya dan Vanellope, yaitu sama-sama menjadi orang yang tersisih dari game-nya. Malangnya Vanellope tidak seberuntung Ralph. Gadis kecil itu tak bisa meninggalkan game-nya apapun yang terjadi.

Bagaimana akhirnya perjalanan mereka? Dapatkah Ralph mendapatkan medali yang diambil Vanellope? Bisakah Felix membawa Ralph kembali dan menyelamatkan game mereka? Lalu bagaimana dengan cy-bug yang sudah terlanjur masuk dalam game Sugar Rush? Tonton saja di film ini.

Film animasi berdurasi dua jam ini memiliki plot twist yang menarik. Alurnya tidak mudah ditebak, menarik, mempunyai unsur komedi, drama dan juga roman. Selain itu film ini juga mengajarkan banyak hal. Yang pertama kita harus menerima diri sendiri, menerima apapun peranan diri kita. Bila memang kita diposisikan sebagai bad guy, buktikan bahwa kita tak benar-benar bad. Itu hanyalah suatu peranan yang harus dijalani. Toh, terbukti bahwa good guy maupun bad guy memiliki peranan yang sama pentingnya dalam sebuah game. Begitulah kehidupan, semua peranan sama pentingnya agar hidup dapat berjalan seimbang.

Begitu pula nasihat tersirat lainnya dalam film ini, bahwa jangan lantas men-judge seseorang hanya karena peranan yang dia jalani. Alasan utama timbulnya masalah adalah karena ketidakadilan perlakuan warga yang dirasakan Ralph. Sementara yang lain bisa tidur nyenyak dalam gedung apartemen, Ralph tersisih di samping sebuah pohon besar bersama runtuhan bangunan, seperti seorang gelandangan.

Pelajaran tentang men-judge seseorang juga bisa anda lihat di film animasi satu ini.

Hikmah lainnya adalah “you don’t need a medal to be a hero”. Bukan ada tidaknya medali yang menjadikan seseorang pantas disebut pahlawan namun bagaimana attitude-nya secara keseluruhan.

Wah, seru banget kan! Apalagi katanya sebentar lagi, tepatnya November 2018, akan ditayangkan lanjutan film ini, yaitu Wreck It Ralph 2. Jadi tidak sabar ingin menonton lanjutannya juga, seperti apa ya. Tengok saja trailernya di sini:

Trailer “Wreck-It Ralph 2”

“Wreck-It Ralph 2” (sumber otakukart)

Pastikan Anda Tidak Miskin, Belajar jadi Enterpreneur, yuk! (Review Seminar Enterpreneur dari Dus-Dusan)

Pada hari Sabtu, tanggal 8 September 2018 lalu saya bersama teman-teman dari Tapis Blogger berkesempatan mengikuti Seminar Enterpreneur dengan tema Mengubah Mindset menjadi Omset yang Terus Meroket. Bertempat di Aula IIB Darmajaya, lantai tiga, acara ini disponsori oleh Dus-Dusan, Medina juga Al Mitry Indo.

Dibuka oleh sepasang MC, acara ini pun diawali dengan sambutan dari Mas Edo, suami dari Mbak Ivo, yang keduanya ini merupakan pemilik Al Mitry Indo. Mbak Ivo menceritakan, awal mula beliau bisa menjadi reseller dus-dusan, pertamanya tahu dari Facebook. Kemudian Mbak Ivo jualan di arisan. Dari yang awalnya pesanan bisa diatasi sendiri, lama-lama tambah banyak pesanan sehingga Mbak Ivo membutuhkan modal yang lebih besar. Dari situ Mbak Ivo curhat ke suaminya, Mas Edo. Akhirnya mereka pun mendapatkan pinjaman dana sebesar 3 juta dari adiknya Mas Edo.
Itulah awalnya hingga bisnis mereka bertambah besar kemudian bisa membuka 11 toko cabang di Lampung. (Bahkan pada saat acara ini diadakan sudah bertambah 2 cabang lagi, jadi 13 cabang)

Pesan Mbak Ivo yang terngiang di telinga saya, apa yang kita lakukan harus dengan ridho suami, maka jalan kesuksesan akan terbuka. Pesan Mas Edo sendiri adalah bahwa bisnis dus-dusan ini cocok buat emak-emak berdaster untuk bisa punya penghasilan di atas manajer.

Mau belajar manajemen waktu untuk mom zaman now? Baca di sini

Kemudian, datanglah pembicara materi pertama, langsung dari dus dusan pusat di Jakarta. Beliau adalah Christian Kustedi (co-founder PT. Dus-dusan). Mas Christ menjelaskan dus-dusan memiliki visi untuk memajukan perekonomian Indonesia. Saat ini cabang dus-dusan lebih dari 60000 se-Indonesia. Dus-dusan berfungsi sebagai supplier yang menyediakan barang untuk dijual kembali oleh reseller.

Berawal dari permasalahan yang umum ada dan kita semua alami yaitu pengeluaran lebih banyak dari pendapatan. Salah satunya karena inflasi pendidikan naik 15-20%, apa solusi yang bisa kita raih?

