Bagaimana Bila Kematian Tidak Bisa Menghalangi Cinta? (Review Segitiga Cinta Dua Dunia karya Ratna DKS)

Cover belakang Segitiga Cinta Dua Dunia

Judul: Segitiga Cinta Dua Dunia

Penulis: Ratna DKS

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

Tahun: 2017

ISBN: 978 602 394 852 9

Blurb:

Tak ada yang bisa menebak takdir. Pun hanya takdir perkenalan kita. Hidup seseorang bukan bergantung pada seberapa hebat manusia itu melindungi raganya, melainkan pada takdirnya. Jika ia belum ditakdirkan mati, maka ia takkan pernah mati.

Bahkan ajal tidak mampu membuat Mada berhenti mencintai seorang perempuan.

Dalam sisa waktu empat puluh hari rohnya di dunia, ia terus memperjuangkan perasaannya.

Apa yang akan kamu lakukan jika sosok malaikat maut tiba-tiba menampakkan diri dan mengatakan hidupmu takkan lama lagi?

Mada, sosok figur idola para remaja, dalam suatu kesempatan dibisikkan sosok malaikat bahwa hidupnya takkan lama lagi. Karenanya dia mempersiapkan segalanya. Dari mulai dari masuk asuransi, mengadakan jumpa fans dan sebagainya.

Pelajaran tentang melupakan bisa kamu dapatkan di novel ini

Saat Mada ingin memesan tanah makam untuknya sendiri, tak diduga dia bertemu Okta, sosok manajer yang membuatnya jatuh cinta. Ini dikarenakan sikap ketusnya Okta yang tidak biasa didapatkan Mada. Dia sudah terbiasa dengan perhatian dan orang-orang yang memujanya.

Awal saya membaca novel ini, saya jadi teringat dengan sebuah webtoon 90 days. Namun tentu saja jalan ceritanya sangat berbeda.

Alur dalam novel ini termasuk cepat. Selain penggambarannya yang jelas, tersisip juga adegan action yang menegangkan. Makanya saya jadi tak sabar ingin segera menghabiskan novel ini, ingin tahu gimana sih kelanjutannya. Plot twist yang dihadirkan sangat menarik, trus dapet.

Segitiga Cinta Dua Dunia karya Ratna DKS

Sosok Okta yang ternyata mempunyai masa lalu kelam sehingga dia bersikap dingin dengan laki-laki manapun. Juga sosok Dhika, putra dari pemilik tanah makam, pun memiliki masa lalu yang tak terduga sehingga perlahan mengubahnya menjadi pribadi lebih dewasa, berkat jasa Mada juga.

Hikmahnya cerita ini tentu saja kembali lagi mengingatkan kita akan kematian yang bisa datang kapan saja. Sebaik-baiknya manusia adalah yang melakukan persiapan. Tak hanya persiapan untuk kematian, tapi juga persiapan kita dalam hidup, seperti hendaknya jangan menghambur-hamburkan uang, untuk persiapan suatu waktu ada kejadian mendadak.

Recommended untuk bacaanmu di saat nyantai. Saya baca melalui aplikasi ipunas. Download saja di ponselmu.

Novel karya Ken Terate satu ini juga saya baca di ipunas

Aplikasi Ipunas

Review The Miracle of Writing karya Deejay Supriyanto, Bahwa Siapapun Bisa Menulis

Judul: The Miracle of Writing
Penulis: Deejay Supriyanto
Penerbit: SBMB Media Kreatif
Cetakan: Februari 2016
ISBN: 978 602 6811 06 6
Jumlah Hal: 144 halaman

Cover belakang “The Miracle of Writing”

Saya sudah lama mengagumi sosok penulis buku ini, yang sudah 15 tahun mempunyai pengalaman menerbitkan buku di percetakan mayor. Beliau juga salah satu founder NuBar (Nulis Bareng) selain juga mentor pelatihan menulis “Sehari Bisa Menulis Buku”.

Pesan penulis untuk saya selaku pembeli buku ini

Jangan mengira karena kamu akan bosan membaca buku ini hanya karena termasuk buku non fiksi. Karena tulisan Pak DJ (panggilan saya terhadap Pak Deejay) begitu renyah, ringan, dan mudah dimengerti.

Di awal bab beliau buka dengan memberi ilmu tentang beragam kecerdasan manusia. Ternyata ada 10 macam tipe kecerdasan manusia, yaitu kecerdasan verbal linguistics/bahasa, logis/Matematika, ruang/visual, musikal, fisik, intrapersonal, interpersonal, naturalist, visi/intuitif, dan kecerdasan finansial.

Jangan Salah Pilih Pasangan, makanya baca buku ini!

Tak lupa Pak DJ juga memberikan kolom checklist yang bisa kita gunakan untuk menentukan tipe kecerdasan yang kita miliki.

Setelah itu, beliau mengupas berbagai alasan kenapa kita harus menulis, bermacam manfaat menulis hingga menghadirkan tokoh-tokoh penulis ternama baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini akan semakin membangkitkan semangat kita untuk menyegerakan diri mulai menulis.

Bakat hanya menyumbang 1% terhadap keberhasilan, sedangan 99% adalah sumbangan minat, latihan, usaha, kerja keras dan pengalaman.

Apalagi beliau mencontohkan kita boleh memulai menulis dari mana saja, bisa menulis buku harian, artikel di blog, bahkan membiasakan posting di sosmed pun bisa saja. Jadi, siapa saja pasti bisa menulis kan. Menulis kan sudah diajarkan dari SD, bahkan mereka yang sudah mencapai bangku kuliah pasti pernah menyusun karya tulis sebagai tugas akhir sebelum wisuda.

Buku ini juga banyak menghadirkan quote yang menginspirasi, seperti:

Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah kreativitas ditimbang-timbang. (Seno Gumira Ajidarma)

Manfaat menulis sendiri antara lain: agar ilmu/ide tidak hilang, sebagai cara mengoptimalkan otak kanan, mengurangi stres, dll. Selanjutnya bisa kamu baca langsung di buku ini ya.

Karena ringannya buku ini, gak sampai sehari bisa langsung selesai baca kok. Sayapun melahapnya saat naik bus dalam perjalanan ke rumah teman.

James Pennebaker, Ph.D. dan Janet Seager, Ph.D. dalam jurnal Clinical Psychology mengatakan bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut.

The Miracle of Writing karya Deejay Supriyanto

Karena Selalu Ada Resiko dalam Setiap Keputusan yang Kau Ambil (Review Labirin karya Aci Baihaqie)

Labirin karya Aci Baihaqie

Judul Buku: Labirin

Penulis: Aci Baihaqie

Penerbit: Bhuana Ilmu Populer

Tahun: 2017

ISBN: 978-602-455-193-3

Jumlah: 358 hal

Blurb:

Berbagai episode hidup telah dilewati Ayla, hingga pada suatu saat, ia membuat satu keputusan yang membawanya pada penyesalan panjang dan menyeretnya menuju sebuah labirin yang rumit. Labirin masa lalu itu harus ia lewati satu per satu, sehingga pada akhirnya, ia bisa menemukan jalan keluar, dan dengan rela melepaskan bagian yang amat berharga dalam hidupnya.