Jualan online? Itu ide bagus. Tapi sayangnya gak semua bisa langsung fasih memanfaatkan platform.
Ikut MLM? Sebenarnya bagus. Tapi gak semua cocok rekrut orang.
Kalau direct selling? Bagus sih, tapi gak semua kuat dengan kewajiban target. Apalagi nantinya jadi stock barang yang tidak terjual.
Mau belajar investasi? takut kejebak money game.

Nah, kalau di dus-dusan, anda diajarkan merintis bisnis anda, bukan bisnis orang lain. Karena setiap reseller diizinkan memakai brand sendiri. Bahkan tidak ada kata dus dusan pada produknya. Reseller bebas menggunakan brand sendiri. Hal ini dilakukan untuk melindungi resellernya agar melakukan repeat order kembali ke reseller masing-masing, bukan dus-dusan.

Awal anda menjadi reseller, jangan terburu-buru melakukan stok barang. Penjualan bisa dilakukan dropship. Saat anda mendaftar di dus-dusan, anda akan diminta upload logo toko anda (brand anda). Logo ini akan otomatis dicetak pada setiap produk dus-dusan yang anda pesan dan hendak dikirimkan ke pembeli. Menarik sekali kan?

Brosur dus dusan

Di dus-dusan nantinya anda juga akan diajarkan berjualan. Sebagai contoh, untuk emak-emak nih, bisa jualan dengan memakai sistem arisan. Tak perlu mencari banyak orang sekaligus, cukup cari satu ketua arisan, satu orang emak yang paling vokal yang bisa mencari teman-teman lain untuk diajak arisan bersama-sama. Nah, buat ketuanya ini nanti, bisa kita kasih fee atau produk gratis.

Berlanjut materi selanjutnya yaitu oleh Mas Hasan Ashari (founder Claire, Master Trainer Dan Terapis). Ini merupakan materi yang paling menarik menurut saya. Coba saja lihat prestasi beliau:

Awal mula Mas Hasan mengajak hadirin menjawab pertanyaan, hal apa yang paling mengurangi kemiskinan di Indonesia. Jawabannya adalah pastikan dulu kalo anda tidak miskin.

Mas Hasan mengambil contoh seorang pendaki gunung Everest yang terkenal yaitu Sir Edmund Hillary. Sudah tahu kan puncak Everest merupakan gunung tertinggi di dunia. Untuk mencapainya bukanlah hal yang mudah. Apalagi di puncaknya suhu bisa mencapai minus 23 derajat celcius.

Mr. Hillary sendiri hanya mencapai sekitar 15 menit setelah di puncak, sebelum akhirnya turun kembali. Ketika berhasil turun beliau sempat diwawancara, apa sih yang menjadikan Mr. Hillary semangat mendaki gunung. Beliau hanya singkat menjawab: “Because it’s there.” Sampai sekarang tidak ada yang tahu, apa yang dia maksud “it”.

Intinya adalah, rumus mencapai kesuksesan, mudah saja: RxPxM

R adalah Reason atau alasan.
Apa alasan anda sehingga harus sukses? Apa alasan anda gabung dus-dusan? Alasan ini sebisa mungkin rinci. Jangan cuma sebutkan ingin kaya. Tapi juga rinci, ingin uang nominal berapa?

P adalah Purpose atau tujuan.
Setelah menemukan alasan, gandengkan dengan tujuan. Tujuannya ingin uang sekian itu untuk apa? Untuk naik hajikah? Untuk pengobatan kah? Untuk kuliah lagikah? Harus rinci.

M adalah Massive Action.
Setelah alasan dan tujuan kita temukan, langkah berikutnya adalah tindakan massive, atau terus menerus. Tindakan nyatanya apa yang harus kita lakukan agar sukses gak cuma sekedar mimpi?

Lalu setelah itu, Mas Hasan mengajak hadirin menonton sebuah video yang membuktikan bahwa input sangat mempengaruhi output. Adalah sepasang kembar identik yang sebenarnya memiliki persamaan karakter. Namun ketika keduanya diberikan perlakuan yang berbeda maka hasilnya terlihat sekali perbedaan yang jelas pada keduanya.

Sebut saja pasangan ini, A dan B. Ketika A diberikan musik pengantar pagi yang enerjik, tontonan komedi, buku bacaan yang memotivasi, di sisi lain, B, kembarannya diberikan musik mellow, tontonan drama, buku bacaan yang sad ending, lalu keduanya diminta untuk berbelanja di sebuah toko. A menunjukkan kepercayaan diri yang baik, dia sangat nyaman dengan dirinya sendiri dan berbelanja sesuai keinginan hatinya. Sementara B menunjukkan keminderannya, dia menjadi tidak percaya diri dengan keputusannya sendiri, akhirnya B hanya berbelanja satu item saja, itupun setelah meyakinkan pada penjualnya bahwa dia boleh mengembalikan barang bila dia merasa tidak cocok, B merasa pada hari itu, dia seolah tidak bebas menjadi dirinya sendiri.

So, yang punya hobi nonton atau baca yang galau-galau, hati-hati ya bisa mempengaruhi mood anda. Bukan gak mungkin mengubah karakter kita di kemudian hari. (Tunjuk diri sendiri 😀 )

Tonton film komedi romantis saja yuk. Contohnya yang satu ini

Rukun sukses berbisnis adalah: 3 C
Care adalah peduli. Alasan orang membeli adalah karena kebutuhannya. Kita peduli pada apa yang dia butuhkan.

Connection adalah hubungan antara kita ke konsumen. Percaya deh, orang membeli sesuatu pada anda, karena mereka suka dengan anda! Itu yang akan membuat konsumen akan kembali dan kembali lagi ke anda.
Gimana caranya supaya kita disukai? Kembalikan pertanyaan itu kepada diri sendiri. Anda sukanya belanja dengan penjual yang seperti apa? Maka jadilah penjual yang seperti itu.

Competency adalah jadilah orang yang kompeten. Bisa kita lihat pada gambar berikut ini:

Hal penting untuk menjadi sukses: Attitude, Skill, Knowledge. Jadilah seorang yang berbeda dengan cara milikilah ilmu. Itu yang akan menjadikan kita sukses berbisnis.

Apa sih perbedaan orang sukses dengan tidak sukses? Padahal keduanya memiliki waktu yang sama, 24 jam dalam sehari.
Mas Hasan memberi contoh seorang CEO. berdasarkan penelitian; CEO rata-rata membaca 60 buku per tahun. Warbyasaahhhh!! Pantas mereka bisa menjadi sukses, karena mempunyai kebiasaan baik yang berbeda dari orang kebanyakan. Duh, lagi-lagi saya ngerasa ketonjok 😀

Ilmu lainnya yang di-share Mas Hasan; “20% pembeli adalah mereka yang pernah membeli pada anda” (Tum Desem Waringin)

Jadi, sangat penting ya untuk melakukan follow up. Hukum follow up ini sendiri ada aturan 1/7/30.
Pertama, lakukan follow up pada 24 jam pertama dari anda menawarkan produk anda, bila anda masih ditolak, lanjutkan langkah kedua.
Yaitu, lakukan lagi follow up seminggu kemudian. Bila seminggu kemudian, anda masih ditolak, maka cukup sampai di situ, jangan dilanjutkan lagi langkah ketiga. Tapi bila penawaran anda diterima, lanjutkan langkah berikut ini.
Ketiga, lakukanlah follow up sebulan kemudian.

Tentunya tindakan ini pun harus kita lakukan secara konsisten, atau terus menerus. Ingat hal ini: 80% penjualan tercipta pada usaha ke-5 sampai dengan 12. Jadi kalau sekali saja mencoba sudah mau menyerah, gimana mau sukses ya.

Nah, menarik sekali bukan Seminar Enterprenur yang saya ikuti ini. Lagi-lagi ini merupakan berkah saya menjadi bagian dari Tapis Blogger. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat 🙂

Baca juga 7 Manfaat Bergabung dengan Tapis Blogger

Aku bersama Tapis Blogger dalam acara Seminar Enterpreneur

Milad Kedua Tapis Blogger yang Mempesona (Intip Juga Yuk, 7 Tips Meningkatkan Follower Instagram dan 7 Manfaat Bergabung dengan Tapis Blogger)

Tempo hari tepatnya pada hari Minggu, tanggal 2 September 2018, saya berkesempatan menghadiri acara puncak Milad Tapis Blogger yang kedua. Acara ini bertempat di Papa Tom’s Cafe di Jl. Kimaja Way Halim Bandar Lampung, saya bisa bertemu teman-teman Tapis Blogger sekalian deh menyaksikan acara seru “Meningkatkan Follower Instagram” bersama Kak Alejenes, seorang foodies pemilik akun IG @kuliner_lampung dengan follower 220 K.

Mbak Desma selaku MC acara Milad Tapis Blogger

Jadi, mulanya Tapis Blogger ini diawali dari pertemuannya Mbak Naqiyyah Syam dan mbak Heni Puspita, pada tahun 2016 lalu. Keduanya akhirnya memutuskan untuk membangun suatu wadah yang menampung blogger di Lampung. Awalnya, komunitas ini cuma terdiri dari empat orang anggota saja, selain mereka berdua, ada juga Fifi Restiana dan Izzah Annisa. Kemudian tak lama berkembang menjadi komunitas blogger khusus perempuan.

Mbak Heni, Co-founder Tapis Blogger

Pada akhirnya, seiring berjalannya waktu dan semakin banyak peminatnya, Tapis Blogger pun terbuka untuk laki-laki juga. Hingga kini anggota Tapis Blogger sudah mencapai sekitar 300 orang dari segala kalangan.

Seru banget ya ternyata! Tanpa terasa tepatnya 31 Agustus lalu, Tapis Blogger sudah berusia dua tahun lho. Saya pribadi masih terbilang baru bergabung dengan Tapis Blogger, belum ada setengah tahun. Berawal dari ditawari seorang teman seangkatan waktu SMU dulu yang kebetulan sama-sama punya hobi menulis.