Sejak kata pertama novel ini sudah berhasil membawa saya ke dunia Ayla. Penggambarannya yang jelas dari mulai karakter, penampilan, hingga setting-nya yang berpindah-pindah, dari dalam dan luar negeri.

Novel ini akan mengajarkan kamu bagaimana proses melupakan seseorang.

Cover belakang Labirin

Saya juga terpana tentang penggambaran pekerjaannya yang bener-bener klik. Jadi semacam pengetahuan tersendiri bagi saya seperti apa sih pekerjaan seorang arsitek itu. Ketegangannya saat memipin rapat dan meyakinkan pemegang saham sangat meyakinkan.

Jangan lupa juga dua sahabatnya yang juga bisa membuatmu jatuh cinta, Igo dan Emi. Duo sahabat yang top banget. Dan saya pun sempat terkecoh di awal cerita, salah menduga tentang siapa yang dicintai Ayla.

Selain itu, penulisan quote pada setiap permulaan babnya menjadikan novel ini lebih menarik dan bikin baper. Coba saja simak contoh quote yang dituliskan sebagai pembuka bab III:

You don’t get someone to fall in love with you, they fall in love with you because of who you are.

(Amy Raudenfeld, Faking It TV Series)

Tapi, hati-hati dengan alurnya yang maju mundur, mungkin itu juga mengapa novel ini dinamakan Labirin. Kamu harus menyingkap misterinya sehelai demi sehelai. Supaya terungkap alasan logis yang menjadikan Ayla mengambil keputusan terberat dalam hidupnya, menyangkut cinta dan cita-cita.

Kalo lo cinta sama seseorang, akan bosan enggak?

Kira-kira itu juga yang menjadikan hikmah dalam novel ini. Bijaksanalah dalam mengambil keputusan. Kamu tahu ada hal yang prinsipal yang tak boleh dilanggar dalam hidup ini. Kamu juga tahu membangkang pada kedua orangtua itu betul-betul tidak boleh. Dan point terpenting: setiap keputusan PASTI ada resikonya. Kamu harus siap. Kamu harus kuat.

Ini adalah satu dari beberapa novel yang berhasil membuatku menangis saat membaca episode-episode terakhirnya. Membayangkan saya sendiri yang mengalami apa yang Ayla alami. Perih. Benar-benar salut untuk penulisnya.

Kenapa aku yang menangis paling hebat? Padahal akulah si penyebab luka itu sendiri.

Baca buku ini jika anda sedang dalam pencaharian soulmate sejati.

Labirin karya Aci Baihaqie

Antara Hujan dan Proses Melupakan di Masa Depan (Review “Hujan” karya Tere Liye)

Cover belakang Hujan karya Tere Liye

Judul: Hujan
Penulis: Tere Liye
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama: Januari 2016
Cetakan kedua puluh enam: Juli 2017
ISBN: 978 602 03 2478 4
Jumlah: 320 halaman

Blurb:
Buku ini mengisahkan tentang Lail, seorang gadis yang harus menyaksikan kematian ibunya dengan mata kepala sendiri, karena gempa vulkanik, meletusnya gunung berapi yang terjadi ketika dia dan ibunya berada dalam sebuah kereta. Bencana alam yang sangat mengerikan itu memakan banyak korban bahkan termasuk Bapaknya yang saat kejadian sedang berada di kantornya.

Hujan sudah lama memenuhi rak buku saya, sejak tahun lalu, tapi baru terbaca dalam seminggu terakhir ini. Saya memilih novel ini dari covernya yang tampak teduh dan menarik, sangat sesuai dengan judulnya: Hujan. Tidak ada blurb yang ditampilkan di buku ini, baik di halaman belakang maupun di dalam buku. Daftar isi pun tidak ada.

Hujan karya Tere Liye

Awalnya saya mengira novel ini akan berkisah tentang romansa biasa dengan hujan sebagai latar belakangnya. Ternyata selain gambaran bencana alam yang seolah nyata juga pilihan setting-nya yang mengambil tema “masa depan”, terasa sekali. Sama seperti buku beliau yang sudah difilmkan: Hafalan Shalat Delisa, novel ini memang berpusat tentang bencana alam. Ada cerita mereka selama di tenda pengungsian, bertahan dengan udara yang dipenuhi abu vulkanik, dan sebagainya.

Lail menangis. Dia ingin tetap berada di sini. Dia ingin menangis saat hujan turun, ketika orang lain tidak tahu bahwa dia sedang menangis.

Novel ini juga berlatarbelakang gempa, simak dulu review-nya di sini

Sudah saya akui teknik showing-nya om Tere benar-benar tak diragukan. Saya seolah menyaksikan sendiri di depan mata, baik adegan bencana alam maupun penggambaran futuristic yang oke. Saya tersayat sendiri menyaksikan Lail dan juga seorang teman laki-laki yang harus kehilangan keluarga dalam usia begitu muda. Tentu saja jangan lupakan sisipan kisah romansa mereka juga yang buat pembaca ikut jadi deg-degan.

Oya, hati-hati dengan alurnya yang maju mundur cantik. Pastikan kamu konsentrasi saat membacanya. Apalagi setting masa depannya yang buat berkerut kening. Zamannya sudah jauh lebih canggih dari sekarang.

Koleksi buku tentang Hujan. Di bawahnya merupakan antologi karanganku

Berbicara tentang hikmah dalam novel ini, antara lain:

Percayalah pada keajaiban yang akan hadir meskipun usai bencana sekalipun. Pengalaman mereka di tenda pengungsian justru menjadikan Lail dan kawannya lulus dan menjadi relawan.

Novel ini akan mengajarkanmu bagaimana proses melupakan seseorang.

Di antara lain keajaiban itu akan kita dapatkan saat memutuskan untuk acceptance. Yaitu menerima semua kenangan dalam hidup. Mengubahnya dalam pikiran sebagai kenangan manis dan bukannya pahit. Karena baik buruknya kenangan itu kita sendiri yang menentukan.

Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan melupakan, hidup bahagia. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.

Bukan tentang melupakan, melainkan menerima kenangan

Kalau buku yang satu ini akan membuatmu lebih menghargai hidup. Penasaran? Klik ini ya!