Bang Sandi, Blogger Lampung

Selain penjelasan sejarah berdirinya Tapis Blogger oleh Mbak Heni, ada juga sharing dari blogger senior yang sudah berpenghasilan jutaan dari blognya, yaitu Bang Sandi Prayoga. Bang Sandi berharap komunitas ini semakin berkembang dan bisa memperkenalkan Lampung kepada dunia.

Berikutnya sambutan dari Mbak Naqi, founder Tapis Blogger. Beliau menyampaikan bahwa ke depannya Tapis Blogger akan meningkatkan kerja sama dengan UMKM di Provinsi Lampung. Wah, menarik nih. Saya setuju sekali!

Mbak Naqi, Founder Tapis Blogger

Lalu, berlanjut acara yang ditunggu-tunggu, sharing dari Kak Alejenes, penasaran?

Kak Ale, Pemilik Akun Kuliner Lampung didampingi Mbak Novi (Sekretaris Tapis Blogger)

Ini dia tips untuk meningkatkan follower Instagram yang saya rangkum dalam 7 poin, yaitu:

1. Rutinlah posting di IG, minimal 1 foto per hari.

2. Fokuslah pada satu tema sama. Ketika banyak orang berpikir bisa meraih semua, Kak Ale fokus pada satu tema saja, yaitu: kuliner lampung alias makanan.

3. Promosikan IG kita, ajak kawan-kawan untuk follow IG kita lalu kita folbek juga IG mereka. Dalam bekerja tidak melulu soal profit yang dipikirkan tapi juga unsur kemanusiaan yang akhirnya membuat IG kita jadi besar dan terkenal.

4. Tag akun besar, seperti akun artis. Siapa tahu nanti dapat like dari mereka. Hal itu akan mengangkat IG kita juga.

5. Komitmen dalam memakai hastag. Gak perlu banyak-banyak hastagnya. Kak Ale saja hanya memakai dua hastag, kulinerlampung dan lampungkuliner. Dari situ banding itu dimulai, Ale ya Kuliner Lampung, Kuliner Lampung ya Ale, jadi? Siapapun sudah melekat dipikirannya, Kuliner Lampung.

6. Ulet, konsisten dalam berusaha. Kak Ale sendiri awalnya sepi like. Hal ini terus terjadi hingga enam bulan pertama. Tapi karena kerja kerasnya, hingga kini akun IG-nya sudah memiliki 220 K. Inilah kunci kesuksesannya hingga menggaungkan nama Lampung di Nusantara lewat Kuliner Lampung. Salah satunya melalui acara kuliner Lampung di taman gajah tempo hari, yang bahkan sempat menjadikan sistem gojek error karena membludaknya pesanan go-food saat itu.

7. Tunjukkan komitmen dengan mengubah akun IG personal menjadi IG bisnis. Tapi sebelumnya kita buat dulu FB page.

Acara pun berlanjut dengan pemotongan tumpeng. Wah, lezat sekali nih, tumpengnya.

Nasi Tumpeng Milad Kedua Tapis Blogger

Oya, acara bermanfaat ini didukung banyak sponsor lho, antara lain:
1. Papa Tom’s Cafe
2. Thasya Busana
3. Nuola Food
4. Has’t Coffee
5. Rumah Kue Maya
6. Puspa Home Snack Lampung
7. Randang Ambo
8. Dapoer Nomay
9. Al Mitry Indo
10. Yara Art and Craft
11. Lampung Banana Foster
12. Diarra Queen Spa

Sponsor Acara Milad Tapis Blogger

Sponsor-sponsor ini adalah mereka yang pernah mengadakan kerjasama dengan Tapis Blogger.

Sambal Enak dari Rumah Kue Maya

Puspa Home Snack Lampung

Durian Goreng dari Dapur Noemay

Gak heran, dari 30-an peserta yang hadir, semuanya kebagian hadiah. Yeay! Lihat saja di sini.

Wow! Saya sendiri akhirnya mendapatkan voucher perawatan di Diarra Queen Spa. Asyik, bisa nyalon lagi niih.

Selain itu, ada juga pengumuman pemenang event-event yang diadakan Tapis Blogger, antara lain lomba blog tematik Ramadhan dan lomba video milad Tapis Blogger. Ada juga event yang diadakan sepanjang acara yaitu, lomba foto acara milad dan lomba foto sponsor acara di Instagram.

Bang Rasuane, juara satu lomba video Milad Tapis Blogger

Pemenang yang terpilih untuk event lomba blog tematik Ramadhan, antara lain:
1. Anggun Josie Pasemawati dengan IG @anggunjosiepasemawatii
2. Rasuane dengan IG @razzone_14
3. Rika dengan IG @rika_altair

Untuk event lomba video milad Tapis Blogger dimenangkan oleh:
1. Rasuane dengan IG @razzone_14
2. Yandigsa dengan IG @yandigsa
3. Dwi Septiani dengan IG @dwiseptiani.dwi

Juara Lomba Blog Tematik Ramadhan Tapis Blogger

Asyik sekali kan jadi anggota Tapis Blogger.

Saksikan video acara lengkapnya di sini ya:
360_12_0.85_Sep132018

Manfaat untuk saya pribadi setelah bergabung di komunitas ini antara lain:

1. Jadi tambah teman atau tambah kenalan. Tak hanya sesama penulis. Beberapa juga orang media atau jurnalis. Jadi inget waktu SMU dulu saya sempat punya ketertarikan di bidang jurnalistik. Tepatnya waktu berorganisasi di Rohis sebagai Koordinator Bidang Seni dan Jurnalistik.

Kalau yang ini, buku hasil karya salah satu anggota Tapis Blogger.

2. Jadi dikenal orang juga. Hihihi. Sesungguhnya saya tadinya hanyalah seorang introvert yang biasa dengan kesendirian. Bahkan di tempat kerja pun juga tidak banyak yang kenal saya. Tapi karena kewajiban sebagai blogger kadang harus meliput acara tertentu, jadilah saya turut dikenal, selain dikenal teman-teman di komunitas, juga partner Tapis Blogger, alias bisa dibilang saya “numpang tenar”. Eaaa 😀

3. Nge-blog jadi tambah semangat. Memang betul, kalau kita mau tambah semangat nulis ya gabung di komunitas menulis. Mau tambah nge-blog ya gabung di komunitas blogger. Apalagi ada yg sekota, dijamin bakal tambah semangat lagi. Karena bisa bertemu langsung dengan teman-teman yang berhobi sama.

4. Jadi tahu lebih dulu kalau ada event-event di Lampung. Dulu, saya biasanya tahu acara event di Lampung seperti festival krakatau atau festival kuliner dan lainnya dari koran. Itupun seringnya telat tahunya. Pas udah mau selesai baru saya tahu ada event. Nah, setelah gabung dengan Tapis Blogger saya jadi tahu event kece di Lampung lebih dulu dari teman-temanku yang lain nih.

5. Tambah banyak ilmu, baik tentang blog maupun ilmu lainnya. Dengan mengikuti berbagai event kerja sama Tapis Blogger saya jadi bisa menambah berbagai ilmu. Sebagai contoh, saya bisa dapat ilmu tentang kesetaraan gender ketika saya mengikuti acara “Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung” bersama Dinas PPPA Provinsi Lampung.

Ini dia salah satu acara bermanfaat yang saya ikuti setelah bergabung dengan Tapis Blogger.

6. Dapat penghasilan dari nge-blog. Nah, ini yang buat saya terharu. Selain ilmu, ternyata kita juga bisa mendapatkan penghasilan sebagai blogger. Ada beberapa event yang saya ikuti, di mana saya mendapatkan bayaran atas tulisan yang saya buat di blog. Wah, jadi terharu. Karena saya membuat blog ini awalnya sebagai tempat curhat. Lama-lama asyik juga ya kalo diseriusin. 😀 Tapi tentunya saya perlu banyak belajar dari ahlinya nih.

7. Jadi banyak membuat tulisan bermanfaat bagi orang lain. Tambahan lagi, kudu membangun branding positif. Karena blogger dan sosmed, adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan. Kadang brand tertentu ketika mengajak kerja sama juga turut memperhatikan sosmed si blogger itu sendiri. Rasanya gak mungkin diajak kerja sama kalau blogger-nya masih suka bikin status galau atau keluhan misalnya. Eaa. Jadi mau gak mau, lebih bijak lagi ya menggunakan sosial media.

Barangkali ini bisa bermanfaat, baca yuk Manajemen Waktu untuk Mom Zaman Now

Aku bangga menjadi bagian dari Tapis Blogger

Jadi, buat kamu yang berdomisili di Lampung, aktif menulis di blog, boleh banget deh bergabung dengan Tapis Blogger. Dijamin, gak bakal nyesel deh!

#Milad2TapisBlogger
#LombaBlogMilad2TapisBlogger

Siapkan Dirimu Hadapi Industri 4.0 (Rangkuman Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika (SELISIK 2018) oleh STT Bandung)

Hari Sabtu lalu, tanggal 1 September 2018, ada acara keren banget yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bandung, yaitu Seminar Nasional Telekomunikasi dan Information (SELISIK 2018). Bertempat di Harris Convention Festival Citylink Bandung, acara ini juga bekerjasama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) Jawa Barat, Indonesian Computer Electronic and Instrumentation Support Society (IndoCEISS) dan NERIS. 

Selain itu acara ini juga didukung Perguruan Tinggi lainnya yaitu STIKOM Bali, STIMIK AMIKOM Purwokerto, AMIKOM Cipta Darma Surakarta, STMIK Atma Luhur Pangkal Pinang, STIKOM Banyuwangi, STMIK Bumigora Mataram-Nusa Tenggara Barat, STMIK PalComTech Palembang, Politeknik PalComTech dan MIKROSKIL.
Berikut susunan acaranya:

Setelah beberapa sambutan antara lain oleh ketua panitia SELISIK 2018, Ibu Harry Gusdevi, S.Kom., M.Kom. juga pembukaan oleh Koordinator Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Bapak Uman Suherman, AS., M.Pd. juga diadakan penandatanganan MoU IndoCEISS dan NERIS sebagai wujud kerjasama.