Mencermati Hikmah dalam Film “Dear Nathan Hello Salma” dari Sudut Pandang Orangtua

“Dear Nathan Hello Salma” (sumber gambar: sidomi)

Judul film: Dear Nathan Hello Salma
Sutradara: Indra Gunawan
Pemain film: Amanda Rawles, Jefri Nichol, Devano Danendra dan Susan Sameh
Rilis: 25 Oktober 2018

“Dear Nathan Hello Salma” merupakan film drama remaja Indonesia yang juga sekuel dari Dear Nathan (sumber: Wikipedia). Film ini masih berkisah tentang sosok remaja yang bisa dibilang nakal namun mempunyai sisi baik dalam dirinya. Nathan yang awalnya berpacaran dengan Salma lalu mereka putus karena kelakuan Nathan yang masih saja suka berkelahi. Karena perkelahian itu juga Nathan memutuskan pindah sekolah. Di sekolah barunya dia bertemu dengan Rebecca, seorang siswa yang sering bermasalah di sekolah lantaran latar belakang keluarganya yang berantakan. Sementara di sisi lain, Salma dipertemukan kembali dengan Ridho, teman masa kecilnya.

Waktu pertama saya memutuskan nonton ini, saya pikir sekedar untuk hiburan saja tak apalah. Saya sempat mengira bahwa isinya seputar cerita cinta anak muda, anak SMU yang belum banyak kenal lika-liku kehidupan. Apalagi saya akui saya belum pernah baca novelnya. Jadi saya sempat berpikir dah ketuaan ya nonton genre teenlit. 😅

Dan ternyata, saya salah besar. Menonton film ini tidak hanya buat hiburan semata, tapi juga banyak hikmah yang terkandung di dalamnya.

Nonton film pilih yang berkualitas, baca fakta tentang perfilman Indonesia di sini

Dari mulai mempelajari bagaimana para remaja ini menyelesaikan masalah mereka masing-masing bahkan tanpa bantuan orangtua.
Bagaimana cara mengatasi masalah dan menerima kondisi hidup kita sekacau apapun keadaannya (tengok saja kisahnya Rebecca di film ini).

Bagaimana cara mengelola perasaan cinta agar jangan sampai menyakiti hal yang paling berharga, yaitu keluarga (seperti yang dikatakan Nathan kepada orangtua Salma)

Dan yang paling berkesan karena satu adegan yang sukses membuat saya berurai air mata. Yang mana yaa?

Film animasi pun juga banyak mengandung hikmah loh, salah satunya ini

Yang pasti adegan ini menyadarkan saya, sulitnya menjadi orangtua. Betapa sulitnya menghadapi anak-anak kita ketika mereka sudah beranjak remaja.

Kita mesti membimbing namun tanpa menyuapi. Kita selayaknya memberi ruang untuk anak-anak kita agar mereka belajar berani mengambil keputusan, belajar mengatasi masalahnya sendiri. Dan yang tak kalah penting bagi semua orangtua agar mendukung passion anak-anak kita meskipun kadang berlawanan dengan keinginan kita.

Tiket “Dear Nathan Hello Salma” Hari Jumat, 26 Oktober 2018

Mari kita simak salah satu nasihat yang diberikan orangtua Nathan:
“dalam hidup ada lima fase ketika kita dihadapi masalah/ujian;
yang pertama ngeyel atau bahasa kerennya denial, kita mengingkari diri sendiri bahwa kita punya masalah,
Yang kedua; marah, kita salahkan semua, kita lampiaskan emosi pada siapapun termasuk marah pada diri sendiri,
Yang ketiga; nawar, kita lakukan tawar-menawar terhadap masalah kita,
Yang keempat; depresi, di titik ini seolah kita tak menemukan jalan keluar dari masalah kita hingga akhirnya tertekan,
Baru yang terakhir: ikhlas. Saat ini kita sudah acceptance dengan kondisi yang kita hadapi.”

Benar-benar menarik bukan, dari sebuah film begitu banyak nasihatnya tak hanya untuk remaja, tapi juga saya pribadi sebagai orangtua. Dan saya semakin terkejut lagi saat mengetahui ternyata film ini diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh Erisca Febriani, seorang penulis dari Lampung.

Masya Alloh! Bertambah lagi satu alasan yang memicu saya untuk mengikuti jejak mereka yang sudah sukses sebagai penulis, apalagi novelnya sudah difilmkan. Luar biasa!

Bukan Sensornya yang Diperketat, Melainkan Nontonnya yang Dipilah (Review Talk Show “Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi”)

Talk Show “Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi”

Hari Kamis lalu, tanggal 11 Oktober 2018, saya berkesempatan menghadiri acara Talk Show “Budaya Sensor Mandiri, Bijak Membentuk Generasi”. Bertempat di Gummati Cafe, acara ini diselenggarakan oleh Tapis Blogger bekerjasama dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia.

Tapi gak cuma blogger yang boleh hadir di acara ini loh, untuk publik juga. Udah gitu free lagi. Dan banyak ilmu yang saya dapatkan dari acara ini.

MC keren, Mbak Novi Nusaiba

Pembicara dari LSF, mbak Ni Luh Putu Elly Prapti

Acara ini dibuka oleh MC keren, Mbak Novi Nusaiba, lalu lanjut ke acara inti. Kita mulai dari LSF ya ….

Apa sih LSF itu? Dan apa tanggungjawab LSF?
Menurut pembicara, Mbak Ni Luh Putu Elly Prapti Erawati, M.Pd., LSF dengan kepanjangannya Lembaga Sensor Film bertugas melakukan pengeditan pada film sebelum tayang ke publik. LSF ini fokusnya di film dan iklan film. Kalau untuk acara berita di tipi yg menyensor bukan LSF, tapi kominfo.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Di awal sebelum memberikan materi Mbak Ni Luh menanyakan kami, lebih suka nonton film apa sih? Film yang bernilai edukasi tinggi atau yang kurang nilai edukasinya? Spontan deh para peserta menjawab lebih suka film yang edukasinya tinggi. Apa benar?

Kondisi sekarang, kebanyakan masyarakat lebih memilih film horror, sedikit nilai edukasi dibandingkan film yang kaya nilai edukasi. Nah, ini dia, beliau menunjukkan buktinya.

Film “HOS Cokroaminoto” penontonnya hanya sekitar 26000

Film “RA Kartini” penontonnya hanya sekitar 500000

Film “Terowongan Casablanca” mencapai jumlah penonton 900000

Film “Pengabdi Setan” mencapai jumlah fantastis yaitu 4 juta penonton.

Me in action (Budaya Sensor Mandiri Bijak Membentuk Generasi)

Luar biasa sekali ya, penggemar film horror. Padahal berapa sih bujet yang diperlukan untuk membuat film tersebut?

Ini perbandingannya:
Film “Cokroaminoto” dengan jumlah penonton hanya 26K, bujetnya mencapai 15 M

RA Kartini” dengan penonton hanya 500K bujetnya 12 M

Pengabdi Setan” yang penontonnya 4 jeti, bujetnya hanya 2 M

Kuntilanak” penontonnya 1200000 bujetnya hanya 3.5 M

Wah, ternyata jauh lebih murah biaya produksi film horror dibandingkan film edukasi. Sementara penontonnya membludak. Gak sebanding dengan film edukasi. Ada rentang jarak cukup jelas antara biaya produksi dan penonton.