Pemateri pertama adalah Bapak Ir. Priyantono Rudito, M. Bus. Ph. D. Beliau adalah Tenaga Ahli Kementerian Pariwisata Bidang Manajemen Strategis.

Jadi, apa sih maksudnya industri 4.0 itu? Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan dan komputasi kognitif. (Sumber: wikipedia)

Industri 4.0 bertujuan untuk menghasilkan “pabrik cerdas”. Di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, sistem siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. 

Singkat kata, kalau semuanya sudah menggunakan sistem internet. Siap gak siap, suka gak suka, zaman now perkembangan teknologi memang sangat cepat. Hampir tidak ada seorang manusiapun yang tidak pernah tersentuh teknologi. Semua rata-rata hidup membutuhkan internet. Bahkan sudah banyak fasilitas open source di ruang publik yang menyediakan akses internet. Begitu juga perkembangan gadget yang semakin canggih ke depannya.


Internet tak hanya bertujuan untuk mempermudah komunikasi, tapi juga mempermudah segala aktivitas kita dalam segala aspek. Contoh ringannya aja: penggunaan gojek. Gojek tak hanya memudahkan kita yang membutuhkan transportasi secara efektif (dari lokasi kita langsung menuju lokasi tujuan) tapi juga memudahkan kesehariannya (go-food, go-send, dll)

Ini baru satu contoh saja. Bahkan, kabarnya ada payung yang bisa digunakan tanpa sentuhan, yaitu bisa disebut juga dronbella (gabungan payung dan drone). Can you imagine?

Apa saja yang diperlukan untuk menuju industri 4.0? Ini dia:

Intinya, untuk menghadapi industri 4.0, aspek utama yang harus disiapkan adalah SDM-nya. (Bapak Priyantono Rudito, Ph.D)

Lanjut, materi berikutnya oleh Bapak Prof. Dr. Suyanto, MM, yang juga merupakan Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Menurut beliau, ada empat macam sumber daya manusia di masa depan, yaitu:

  • Professional
  • Enterpreneur
  • Scientist
  • Artist

Keuntungannya, kita bisa memperluas jaringan dengan memanfaatkan teknologi ini.

Oya, selain kedua materi tadi ada juga pengumuman pemenang kompetisi SELISIK 2018. Siapa aja sih juara yang berhasil menciptakan aplikasi canggih dengan berbagai kategori? Ini dia:

Wah, keren banget ya, mahasiswa zaman now, memang harus seperti ini. Tak hanya cerdas dalam pelajaran, tapi juga turut mampu mewarnai teknologi. 

Tapi, by the way, seminar ini buat saya jadi teringat film Doraemon deh. Sebenarnya perkembangan teknologi 4.0 sudah terpikirkan sejak dulu banget kan. Wah, semoga dengan adanya acara ini, salah satunya, bisa membuka mata kita, untuk ikutan melek teknologi dan pada akhirnya Indonesia siap untuk bersaing dalam skala internasional. Go Indonesia!


#MakingIndonesia4.0

#Selisik2018

#STTBandung

Flash Vlogging “Menuju Indonesia Maju”, Geliat Kreativitas Vlogger Muda Lampung

Berawal dari info yang kudapatkan dari komunitas Tapis Blogger, saya ikut mendaftarkan diri pada acara Flash Vlogging “Menuju Indonesia Maju, yang bertempat di Novotel Lampung pada hari Jumat, 13 Juli 2018. Padahal aslinya, saya cuma modal nekat aja ikutan. Wong, aslinya saya hanyalah mamak-mamak gaptek yang hobi nge-blog dan kebetulan punya channel YouTube 😅.

Tapi, dikarenakan registrasi FREE (Mamak-mamak mah, diskonan aja doyan, apalagi gretongan 🤣🤣) dan kebetulan setelah registrasi tahu-tahu saya dicemplungin ke grup WA sama panitianya, sok atuh. Lanjuut.

Sempat hampir aja batal ikut, karena mendadak Jumat paginya saya ada rapat di kantor. Tapi karena setelah bolak-balik tengok grup WA, banyak juga peserta yang dari luar kota datang, saya jadi bertekad, okelah, saya akan datang setelah rapat. And…here I am.

Dilihat dari jadwal tersebut, acara yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Lampung ini dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan sambutan-sambutan. Yang sayang sekali, semua ini terpaksa saya skip, karena keterlambatan saya.

Saya akhirnya tiba ketika sudah mulai materi “Sudut Istana” dari Tim Komunikasi Presiden, Bpk Andoko Darta. Di sini kami latihan siapa paling gesit subscribe channel YouTube “Sudut Istana” lalu share link dan menulis tweet dengan hastag yg sudah ditentukan. Iya duung, penggiat sosmed harus bisa lincah nulis status, kan 😁😁 Nah, yang paling cepat, dia yang dapat. Ini dia pemenangnya.