Nah, makanya itu, gak heran sangat sedikit film edukasi yang tayang di Indonesia. Udah capek-capek bikin film bermanfaat, eh yang nonton dikit. Sementara film
horror selalu dan selalu ada di bioskop.

Trus, gimana dengan kondisi TV?
Kurang lebih kondisi TV begini:

Masih banyak acara tak bermanfaat di TV

Film-film yang laris masih seputar sinetron, trus film luar negeri. Acara religi hanya sekitar 2%, anak-anak 11%, dll.

Tapi sebenarnya beda juga tayangan TV dengan tayangan bioskop. Kalau Di TV tidak banyak pilihan, lain hal dengan menonton di bioskop yang harus mempersiapkan bujet, waktu, dsb. Jadi kalau acara di TV rating film tertentu tinggi, bisa jadi itu karena penonton gak ada pilihan lain, semata-mata cari hiburan. Lah kalau bioskop, niat banget mau nonton.

Maka dari itu, perlu adanya sinergi antara LSF dan masyarakat. Masyarakat-lah yang perlu diedukasi untuk mendukung tontonan baik dan mengurangi (kalau bisa meninggalkan) tontonan tak baik. Kalo gak ada “demand” pastinya gakkan diproduksi kan.

Tugas LSF itu terkait erat dengan pemerintah, yaitu seperti tercatat pada UU 33 tahun 2009 pasal 57 ayat 2 :
1. Melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum dipertunjukkan ke khalayak;

2. Melakukan penelitian dan penilaian judul, tema, gambar, adegan, teks dalam film.

3. Melakukan pengklasifikasian tontonan sesuai usia.

Bila terlalu ketat pengeditan yang marah adalah produksi film, LSF akan dikatakan mengekang kebebasan berkreasi.

Ini dia kategori rentang usia film:
SU atau segala umur, film dengan kategori ini aman ditonton anak-anak.
13 th , kalau yang ini film yang cocok ditonton usia remaja.
17 th, yang ini film khusus yang punya KTP ya.
21 th, nah apalagi yang ini, biasanya sudah ada adegan syur.

Mbak Ni Luh juga mengatakan di luar negeri tidak ada sensor film loh. Film kreatif apapun boleh-boleh saja. Tapi lebih kepada mengetatkan ke klasifikasi usia.

Perkembangan anak-anak sekarang tergantung apa sih?
Kalau zaman dulu, mungkin seperti ini urutannya:

Orangtua
Guru
Teman
Lingkungan sekitar

Zaman sekarang peran influencers sudah sejajar dengan peran orangtua. Jadi urutan di atas ditambah dengan influencers.

Pilihlah film yang beredukasi tinggi

Nah, setelah ini Mbak Naqiyyah Syam, selaku founder Tapis Blogger juga turut memberikan materi.

Beliau menanyakan, menonton film itu kebutuhan atau keinginan? Kalau kebutuhan, sebaiknya mempertimbangkan nilai-nilai dalam film tersebut. Film horror kita ketahui, sangat sedikit nilai edukasinya.

Mbak “Naqiyyah Syam” ikut memberikan materi

Apa aja sih dampak buruk menonton film? Terlebih untuk anak-anak, karena perkembangan otak anak lagi pesatnya dalam usia dini. Semestinya di bawah usia 10 tahun jangan diberikan TV. Apalagi kalau ada tayangan porno.

Ini dia dampak buruk dari menonton film porno:
1. Tidak bisa menundukkan pandangan
2. Melihat aurat dengan bebas
3. Membuat ketagihan
4. Terus melekat di pikiran
5. Berujung pada onani
6. Terbuang waktu dan uang sia-sia
7. Daya kerja otak berkurang
8. Pengaruh rusaknya otak
9. Dampak jelek aktivitas seksual

Berikut tips dari Mbak Naqi, terutama bagi orangtua untuk menangkal pengaruh buruk film pada anak:

  1. Mendampingi anak saat menonton film
  2. Alihkan kegiatan lain yg positif, baca buku, dst (menjadi blogger salah satunya, eaaa)
  3. Orangtua layaknya jadi contoh yg baik
  4. Lingkungan, kita ajak lingkungan turut peduli

Kalau ini contoh film yang baik, untuk anak: “Petualangan Sherina“, “Laskar Pelangi“, “Garuda di Dadaku“. Yang mana yang pernah kamu tonton?

Lalu, hal yang bisa kita (pada umumnya) lakukan juga nih, contoh yaa:

  1. Cerdaslah memilih film. Saring sebelum share.
  2. Share bila sudah menonton film baik. Bisa dengan foto tiket, masukin IG. Bikin temen2 kita penasaran dengan film tersebut.
  3. Nonton di awal tayangnya dalam waktu secepatnya, supaya tidak turun layar. Ini penting ya!
  4. Khusus untuk blogger, review film di-blog ya. Yang belum nge-blog juga bisa sedikit-sedikit nulis di sosmed. Ingat, no spoiler!

Dari kiri ke kanan, Mbak Naqiyyah Syam, Mbak Ni Luh Putu Elly Prapti, dan Mbak Novi Nusaiba

Setelah itu ada sesi tanya jawab yang seru, saya rangkum sedikit ya:

“Sudah ada LSF kok masih ada film yg ada adegan syur, apakah tidak disensor?”

Berikut jawaban mbak Ni Luh: “UU yang dipakai LSF sangat lama berharap semoga setelahnya pemerintah segera menerbitkan UU terbaru yang mengatur ini.

Perlu adanya edukasi di masyarakat. LSF di satu sisi ingin banyak mengedit namun di sisi lain sudah dinilai terlalu ketat mengekang produksi film.”

Semestinya masyarakat yang sadar dan memilah mana yang boleh dan tidak untuk anak-anak. Kalau acaranya tidak cocok untuk anak-anak ya jangan nonton sama anak-anak.

Di luar negeri pun ada keluarga yg tidak punya tivi jika ada anak kecil di dalam keluarga tersebut. Sekalipun ada tivi ada segmen sendiri khusus untuk anak, contohnya Nickelodeon, Baby TV, dll.

Selain sesi tanya jawab, juga ada pembagian door prizes. Wah, liat tuh banyak sekali door prizes-nya. Jelas saja, soalnya acara ini punya banyak sekali sponsor, seperti:

    1. Gummati Cafe
    2. FLP Bandar Lampung
    3. Thasya Busana
    4. Al Mitry Indo
    5. KOPFI Lampung
    6. Keripik Pisang Aroma Sejati
    7. Perut Bulat Cafe
    8. Papa Tom’s Cafe
    9.Famedia Publisher

Dari pemenang kuis, lomba foto di instagram dan juga untuk para penanya di sesi tanya jawab, banyak sekali yang dapat door prizes. Wah, selamat untuk yang dapat hadiah.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Setelah itu, di akhir acara ada foto bersama seluruh peserta. Ini dia.

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Sumber gambar: grup Tapis Blogger

Wah, beruntung sekali kan aku bisa ikutan acara ini. Selain dapat ilmu, dapat sertifikat juga, banyak ketemu teman-teman baru, eh dapat makan siang gratis lagi.

Jadi, buat kamu, para blogger berdomisili atau stay di Lampung atau juga pernah tinggal di Lampung, nggak ada ruginya loh ikutan Tapis Blogger . Dari hobi menulis kamu bisa dapetin banyak manfaat. Kalau buat saya pribadi manfaat jadi anggota Tapis Blogger bisa kamu baca di sini . Sst, dapetin juga tips meningkatkan follower Instagram di situ (uhuy). Yuuk, gabung bersama kami 😘

#TapisBlogger
#BloggeLampung
#LSFXLAMPUNG
#BudayaSensorMandiri

Sebuah Novel Teenlit Unik Berlatarbelakang Gempa di Yogyakarta (Review “57 Detik” karya Ken Terate)

57 detik karya Ken Terate

Judul buku: 57 Detik

Penulis: Ken Terate

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun: 2009

Jumlah halaman: 234 halaman

Sinopsis:

Aji, Ayomi, Nisa adalah remaja “biasa”, kayak kita-kita gitu deh. Mereka mengaku kadang bosan dengan hari-hari mereka. Sekali-kali mereka pengin juga mengalami kejadian seru. Tapi tentu saja bukan seru yang menyengsarakan seperti GEMPA. Namun itulah yang terjadi!

Gempa itu tiba-tiba datang dan mengacaukan semuanya. Cuma 57 detik tapi akibatnya begitu mengerikan. Petualangan luar biasa terpaksa mereka jalani.

Sebenarnya awalnya saya pinjem buku dari ipunas karena penasaran dengan karyanya beliau ini. Maklumlah saya kan rada kudet, jadi tak banyak tahu tentang penulis kecuali yang sudah pernah saya baca bukunya dan berkesan (hihihi). Dan kebetulan ini karya pertama Ken Terate yang saya baca.

Ken Terate, Penulis

Berikutnya, wah, ada tiga kesan pertama yang tersirat di benak setelah membaca novel berlatarbelakang gempa di Yogyakarta ini:

1. Gile, bahasanya asyik banget. Belum-belum saya udah terbawa seolah saya jadi tokoh utama dalam cerita ini. Meskipun tokohnya beragam dan mempunyai karakter yang berbeda-beda. Apalagi novel menggunakan PoV 1 atau sudut pandang orang pertama setiap tokohnya.

2. Ngasuh anak itu susah, bener deh. Duh kayaknya gak siap deh kalau anak saya tiba-tiba jadi teenager mendadak seperti si Nisa. Tapi jangan sampai juga jadi orangtua seperti orangtuanya Ayomi. Ck ck ck. Tapi seiring membaca lebih banyak lagi jadi semakin terharu, hiks.

Kalau novel satu ini akan membuatmu lebih menghargai hidup. Baca reviewnya yuk!

3. Wahh, baca ini jadi mengingatkan masa lalu saya. Pas banget pertama saya pakai hijab waktu SMU tuh ya, saya kan penggemar nasyid, dari snada, hijjaz, the fikr, the zikr, dll. Brasa Aisyah di buku ini mirip karakter saya dulu deh. Tapi dia mah lebih lembut, maklum anak pondok. Lah saya slengekan kayak Nisa, cuma luarnya aja kayak Ais. Duh. Mudahan dulu gak ada yg ter-zholimi dengan diri saya. Hiks. Tapi ya itu, setelah baca ke belakang-belakangnya jadi tambah terharu.

Belum lagi kata-kata Aji, “terlambat! Gue selalu grogi kalau identitas gue sebagai mahasiswa kedokteran tersingkap.”

Wah, kita kok sama ya. Saya juga gak nyaman kalo orang tahu identitas saya sebagai bidan. Apalagi sekarang, saya sudah benar-benar ambil keputusan beralih dan menjalani yang sesuai passion saja meski resikonya gak sedikit.

Anyway, memanh banyak sekali quotes yang jleb dalam buku ini. Seperti ucapan Ayomi, “aduh murahnya harga pertemanan. Hanya dengan semangkuk mi ayam sudah membuat mereka lengket padaku.”

Atau ucapan Aji, “emak, betapa mudahnya memanipulasi para emak.”

Atau kata-kata jleb Nisa yang mudahan menyadarkan kita para orangtua, “yang aku tidak mengerti kenapa anak-anak harus mengerti perasaan orangtua mereka? Memangnya anak-anak tidak bisa stres?”

Cover belakang “57 Detik” karya Ken Terate

Selanjutnya apa lagi? Udah selesai? Beluum. Itu baru tentang karakter tokoh-tokohnya. Plot akan semakin menegangkan ketika latar belakang gempa dimulai. Showingnya yang mantap jadi buat saya seolah-olah menyaksikan langsung di depan mata. Wah, seru deh pokoknya.

Apalagi dalam novel ini juga menyajikan foto-foto real dari berita gempa di Yogyakarta itu sendiri. Jadi benar-benar brasa nyata banget kan ya.

Jadi gimana kondisi tiga tokohnya, Nisa, Ayomi dan Aji setelah gempa? Well, baca sendiri aja deh. Lagian saya bacanya free kok. Dari ipunas. Eaa …. Selamat membaca!

Buku yang Membantu Anda dalam Pencarian Soulmate Sejati (Review “Jangan Salah Pilih Pasangan” Karya Ayah Edy)

“Jangan Salah Pilih Pasangan” karya Ayah Edy

Judul Buku: Jangan Salah Pilih Pasangan

Tagline: Temukan Soulmate Sejatimu

Penulis: Ayah Edy

Penerbit: Noura (PT Mizan Publika)

Cetakan: 2017

ISBN: 978-602-385-325-0

Sinopsis:

Kapankah saya akan bertemu pujaan hati?

Kriteria apa yang digunakan untuk memilih pasangan hidup?

Bagaimana saya bisa tahu kalau dia memang yang terbaik?

Apa yang harus dilakukan jika ada ketidakcocokan dengan calon pasangan?

Bagaimana jika hubungan saya dan dia tidak direstui orangtua?

Sederet pertanyaan muncul ketika akan memilih pasangan hidup. Karena dia yang akan menemani kita seumur hidup, dalam suka dan duka, hingga ajal menjemput.

Jangan sampai keliru memilih pasangan akibat ketidaktahuan, tekanan lingkuna, atau dorongan cinta sesaat yang membutakan hati dan kenyataan. Memilih pasangan yang salah tak hanya menyengsarakan, tetapi juga mengorbankan anak-anak kelak, dan menghancurkan keluarga.

Ayah Edy mempersembahkan buku ini untuk siapa pun yang sedang mencari belahan jiwa. Buku ini menjawab segala kegalauan dalam mewujudkan mimpi: menemukan soulmate sejati.