Acara selanjutnya yang paling saya sukai yaitu yang dibawakan oleh Content Creator yang lumayan famous di Indonesia; bang Rio Ardhilah. Yup, beliau adalah seorang YouTuber, Comedian, Penyanyi juga dan bahkan sudah menulis satu buku solo berjudul “Bonsai Boy”.

Dalam kesempatan ini, beliau berbaik hati berbagi tips untuk para Vlogger, sebagai berikut:

1. Kenali baik-baik apa potensimu

2. Berani mencoba

3. Teruslah berlatih menjadi lebih baik.

4. Konsisten

Selesai materi, acara harus dijeda ishoma, kebetulan juga bertepatan waktunya sholat Jumat. Kami dibatasi waktu sampai jam dua siang untuk sekalian membuat video bertemakan “Menuju Indonesia Maju” dengan menggunakan konten yang sudah dibagikan sebelumnya, tidak lupa memasukkan video ketika acara berlangsung. Wah, ini dia challenge-nya!

Saya yang cuma tahu dua aplikasi android untuk membuat video, itupun baru sekali dua kali coba, jadi sangat merasa tertantang. Belum lagi melawan rasa malu tampil depan kamera karena ke-introvert-an saya. Hahaayyyy 😁😁

Oya, selama berada di Novotel, tersedia WiFi khusus untuk pengunjung hotel, yang sangat membantu kegiatan kami. Download upload video jadi terbantu kan.

Tak hanya itu, makan siang pun tersaji lengkap di restaurant, lihatlah hidangan yang saya pilih. Maklumlah, jarang-jarang saya bisa menikmati menu ala resto, yang ini free pula! Woaa, lope-lope so much buat Novotel, panitia Flash Vlogging dan Tapis Blogger-lah! 😘😘

Usai ishoma, kami kembali ke ballroom dan diminta untuk segera mengumpulkan video. Yang punya YouTube, boleh kasih link saja. Atau bisa juga kumpul dalam flashdisk. Lalu menyusul materi selanjutnya. Dalam materi “Bijak Bermedia Sosial” yang dibawakan oleh Bpk Gun Gun Siswadi, kami jadi lebih paham mengenai UU ITE. Sebut saja Pasal 45 Ayat (3) yang melarang pengguna sosmed melakukan pencemaran nama baik, bisa di-sanksi bui selama 4 (empat) tahun atau denda maksimal 750 juta.

Wah, sebagai pengguna sosmed, siapapun mestinya bijak ya. Berhati-hati menggunakan sosial media dan stop HOAX! Jangan sampai deh postingan-mu membawamu ke-bui. Naudzubillah.

Lalu, tibalah pengumuman untuk kontest tweet terbanyak dan tercepat. Selamat untuk Mbak Naqiyyah yang sudah membuat postingan tweet terbanyak selama acara Flash Vlogging Lampung.

Setelah itu, barulah panitia mengumumkan pemenang kompetisi video. Juara yang mestinya hanya terdiri dari juara 1, 2 dan 3 jadi punya tambahan juara harapan. Yup, saking kreatifnya Vlogger Lampung. Yihaaa.

Juara 1 Reksa

Juara 2 Ramanda

Juara 3 Ica

Juara Harapan Erika


Selamat ya untuk para juara. Yang penasaran pengen liat video sang juara satu, klik link ini:

https://youtu.be/J7FD3Q77YsE

Setelah itu, kami foto bersama deh.

Tak lupa, usai foto bersama, Babang Rio tiba-tiba menyampaikan sebuah kejutan. Katanya ada sebuah video yang beliau apresiasi karena terbilang unik. Tahukah video siapa? Ternyata karya saya, teman-teman. Huwaaaaa 😁😅😋😋 Saya jadi ngerasa geli sendiri apalagi pas panitia meminta saya hadir ke depan panggung. Me? Seriously? An introvert one? Tapi karena terbawa suasana juga, akhirnya saya beranikan diri melangkah. Hiyaaa. Lihat di sini.

Dan kalo mau tengok video lengkap yang kubuat dalam waktu singkat, tengok di sini.

https://youtu.be/TEdAmohhpQU

Sebelum pulang, kami semua diminta mengumpulkan lembar kritik saran, lalu masing-masing mendapatkan goodie bags yang bisa teman lihat di gambar berikut (Sst, ada duitnya juga loh 😍😍):

Wah, banyak sekali ya yang saya dapatkan dari acara ini. Saya sangat merasa beruntung telah mendaftar dan terpilih menjadi salah satu peserta. 

Terimakasih untuk semua panitia acara Flash Vlogging dan Kementerian dan Dinas Kominfotik Provinsi Lampung khususnya karena telah menyelenggarakan acara yang begitu bermanfaat ini. Menuju Indonesia Maju, Majulah Vlogger Lampung!!