Daftar Isi “Jangan Salah Pilih Pasangan”

Ini adalah buku yang wajib dibaca bagi kalian yang sedang dalam pencaharian pasangan jiwa. Bahasanya mengalir tidak terkesan menggurui, menyajikan contoh-contoh yang brasa liat orangnya langsung, seperti live show. Jadi terasa sangat nyata.

Lihat saja bab-babnya, ada “PDKT yang Sehat itu Penting!”, “Oh Soulmate-ku, Di manakah kamu?’, “Pilah-Pilih Pasangan Hidup”, ‘Kapan Nikah’, dll. Yang kesemuanya akan membantu kita membuka mata, oh ternyata seperti ini tho. Sehingga nantinya akan meminimalisir kesalahan cari jodoh.

Buku ini juga menyajikan lembar pertanyaan yang harus didiskusikan bersama pasangan sebelum menikah. Jadi bisa langsung dipraktekkan dan menemukan solusi setelahnya. Apakah take it or leave it.

Lalu bagaimana dengan yang sudah menikah? Tenang saja, baca buku ini juga akan membantu mengembalikan keharmonisan rumah tangga. Gak ada hal yang nggak bisa dibicarakan baik-baik.

Baca juga: Review “Rooftop Buddies”, buku yang akan membuatmu semakin menghargai hidup.

Kita bisa meniru langkah Ayah Edy dalam buku ini, yaitu secara teratur bersama pasangan sama-sama membuat list kekurangan masing-masing yang perlu diperbaiki. Kadangkala kita merasanya karena sudah hidup bersama bertahun-tahun, hal yang kita anggap biasa, ternyata bisa menjadi masalah buat pasangan kita. Dengan membuka hati dan pikiran dan mengakui kekurangan kita serta berusaha memperbaikinya dijamin ke depannya hubungan dengan suami/istri kita akan menjadi harmonis. Lakukan hal ini secara berkala ya!

“How I met your mother” adalah film drama keluarga yang akan mempererat hubunganmu dengan pasangan.

Satu lagi yang saya sukai dari buku ini, karena terdapat lirik lagu di setiap pembuka bab demi bab. Sehingga sering kali saya seolah sedang mendengarkan lagu yang liriknya tertuang di sana sambil membaca buku ini. Akhirnya, tanpa sadar saya bisa mengelarkan buku ini dalam beberapa jam saja, di selingan waktu bekerja.

Wah, pokoknya nggak akan menyesal deh udah beli buku ini. Saya malah jadi penasaran dengan serial Ayah Edy yang lain nih.

Cover belakang “Jangan Salah Pilih Pasangan”

Tujuh Konsep Mengenali Tantrum Pada Anak dan Solusinya

Sumber: rocking Mama

Tempo hari saya pernah mengikuti sebuah diskusi online yang dibimbing Bapak Supri Yatno, seorang praktisi kesehatan mental, mengenai jenis-jenis tantrum dan bagaimana cara mengatasinya.

Apa sih tantrum itu? Berdasarkan Wikipedia, tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika “tujuan” orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang.

Tantrum bisa jadi merupakan momok yang ditakuti orangtua. Padahal sebenarnya kalau kita paham penyebabnya, kita tak perlu khawatir untuk mengatasinya. Apalagi tantrum bisa dibilang merupakan hal yang wajar dialami anak-anak, yang belum mengerti bagaimana cara mengungkapkan emosinya.

Usia anak dan prosentase anak-anak yang mengalami temper tantrum:

18 – 24 bulan: 87 persen
30 – 36 bulan: 91 persen
42 – 48 bulan: 59 persen

Rata-rata, tantrum berlangsung selama:
– 2 menit di usia 1 tahun
– 4 menit di usia 2 – 3 tahun
– 5 menit di usia 4 tahun
dan terjadi
– 8 kali dalam satu minggu pada usia 1 tahun
– 9 kali dalam satu minggu; pada usia 2 tahun
– 6 kali dalam satu minggu; pada usia 3 tahun
– 5 kali dalam satu minggu; pada usia 4 tahun

sumber: Potegal & Davidson, 2003

Sumber gambar: kumparan

Ada empat jenis tantrum pada anak.
Keempat jenis tantrum secara lengkapnya dapat anda baca di sini .

Singkat kata, jika anda sudah mengetahui tipe tantrum yang mana, maka kemudian anda menggunakan isu yang mendasarinya untuk secara efisien menerapkan intervensi logis pada tantrum. Begitu anda menjadi lebih mengerti dan berpengalaman, anda akan mampu mengenali tipe tantrum dalam beberapa detik.

1. Manipulatif tantrum timbul karena perasaan ingin mengendalikan sesuatu, maka paling baik ditangani dengan menetapkan batasan untuk mendapatkan kekuasaan dan kendali yang tepat versus tidak tepat.

2. Upset tantrum timbul karena perasaan anak yang tertekan, maka paling baik ditangani dengan membimbing atau memberi validasi kepada individu yang dalam tekanan.

3. Helpless tantrum timbul karena perasaan tidak berdaya, maka paling baik ditangani dengan membantu membangun kekuatan diri anak melawan rasa putus asa untuk merawat dirinya sendiri.

4. Cathartic tantrum timbul karena stres anak yang menumpuk, maka paling baik ditangani dengan memberikan ijin dan membimbing bagaimana cara yang paling baik melepaskan stres yang menumpuk.

Dua kesayanganku

Namun bagaimana kita bisa membedakan anak kita termasuk jenis tantrum yang mana? Pencegahan ini dimulai dari pengenalan anak terlebih dulu.

Ada tujuh konsep yang bisa kita pakai untuk mengenali tantrum anak kita sendiri:

(1) Buatlah diary tentang tantrum anak anda selama 7 hingga 10 hari. Catat informasi berikut ini: di mana kejadian tantrumnya, apa yang terjadi sebelumnya, dan apa yang terjadi setelahnya. Adalah penting kita mempunyai catatan lengkap mengenai tantrum anak kita. Semakin kita paham semakin kita mudah mengenali anak kita termasuk jenis tantrum yang mana.

(2) Kenali situasi yang menyebabkan tantrum terjadi lebih sering. Buat rencana untuk menghindari situasi tersebut atau buat situasi tersebut tidak membuat stres anak. Nah, kalau sudah paham dan mengenali pola tantrumnya, maka kita akan lebih mudah untuk bersiaga menghindari situasi pencetus tantrum pada anak.

(3) Kenali apa saja yang memicu anak anda tantrum. Cari cara mengurangi atau menghindari pemicu tantrum. Hampir sama dengan nomor dua di atas, kita juga harus mengenali apa yang menjadi pemicu anak tantrum.

(4) Kenali konsekuensi tantrum. Dapatkah anda melihat perilaku tersebut tanpa anda sengaja disebabkan oleh tindakan anda atau tindakan orang lain? Kita memang perlu memahami juga apakah tantrum itu disebabkan kesengajaan anak karena kehadiran orang tertentu?

(5) Beri hadiah kepada anak anda sebagai dorongan tambahan jika tetap mampu tenang. Sangat dianjurkan sering-sering memberi pujian pada anak ketika dia mampu bersikap tenang, supaya anak paham dan merasa dihargai.

(6) Bantu anak yang lebih tua untuk belajar dan mempraktikkan penanganan masalah (coping skills) pada situasi-situasi yang biasanya membuat dia tantrum. Bila anak sudah lebih besar, bisa pelan-pelan kita ajari dia mengatasi emosinya sendiri.

(7) Ini adalah dua kemungkinan saat anak anda mengalami tantrum:
– Abaikan tantrum: jangan melihat atau berbicara pada anak anda saat tantrum.
– Ambil jeda waktu

Namun jangan lupa ya bahwa kita mengabaikan tantrum-nya, bukan anaknya. Jangan membuat anak merasa dia yang ditinggalkan. Kita tetap berada di sisinya hingga tantrum berakhir. Tapi jangan coba untuk merangkul anak terlebih dulu. Dan bila sudah berakhir, anak mendekati kita dengan sendirinya, barulah kita berikan pelukan yang ia butuhkan dan beri pengertian padanya.

Cari tahu cara mengasuh anak zaman now di sini yuk

Sebelum diskusi yang berlangsung lebih kurang dua jam ini ditutup, Bapak Supri mempersilakan peserta untuk bertanya.

Kurang lebih saya rangkum demikian:
– Anak perlu diajarkan cara yang tepat untuk menyalurkan emosinya. Dan mengajarkannya ini perlu kesabaran, gak cukup sekali.

– Yang terpenting saat menghadapi anak, lakukan mindfulness. Kita perlu benar-benar berada penuh di situasi saat ini. Jangan terbebani oleh pikiran lain yang buat gagal konsentrasi dalam menghadapi anak.

Sumber gambar: Bapak Supri Yatno

– Yang perlu dipahami juga, percuma belajar pengasuhan anak bila tidak dibarengi dengan usaha mengasuh diri sendiri. Bagaimanapun anak adalah peniru ulung orangtuanya. Bila anak sendiri pernah melihat orangtuanya tantrum, jangan disalahkan kelak mereka akan meniru.

Sementara mungkin orangtua tidak menyadari bahwa ada masalah yang belum tuntas pada dirinya sendiri. Maka memahami diri sendiri terlebih dulu ini sangat penting. Bila dirasa perlu bisa menemui pakar terapis atau orang yang tepat untuk berdiskusi.

Sumber gambar: Bapak Supri Yatno

Sekilas info, barangkali ada yang membutuhkan, berikut jadwal terapi online dengan Bapak Supri Yatno, boleh dicoba, recommended. Kalau saya pribadi pernah mengikuti terapi “Mindfulness Parenting” dari beliau dan diskusi tantrum ini merupakan salah satu yang diberikan pada alumni Mindfulness Parenting.

Baca juga Manajemen Kemarahan pada Anak

Sumber: Bapak Supri Yatno

Pastikan Anda Tidak Miskin, Belajar jadi Enterpreneur, yuk! (Review Seminar Enterpreneur dari Dus-Dusan)

Pada hari Sabtu, tanggal 8 September 2018 lalu saya bersama teman-teman dari Tapis Blogger berkesempatan mengikuti Seminar Enterpreneur dengan tema Mengubah Mindset menjadi Omset yang Terus Meroket. Bertempat di Aula IIB Darmajaya, lantai tiga, acara ini disponsori oleh Dus-Dusan, Medina juga Al Mitry Indo.

Dibuka oleh sepasang MC, acara ini pun diawali dengan sambutan dari Mas Edo, suami dari Mbak Ivo, yang keduanya ini merupakan pemilik Al Mitry Indo. Mbak Ivo menceritakan, awal mula beliau bisa menjadi reseller dus-dusan, pertamanya tahu dari Facebook. Kemudian Mbak Ivo jualan di arisan. Dari yang awalnya pesanan bisa diatasi sendiri, lama-lama tambah banyak pesanan sehingga Mbak Ivo membutuhkan modal yang lebih besar. Dari situ Mbak Ivo curhat ke suaminya, Mas Edo. Akhirnya mereka pun mendapatkan pinjaman dana sebesar 3 juta dari adiknya Mas Edo.
Itulah awalnya hingga bisnis mereka bertambah besar kemudian bisa membuka 11 toko cabang di Lampung. (Bahkan pada saat acara ini diadakan sudah bertambah 2 cabang lagi, jadi 13 cabang)

Pesan Mbak Ivo yang terngiang di telinga saya, apa yang kita lakukan harus dengan ridho suami, maka jalan kesuksesan akan terbuka. Pesan Mas Edo sendiri adalah bahwa bisnis dus-dusan ini cocok buat emak-emak berdaster untuk bisa punya penghasilan di atas manajer.

Mau belajar manajemen waktu untuk mom zaman now? Baca di sini

Kemudian, datanglah pembicara materi pertama, langsung dari dus dusan pusat di Jakarta. Beliau adalah Christian Kustedi (co-founder PT. Dus-dusan). Mas Christ menjelaskan dus-dusan memiliki visi untuk memajukan perekonomian Indonesia. Saat ini cabang dus-dusan lebih dari 60000 se-Indonesia. Dus-dusan berfungsi sebagai supplier yang menyediakan barang untuk dijual kembali oleh reseller.

Berawal dari permasalahan yang umum ada dan kita semua alami yaitu pengeluaran lebih banyak dari pendapatan. Salah satunya karena inflasi pendidikan naik 15-20%, apa solusi yang bisa kita raih?

Jualan online? Itu ide bagus. Tapi sayangnya gak semua bisa langsung fasih memanfaatkan platform.
Ikut MLM? Sebenarnya bagus. Tapi gak semua cocok rekrut orang.
Kalau direct selling? Bagus sih, tapi gak semua kuat dengan kewajiban target. Apalagi nantinya jadi stock barang yang tidak terjual.
Mau belajar investasi? takut kejebak money game.

Nah, kalau di dus-dusan, anda diajarkan merintis bisnis anda, bukan bisnis orang lain. Karena setiap reseller diizinkan memakai brand sendiri. Bahkan tidak ada kata dus dusan pada produknya. Reseller bebas menggunakan brand sendiri. Hal ini dilakukan untuk melindungi resellernya agar melakukan repeat order kembali ke reseller masing-masing, bukan dus-dusan.

Awal anda menjadi reseller, jangan terburu-buru melakukan stok barang. Penjualan bisa dilakukan dropship. Saat anda mendaftar di dus-dusan, anda akan diminta upload logo toko anda (brand anda). Logo ini akan otomatis dicetak pada setiap produk dus-dusan yang anda pesan dan hendak dikirimkan ke pembeli. Menarik sekali kan?