Me-Time di Diarra Queen Spa (Asyiknya Menjalani Hobi yang Menghasilkan)

Salah satu “me time” yang saya senangi sedari dulu adalah melakukan treatment di salon/spa. Sudah ada beberapa tempat yang menjadi langgananku dalam rangka memuaskan hati. Ada tempat yang biasa kukunjungi untuk sekedar potong rambut dan creambath. Ada juga tempat yang spesial kukunjungi jika ingin melakukan body massage atau pijat refleksi. Bahkan di saat hamil pun saya sampai keliling spa satu dan lainnya untuk mencari di mana saya bisa melakukan spa.

Dari sekian banyak yang kukunjungi punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang bagus di bidang hair treatment tapi tidak di bidang massage. Ada juga yang bagus di bidang massage tapi bahkan tidak mengerti bagaimana melakukan treatment yang aman untuk ibu hamil. Wah, jadi teringat, kala itu saya sempat kecewa lho.

Nah, sekarang sudah launching nih, tempat spa yang menyediakan perawatan lengkap, top to toe, bahkan juga menyediakan treatment untuk ibu hamil, yaitu Diarra Queen Spa. Yup. Spa yang berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi 169A atau di depan Lampung Banana Foster ini memang menyediakan tenaga terapis dengan pengkhususan bidang masing-masing. Ada terapis spesial untuk hair tratment, ada terapis spesial untuk slimming, dan untuk treatment ibu hamil sendiri ada terapis yang juga berprofesi sebagai bidan. Ini baru mantap!

Jadi penasaran pingin nyobain treatment di spa ini, sejak saya diundang untuk menghadiri grand opening pada hari Minggu, 24 Juni 2018 yang lalu, bersama teman-teman Tapis Blogger. Apalagi kami semua mendapatkan dua voucher masing-masing senilai 100K, kenapa tidak sekalian dimanfaatkan, bukan?

Jadilah, setelah melakukan reservasi terlebih dulu dengan cara menghubungi Whatsapp 0821-8282 7252, maka pada hari Jumat, 29 Juni 2018, sepulang bekerja saya putuskan ke sini untuk mengambil paket Diarra Korea, terdiri dari footbath, full body massage, body compress, body peeling Korean, creambath, milk bath, dan mendapatkan free ginger/hot tea.

Tempatnya sangat nyaman lho. Dengan konsep back to nature, teman-teman akan disuguhi pemandangan serba hijau dengan alunan musik instrumental dan aromaterapi yang menenangkan pikiran. Tak hanya pelayanan yang ramah, tamu juga disambut dan dipakaikan mahkota bunga-bunga di kepala ketika datang ke sini. Huwaaaa, saya terkejut waktu mbak terapisnya memakaikan saya mahkota, jadi brasa Queen beneran deh.

Ruang perawatan untuk wanita berada di lantai dua, merupakan area steril laki-laki, karena ruang perawatan untuk laki-laki sendiri berada di lantai satu. Jadi bisa tuh, ajak suami ke sini, daripada bosan menunggu, sekalian aja perawatan. Ajak anak-anak juga bisa lho.

Selain bisa treatment, teman-teman juga bisa bawa pulang oleh-oleh untuk perawatan di rumah nih. Kesemuanya homemade dan tentunya sudah terdaftar di BPOM. Lihat tuh, ada sabun, serum rambut, masker wajah, minyak aroma terapi, lilin aroma terapi, bahkan kalau pingin ngerasain aromaterapi di rumah seperti yang tersedia di spa ambil saja pilihan yang elektrik. Lebih praktis dan watt-nya juga kecil. Saya sendiri membawa pulang serum rambut Honey Dew seharga 20K.

Oya, bagi teman-teman yang mau tahu perawatan apa aja sih yang tersedia, bisa dilihat di list ini:

Harganya terjangkau kan, untuk ukuran spa mewah seperti ini.
Bingung mau ambil perawatan yang mana? Kenapa nggak cobain aja semuanya. Dapetin member card-nya dulu deh, hanya seharga 50K, berlaku di semua cabang Diarra Queen se-Indonesia. Bisa tanya-tanya dulu melalui telepon (0721) 5608844, WA 0821-8282 7252 atau IG @diarraqueenlampung.

By the way, saya masih punya voucher satu lagi nih yang bisa saya manfaatkan untuk treatment selanjutnya. Asyiiik.

Nah, jadi penasaran kan pingin cobain spa terbaru di Bandar Lampung ini. Jadi nggak nyesel udah gabung menjadi Tapis Blogger deh. Kalau bukan karenanya saya nggak akan mungkin bisa menikmati hobi yang menghasilkan seperti ini. Hobi menulis iya, hobi “me-time” di spa pun terpuaskan. Makasih ya Tapis Blogger!

Buat teman-teman yang pingin melihat acara Grand Opening-nya bisa tengok videoku di sini:

Atau baca juga liputanku di sini:

https://emmylivesite.wordpress.com/?p=615

#TapisBlogger

#DiarraQueenLampung

#TapisBloggerXDiarraQueen