Brosur dus dusan

Di dus-dusan nantinya anda juga akan diajarkan berjualan. Sebagai contoh, untuk emak-emak nih, bisa jualan dengan memakai sistem arisan. Tak perlu mencari banyak orang sekaligus, cukup cari satu ketua arisan, satu orang emak yang paling vokal yang bisa mencari teman-teman lain untuk diajak arisan bersama-sama. Nah, buat ketuanya ini nanti, bisa kita kasih fee atau produk gratis.

Berlanjut materi selanjutnya yaitu oleh Mas Hasan Ashari (founder Claire, Master Trainer Dan Terapis). Ini merupakan materi yang paling menarik menurut saya. Coba saja lihat prestasi beliau:

Awal mula Mas Hasan mengajak hadirin menjawab pertanyaan, hal apa yang paling mengurangi kemiskinan di Indonesia. Jawabannya adalah pastikan dulu kalo anda tidak miskin.

Mas Hasan mengambil contoh seorang pendaki gunung Everest yang terkenal yaitu Sir Edmund Hillary. Sudah tahu kan puncak Everest merupakan gunung tertinggi di dunia. Untuk mencapainya bukanlah hal yang mudah. Apalagi di puncaknya suhu bisa mencapai minus 23 derajat celcius.

Mr. Hillary sendiri hanya mencapai sekitar 15 menit setelah di puncak, sebelum akhirnya turun kembali. Ketika berhasil turun beliau sempat diwawancara, apa sih yang menjadikan Mr. Hillary semangat mendaki gunung. Beliau hanya singkat menjawab: “Because it’s there.” Sampai sekarang tidak ada yang tahu, apa yang dia maksud “it”.

Intinya adalah, rumus mencapai kesuksesan, mudah saja: RxPxM

R adalah Reason atau alasan.
Apa alasan anda sehingga harus sukses? Apa alasan anda gabung dus-dusan? Alasan ini sebisa mungkin rinci. Jangan cuma sebutkan ingin kaya. Tapi juga rinci, ingin uang nominal berapa?

P adalah Purpose atau tujuan.
Setelah menemukan alasan, gandengkan dengan tujuan. Tujuannya ingin uang sekian itu untuk apa? Untuk naik hajikah? Untuk pengobatan kah? Untuk kuliah lagikah? Harus rinci.

M adalah Massive Action.
Setelah alasan dan tujuan kita temukan, langkah berikutnya adalah tindakan massive, atau terus menerus. Tindakan nyatanya apa yang harus kita lakukan agar sukses gak cuma sekedar mimpi?

Lalu setelah itu, Mas Hasan mengajak hadirin menonton sebuah video yang membuktikan bahwa input sangat mempengaruhi output. Adalah sepasang kembar identik yang sebenarnya memiliki persamaan karakter. Namun ketika keduanya diberikan perlakuan yang berbeda maka hasilnya terlihat sekali perbedaan yang jelas pada keduanya.

Sebut saja pasangan ini, A dan B. Ketika A diberikan musik pengantar pagi yang enerjik, tontonan komedi, buku bacaan yang memotivasi, di sisi lain, B, kembarannya diberikan musik mellow, tontonan drama, buku bacaan yang sad ending, lalu keduanya diminta untuk berbelanja di sebuah toko. A menunjukkan kepercayaan diri yang baik, dia sangat nyaman dengan dirinya sendiri dan berbelanja sesuai keinginan hatinya. Sementara B menunjukkan keminderannya, dia menjadi tidak percaya diri dengan keputusannya sendiri, akhirnya B hanya berbelanja satu item saja, itupun setelah meyakinkan pada penjualnya bahwa dia boleh mengembalikan barang bila dia merasa tidak cocok, B merasa pada hari itu, dia seolah tidak bebas menjadi dirinya sendiri.

So, yang punya hobi nonton atau baca yang galau-galau, hati-hati ya bisa mempengaruhi mood anda. Bukan gak mungkin mengubah karakter kita di kemudian hari. (Tunjuk diri sendiri 😀 )

Tonton film komedi romantis saja yuk. Contohnya yang satu ini

Rukun sukses berbisnis adalah: 3 C
Care adalah peduli. Alasan orang membeli adalah karena kebutuhannya. Kita peduli pada apa yang dia butuhkan.

Connection adalah hubungan antara kita ke konsumen. Percaya deh, orang membeli sesuatu pada anda, karena mereka suka dengan anda! Itu yang akan membuat konsumen akan kembali dan kembali lagi ke anda.
Gimana caranya supaya kita disukai? Kembalikan pertanyaan itu kepada diri sendiri. Anda sukanya belanja dengan penjual yang seperti apa? Maka jadilah penjual yang seperti itu.

Competency adalah jadilah orang yang kompeten. Bisa kita lihat pada gambar berikut ini:

Hal penting untuk menjadi sukses: Attitude, Skill, Knowledge. Jadilah seorang yang berbeda dengan cara milikilah ilmu. Itu yang akan menjadikan kita sukses berbisnis.

Apa sih perbedaan orang sukses dengan tidak sukses? Padahal keduanya memiliki waktu yang sama, 24 jam dalam sehari.
Mas Hasan memberi contoh seorang CEO. berdasarkan penelitian; CEO rata-rata membaca 60 buku per tahun. Warbyasaahhhh!! Pantas mereka bisa menjadi sukses, karena mempunyai kebiasaan baik yang berbeda dari orang kebanyakan. Duh, lagi-lagi saya ngerasa ketonjok 😀

Ilmu lainnya yang di-share Mas Hasan; “20% pembeli adalah mereka yang pernah membeli pada anda” (Tum Desem Waringin)

Jadi, sangat penting ya untuk melakukan follow up. Hukum follow up ini sendiri ada aturan 1/7/30.
Pertama, lakukan follow up pada 24 jam pertama dari anda menawarkan produk anda, bila anda masih ditolak, lanjutkan langkah kedua.
Yaitu, lakukan lagi follow up seminggu kemudian. Bila seminggu kemudian, anda masih ditolak, maka cukup sampai di situ, jangan dilanjutkan lagi langkah ketiga. Tapi bila penawaran anda diterima, lanjutkan langkah berikut ini.
Ketiga, lakukanlah follow up sebulan kemudian.

Tentunya tindakan ini pun harus kita lakukan secara konsisten, atau terus menerus. Ingat hal ini: 80% penjualan tercipta pada usaha ke-5 sampai dengan 12. Jadi kalau sekali saja mencoba sudah mau menyerah, gimana mau sukses ya.

Nah, menarik sekali bukan Seminar Enterprenur yang saya ikuti ini. Lagi-lagi ini merupakan berkah saya menjadi bagian dari Tapis Blogger. Alhamdulillah. Semoga bermanfaat 🙂

Baca juga 7 Manfaat Bergabung dengan Tapis Blogger

Aku bersama Tapis Blogger dalam acara Seminar Enterpreneur